Babi 'Ngepet' di Depok Kepala-Badan Dikubur Terpisah, Alasannya Bikin Merinding

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 29 April 2021 12:44
Babi 'Ngepet' di Depok Kepala-Badan Dikubur Terpisah, Alasannya Bikin Merinding
Berikut penjelasan selengkapnya.

Dream - Penangkapan seekor babi di Kampung Badahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, membuat warga geger. Sebab, babi hitam itu disebut-sebut sebagai babi ngepet.

Kabarnya, sebelum penangkapan babi itu, warga Kampung Badahan resah karena kasus hilangnya uang di malam Selasa dan malam Sabtu. Entah ada kaitan atau tidak, yang jelas warga seolah melampiaskan kegeramannya pada babi itu.

Kapolsek Sawangan, AKP Rio Tobing, menyebutkan bahwa warga mengatakan bahwa saat ditangkap, babi hitam itu tampak memakai sebuah kalung dan ikat kepala. Warga meyakini celeng itu adalah binatang jelmaan.

" Memakai kalung kayu berwarna hitam dan memakai ikat di kepala berwarna merah," terang Rio Tobing pada Selasa 27 April 2021.

Saat ditangkap, babi itu disebut sebesar anjing dewasa. Namun menurut warga ukurannya terus mengecil. Warga pun memotong babi itu dan menguburkan kepala dan badannya secara terpisah.

 

1 dari 9 halaman

Proses Penangkapan Babi

Rencana penangkapan babi itu sudah dilakukan satu bulan lalu. Babi tersebut sudah pernah tertangkap, namun berhasil kabur. Penangkapan dilakukan lagi pada Senin 26 April sekitar pukul 22.30 WIB.

" Setelah menjadi orang tersebut berlari ke sana ke mari karena dikepung, babi berhasil ditangkap dengan menggunakan sorban berwarna hijau. Setelah ditangkap kemudian ditabur garam dan disabet dengan sapu lidi berjumlah tujuh batang kemudian dikandangi," ujar Kapolsek.

Ilustrasi© Instagram/@manaberita, @fakta.indo

Mereka mengaku melihat ada tiga orang mengendarai motor. Lalu satu orang turun mengenakan jubah menuju kebun. Pria berjubah itu duduk dan 1,5 jam kemudian ada babi hutan. Meskipun demikian, AKP Rio menegaskan yang dijumpai hanya seekor babi hutan pada umumnya.

" Kalau ada yang bilang dari besar terus mengecil ya faktanya saat anggota ke sana ditemukan kecil. Berdasarkan cerita ini itu kita belum bisa menyimpulkan karena faktanya yang kami temukan hanya seekor babi," paparnya.

2 dari 9 halaman

Gelar Doa Bersama

Babi yang diduga jelmaan manusia tersebut akhirnya dimusnahkan oleh warga dengan cara disembelih. Hal itu dilakukan lantaran ukurannya yang kian mengecil. Dikhawatirkan lama-kelamaan babi itu bisa menghilang sendiri.

" Pemotongan babi ngepet dikarenakan tubuhnya semakin mengecil. Apabila dia semakin mengecil babi ngepet tersebut akan hilang sehingga diputuskan untuk dipotong," ungkap Ketua RW 04, Bedahan, Abdul Rosad, Selasa (27/4).

Ilustrasi© Instagram/@manaberita, @fakta.indo

Sebelum proses penyembelihan, warga sempat melakukan doa bersama untuk memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa.

" Sebelumnya dilakukan pengajian dengan memotong dibagian leher. Babi ngepet yang telah dipotong dilakukan pemakaman di pemakaman keluarga milik warga tidak jauh dari lokasi penangkapan,” pungkasnya.

Rio Tobing mengimbau warga tetap tenang demi mencegah kegaduhan. " Kami imbau warga tetap tenang, kondusif jangan sampai menimbulkan kekisruhan dan kerumunan," katanya.

3 dari 9 halaman

Alasan Kepala-Badan Dikubur Terpisah

Usai disembelih, babi hitam itu dibungkus menggunakan kain yang sebelumnya digunakan untuk menyembelih. Mulanya babi akan dikuburkan di lahan kosong. Namun ditolak warga yang meminta untuk dikubur di wilayah penanganannya.

" Lubang digali seukuran 50 x 40 sentimeter. Di dalamnya ada dua kotak. Satu untuk kepalanya, satu untuk badannya," kata Farhan, salah seorang warga.

Ilustrasi© Instagram/@manaberita, @fakta.indo

Bagian badan dan kepala sengaja dipisah karena alasan tertentu. Warga percaya jika dikubur di dalam lubang yang sama antara kepala dan badan, babi hitam itu bisa hidup kembali.

" Kami disuruhnya mengubur seperti itu, tidak ada penaburan kembang karena yang dikuburkan babi ngepet yang berbentuk hewan bukan manusia," tukasnya.

 

Sumber: Merdeka.com

4 dari 9 halaman

Kuburan Babi 'Ngepet' Sawangan Depok Dibongkar Polisi, Saat Dicek Isinya...

Dream - Personel Polsek Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, melakukan pembongkaran kuburan babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok yang dikubur warga pada Rabu, 28 April 2021 kemarin.

Pada Rabu siang, terlihat sejumlah polisi menemui Ustadz Adam Ibrahim dan tokoh masyarakat setempat untuk membicarakan tentang fenomena yang menggemparkan publik.

Tak lama setelahnya, pihak kepolisian, Adam, dan sejumlah tokoh masyarakat lain berjalan kaki ke sebuah perkebunan tak terpakai. Disana merupakan lokasi tempat bangkai hewan diduga babi ngepet itu dikubur.

“ Saya juga kurang tahu, baru tahu ini (bangkai babi) dipindahkan,” ujar Ustadz Adam.

5 dari 9 halaman

Seorang warga setempat turun ke bawah sambil memegang cangkul untuk menggali kuburan tersebut. Diangkatnya sekantong plastik berwarna merah, didalamnya terdapat kain melilit badan dan kepala babi yang dibunuh kemarin.

Polisi pun langsung mengambil meteran untuk mengukur panjang babi tersebut. Polisi menegaskan, bangkai tersebut benar-benar seekor babi. Memang secara ilmiah tidak ada babi ngepet.

“ Panjang babi sekitar 50 cm, lebarnya 25 cm. Berat berapa? 20 kilogram ada?,” tanya seorang anggota polisi.

" Nggak ada, sekitar 8 kilo,” balas warga.

“ Ini benar-benar babi, ya,” tegas personel polisi tersebut.

Setelah diukur, bangkai babi itu kembali dibalut kain dan dimasukkan ke kantong plastik dan dikubur di tempat semula.

Sumber: pojoksatu.id

 

6 dari 9 halaman

2 Orang Mengaku Keluarga Babi Ngepet di Depok, Mau Ambil Jenazah Jika Berubah

Dream - Ustadz Adam Ibrahim, seorang tokoh agama di Bedahan, Sawangan, Depok, mengaku baru saja didatangi dua orang yang mengaku sebagai keluarga babi ngepet yang sempat viral beberapa hari lalu.

Menurut pengakuannya, pihak keluarga telah menemuinnya pada Selasa siang, 27 April 2021 kemarin. Pihak keluarga ingin mengambil jenazah apabila sudah berubah menjadi manusia dan memintanya dengan cara diam-diam.

“ Jadi nggak mau ramai, dia mau diam-diam. Jadi ingin dimakamkan secara layak kalau sudah jadi manusia, kalau itu anaknya, keluarganya,” kata Ustadz Adam Ibrahim di RT2/4 Bedahan, Sawangan, Depok, Selasa 27 April 2021 dikutip dari pojoksatu.id.

Lebih lanjut Adam mengatakan, pihak tokoh masyarakat setempat sepakat akan mengembalikannya pada malam hari bila memang benar babi tersebut akan berubah menjadi manusia.

Sumber: pojoksatu.id

7 dari 9 halaman

Ukuran Tubuh Makin Kecil, Babi 'Ngepet' di Depok Disembelih Warga

Dream - Babi yang diduga jadi-jadian atau babi ngepet yang ditangkap warga Sawangan, Depok, Jawa Barat, akhirnya dimusnahkan. Babi berwarna hitam itu disembelih.

Keputusan itu dilakukan karena warga khawatir babi tersebut menghilang lantaran ukuran badannya semakin mengecil.

" Pemotongan babi ngepet dikarenakan tubuhnya semakin mengecil. Apabila dia semakin mengecil babi ngepet tersebut akan hilang sehingga diputuskan untuk dipotong," kata Ketua RW 04, Bedahan, Abdul Rosad, Selasa 27 April 2021.

8 dari 9 halaman

Warga Sempat Lakukan Pengajian

Diprediksi bobot babi tersebut terakhir seberat 15 kilogram. Tinggi babi diperkirakan sekitar 15 sentimeter.

“ Berat 15 kilogram, tinggi babi dan lebar 15 sentimeter seperti kucing,” ungkapnya.

Sebelum babi dipotong, warga sempat melakukan pengajian. Setelah disembelih kemudian bangkai babi dikubur.

“ Sebelumnya dilakukan pengajian dengan memotong dibagian leher. Babi ngepet yang telah dipotong dilakukan pemakaman di pemakaman keluarga milik warga tidak jauh dari lokasi penangkapan,” tukasnya.

Setelah babi disembelih tidak ada kejanggalan apapun. “ Untuk keganjilan tidak ada,” ucapnya.

9 dari 9 halaman

Warga Kesal

Penampakan babi yang diduga jadi-jadian atau babi ngepet di kawasan Bedahan, Sawangan menjadi tontonan warga.

Babi berwarna hitam itu diletakkan dalam sebuah kandang buatan. Sejak pagi warga memenuhi rumah seorang warga untuk melihat babi jadi-jadian itu. Babi tersebut ditemukan di kebun warga di Kp. Bedahan RT 02/04 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, Depok dinihari tadi.

Penangkapan itu dilakukan dengan cara warga membuka pakaian mereka. Karena warga sudah kesal kerap kehilangan uang yang diduga dilakukan oleh babi jadi-jadian tersebut.

Ketua RT setempat meminta agar jika ada warga Bedahan yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera menghubunginya. Jika tidak ada yang mengaku, babi tersebut akan segera dimatikan.

“ Jadi emang bener babi ngepet. Saya harapkan warga Bedahan kalau punya saudara atau tetangga yang merasa kehilangan silahkan hubungi saya, datang ke rumah Ustad Adam. Kita tunggu sampai sore, kalau ngga ada (yang mengaku) kita matikan,” kata Abdul Rosad.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar