Heboh! Tim Jaguar Polresta Depok Temukan Jailangkung dan Kain Kafan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 26 Maret 2019 19:11
Heboh! Tim Jaguar Polresta Depok Temukan Jailangkung dan Kain Kafan
Tim Jaguar juga menemukan media untuk menyantet

Dream - Seperti malam biasanya, Tim Jaguar Polresta Depok melakukan patroli. Berkeliling beberapa jam, Tim spesialis memberantas kejahatan di malam hari itu masuk ke Jalan Tole Iskandar.

Di lokasi itu, tim menemukan lima motor tanpa pemilik. Setelah dicek, para pemilik motor itu tengah memeriksa suara teriakan dari dalam rumah kosong.

" Saya tanya ngapain di sini? Saya geledah tapi ternyata orang baik-baik dan lihat di sana (rumah kosong) ada orang teriak di dalam rumah itu, mau memastikan," ujar Ketua Tim Jaguar Polresta Depok, Iptu Winam Agus saat dihubungi Dream, Selasa 26 Maret  2019.

Tim Jaguar dan beberapa warga kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Betapa terkejutnya para petugas, karean di dalam rumah kosong itu tidak ditemukan sumber suara.

Tidak ada seorangpun di dalam rumah yang sudah kosong selama lima tahun itu. Saat masuk, tim kesulitan karena reruntuhan genteng dan atap rumah berserakan di mana-mana.

Kondisi rumah nyaris ambruk. " Di dalam itu ada pohon besar beringin, menjuntai," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Jailangkung, Kain Kafan, dan Boneka Santet

Suasana mistis, kata dia, begitu terasa saat tim masuk semakin dalam. Terlebih ketika menemukan ada boneka jailangkung yang berada di ruang tengah. Posisinya berada di ujung tembok.

Di ruangan lain, boneka yang diduga bisa digunakan untuk ilmu hitam juga ditemukan bersama dengan beberapa kain kafan.

" Ditemukan juga ada tulisan kayak orang mencatat nomor (togel)," kata dia.

Selain itu, foto seorang wanita berkonde juga terpajang di dalam sebuah kamar. Tidak diketahui identitas foto wanita tersebut.

Agus mengatakan, ada satu temuan yang paling ganjal, yakni mereka menemukan kertas yang baru saja terbakar, entah dilakukan oleh siapa.

2 dari 2 halaman

Rumah Itu Ternyata

" Di belakang ada bekas orang bakar sesuatu, baru. Kita datang dia pergi, kata orang pinter orang sekelebat lari, kalau lari kan dikejar kelihatan," ujar dia.

Berdasarkan cerita warga, rumah itu dahulunya ditempati oleh keluarga yang anaknya memiliki keyakinan diduga menyimpang.

Entah mengapa, mereka memutuskan pindah dan menjualnya ke sebuah perusahaan.

" Rumah itu kosong sudah lima tahun, dijual ke PT dan belum dikelola," ucap dia.

Dari kejadian ini, Agus selaku polisi selalu merespons apa yang terjadi untuk menciptakan ketenangan dan keamanan masyarakat.

" Kalau saya melihat tidak ke hantunya, merespons masyarakat. Barang kali ada kejahatan orang disekap atau ada kejahatan," kata dia. (Ism) 

 

 

 

 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham