Cuci Muka Pakai Sabun dan Air Saja Belum Cukup, Ini Alasannya

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 29 Maret 2019 08:12
Cuci Muka Pakai Sabun dan Air Saja Belum Cukup, Ini Alasannya
Tumpukan minyak, make up, keringat dan kotoran sangat sulit diangkat dengan air saja.

Dream - Mencuci wajah merupakan rutinitas wajib yang dilakukan setiap hari. Terutama setelah beraktivitas seharian penuh di luar rumah.

Kulit wajah pastinya terpapar oleh partikel debu dan kotoran yang tak kasat mata. Apalagi kalau kamu memakai make up. Sesampainya di rumah, pasti segera mencari make up remover dan sabun cuci muka.

Eitss.. ternyata rutinitas mencuci muka dengan air saja tidak cukup. Di dalam air terdapat residu dan mineral yang bersifat jahat untuk kulit. Bagi sebagian orang, zat tersebut dapat memicu masalah kulit.

" Kualitas air di Indonesia belum bisa dikatakan ramah untuk kulit. Bahkan air di sini tidak dapat langsung diminum. Mencuci wajah dengan air kran secara berlebihan (overwashed) sangat tidak disarankan," tutur Aurelie Guyoux, Director of Scientific Research NAOS di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Hindari menggosok terlalu keras saat mencuci wajah, apalagi hingga wajah terasa kesat. Hal ini dapat menyebabkan hydrolipidic film terkelupas. Lapisan ini berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari tanda penuaan dini.

1 dari 1 halaman

Partikel dalam Air Bisa Membahayakan Kulit

Selain itu, partikel mineral yang terdapat di dalam air kran dapat meresap ke dalam kulit dan memicu inflamasi. Belum lagi dengan ancaman bakteri dari air yang tidak steril.

" Karena itu penting untuk memakai micellar water setelah mencuci wajah agar seluruh kotoran dan makeup terangkat sampai tuntas. Baik juga untuk dipakai di pagi hari untuk mengangkat sebum yang terbentuk dari proses detox selama tidur," ujarnya.

 Bioderma

Salah satu produk yang bisa digunakan yaitu Bioderma Sensibio H2O Micellar Water dirancang khusus untuk kulit sensitif. Kandungan bahan aktif biometric bekerja secara alami mengikuti struktur biologis tubuh. (ism)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara