Bernama Saddam Hussein, Lamaran Kerja Pria Ini Selalu Ditolak

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 22 Maret 2017 09:01
Bernama Saddam Hussein, Lamaran Kerja Pria Ini Selalu Ditolak
Pria tersebut mengalami penolakan kerja sebanyak 40 kali.

Dream - Pria asal kota Jamshedpur, India, merasa frustasi karena kesulitan mencari kerja. Padahal, dia lulusan salah satu perguruan tinggi beken negeri itu, Universitas Noorul Islam Tamil Nadu.

Bukan karena indeks prestasi buruk. Pemuda itu tak kunjung mendapat pekerjaan karena perkara nama. Sang kakek memberinya nama sama dengan mantan pemimpin Irak yang digantung karena dinyatakan melakukan kejahatan, Saddam Hussein.

Pemuda bernama Saddam Hussein itu lulus sebagai insinyur kelautan dua tahun lalu. Sejak lulus itu, dia terus mengirim lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Terhitung sudah 40 kali dia melayangkan lamaran, tapi tak satu pun yang meliriknya.

Saddam Hussein justru merasa nama itu menjadi beban hidup. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mengajukan permohonan pengubahan nama ke pengadilan. Upaya itu berhasil, kini namanya menjadi Sajid.

" Orang-orang takut mempekerjakan saya, mereka khawatir akan menghadapi masalah dengan petugas imigrasi di perbatasan," kata Sajid.

Meski demikian, persoalan Sajid belum benar-benar selesai. Penyebabnya, seluruh ijazah pendidikan yang dia miliki masih menggunakan nama Saddam Hussein.

Sajid kini tengah menunggu sidang pada 5 Mei mendatang. Sidang tersebut akan memutuskan apakah nama lamanya bisa diubah berikut yang tercantum pada ijazahnya.

Sumber: Alarabiya.net

1 dari 3 halaman

Kisah Pilu Lulusan Terbaik PTN Ternama Nganggur, Kenapa?

Dream - Menjadi lulusan terbaik dari universitas bergengsi di luar negeri bukan jadi jaminan untuk dapat kerja dengan mudah. Itulah yang dirasakan Daryl Jones, alumnus Universitas Hull, Inggris.

Selama enam bulan ini, dia menganggur lantaran kesulitan mencari kerja. Padahal dia telah mengirim 400 lamaran pekerjaan. Namun tak satupun yang merespons.

" Saya sudah membuat lebih dari 400 aplikasi pekerjaan tetapi sudah tidak ada," kata pemuda yang memiliki gelar dalam bisnis dan pemasaran itu.

Tentu saja ini sangat memprihatinkan. Nilai akademis yang baik tak bisa membantunya untuk mendapatkan kerja. Meskipun dalam beberapa kali wawancara dia selalu disebut memiliki banyak kompetensi.

2 dari 3 halaman

Usut Punya Usut

Usut punya usut, dia gagal memperoleh pekerjaan lantaran dalam surat lamaran itu dia dengan jujur mengakui menyandang disabilitas.

Pemuda 27 tahun itu memiliki kelainan genetik yang mempengaruhi jaringan ikat yang mendukung pergerakan organ dan struktur tubuh lainnya, atau disebut Marfan Syndrome.

" Ini mengecewakan. Penelitian menunjukkan orang-orang dengan keterbatasan ingin berkontribusi, mereka ingin memiliki pekerjaan dan mendapatkan uang, namun tidak ada yang akan mempekerjakan saya," kata dia.

3 dari 3 halaman

Tolak Belas Kasihan

Sebenarnya, dia sempat menyembunyikan penyakit genetis itu di beberapa surat lamaran pekerjaannya. Hasilnya lumayan, 12 panggilan wawancara menghampirinya.

Tetapi, dari 12 wawancara kerja itu, tak satupun perusahaan yang menjadikannya pegawai. Perusahaan tersebut beralasan, dia tak cukup kompeten dan perusahaan memiliki kandidat yang lebih bagus darinya.

" Saya memiliki gelar dan ketika sudah bicara dengan orang, yang mereka katakan saya memiliki banyak kualifikasi dan banyak pengalaman, dan tidak bisa mengerti mengapa saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan," ucap dia.

Beberapa kawan menyarankan Daryl, yang juga bekerja di yayasan Olahraga Humber, meminta gaji dari lembaga untuk orang berkebutuhan khusus itu. Tetapi, dia menolak.

" Beberapa orang mengatakan aku harus meminta gaji dari Yayasan Humber, tapi saya tidak ingin melakukan itu. Sebab, uang yang digunakan untuk menggajiku bertujuan untuk mendukung olahraga bagi orang berkebutuhan khusus," ucap dia.

Beri Komentar