(Foto: Julianadewi.com)
Dream - Ada saatnya orangtua merasa kesal saat anak berbuat salah. Bahkan cenderung ingin memarahi si buah hati.
Tapi, apakah marah menjadi cara itu ampuh untuk mengingatkan sang anak agar tidak mengulangi kesalahannya?
Segelintir orangtua memilih mengomeli anak, menasihati, atau menjadi pahlawan dalam mengatasi konsekuensi kesalahan pada si anak.

Foto: Ilustrasi/JPMS Medical Blogs
Tiga hal itu pun pernah diterapkan Juliana Dewi pada si buah hati pada suatu kesempatan.
Ia mengaku sempat mengomeli, nasihat, dan membantu, menyelesaikan masalah tanpa menyadari apa kesalahan dan konsekuensi yang harus ditanggung si anak.
Dan dia sadar, apa yang dia lakukan ternyata tak sepenuhnya benar. Jika ketiga metode itu terus dilakukan, maka sang anak akan bertindak yang sama berulang kali.
Lalu bagaimana seharusnya kita mengatasinya? Juliana punya triknya. Yuk baca cerita lengkapnya di sini.
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda