Jelajah Hutan Menuju Pohon Berusia 7.200 Tahun di Jepang

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 15 September 2018 11:21
Jelajah Hutan Menuju Pohon Berusia 7.200 Tahun di Jepang
Keunikannya membuat pohon ini masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.

Dream - Disebut-sebut sebagai pohon tertua di Jepang dan juga salah yang tertua di dunia, Jomon Sugi memiliki kecantikan aura mistis yang begitu memancar. Banyak orang penasaran untuk melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri.

Usianya dipercaya sudah 7.200 tahun. Jomon Sugi adalah nama satu pohon Cryptomeria yang terletak di Pulau Yakushima di Jepang. Keunikannya membuat pohon ini masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.

Jomon Sugi, juga dikenal sebagai pinus sugi Jepang atau cedar merah Jepang yang merupakan tumbuhan endemik. Hanya tumbuh di Yakushima dan tak ada di tempat lain.
Pohon ini pertama kali ditemukan pada 1968.

Sejak itu telah area hutan menjadi tujuan wisata yang sangat menarik dan sangat berkontribusi pada industri pariwisata Jepang. Umur pohon bisa berada di antara 2.170 hingga 7.200 tahun.

Menurut peneliti, lapisan tefla yang ditemukan di sekitar pohon adalah bukti utama letusan gunung berapi yang kuat di Yakushima yang terjadi hampir 7.300 tahun yang lalu.

Kedengarannya gila ketika Anda berpikir bagaimana pohon bisa tumbuh dan bertahan untuk jangka waktu yang lama. Untuk menyaksikan pohon tua ini, wisatawan perlu mendaki puncak tertinggi di Pulau Yakushima, pada ketinggian 4.300 kaki di atas permukaan laut.

 

1 dari 1 halaman

Melewati Jalur Kereta Api

Untuk kenyamanan pejalan kaki dan wisatawan, departemen pariwisata telah mengembangkan berbagai jalur pendakian untuk membuat situs lebih mudah diakses.

Jalur Pendakian Kusugawa (dimulai dari Miyanoura) dan Arakawa Trail (dari Bendungan Arakawa) adalah yang paling terkenal. Awal perjalanan akan membawa wisatawan melalui beberapa fitur sejarah yang menarik.

Para pendaki akan berjalan di sepanjang jalur kereta api lama yang dibangun hampir seabad yang lalu. Meskipun jalurnya masih berfungsi, namun kereta api jarang lewat.

Jomon Sugi

(Foto: YesYakushima.com)

Jalur ini melewati desa tua Kosugidani yang ditinggalkan pada 1972. Ketika jalur kereta api berakhir, jalur semakin menanjak dan wisatawan dapat menyaksikan pohon-pohon raksasa di sepanjang jalur hutan.

Sebelumnya, wisatawan diizinkan untuk menyentuh dan memeluk Jomon Sugi. Namun kin hal itu tak boleh dilakukan demi melindungi pohon dari kerusakan. Wisatawan hanya bisa melihatnya saja dan tak boleh menyentuh.

(Laporan Rahma Yultus/ Sumber: Times of India)

Beri Komentar