Kisah Seram Gadis Lihat Makhluk Halus Pertama Kali Saat Mata Batinnya Terbuka

Reporter : Sugiono
Jumat, 3 Juli 2020 10:47
Kisah Seram Gadis Lihat Makhluk Halus Pertama Kali Saat Mata Batinnya Terbuka
Gadis bernama Ifah itu mulai bisa melihat makhluk halus saat usianya 9 tahun.

Dream - Satu kenyataan yang mungkin sulit diterima sebagian orang, kecuali bagi yang beriman kepada Allah SWT, adalah Bumi ini tidak hanya dihuni oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Tetapi juga ditempati oleh makhluk halus yang tak kasat mata.

Makhluk ghaib ini hanya bisa dilihat oleh mereka yang punya kelebihan berupa indra keenam. Tetapi untuk menilai apakah itu sebuah kelebihan atau justru musibah, tergantung pada orang yang memilikinya.

Bicara tentang indera keenam, seorang gadis Malaysia berbagi pengalamannya sebagai orang yang diberi kelebihan untuk bisa melihat makhluk halus.

1 dari 6 halaman

Ingatan Pertama Kali Melihat Makhluk Halus

Melalui sebuah video yang dibagikan ML Studio, gadis bernama Ainaa Afifah mengatakan dia mulai bisa melihat makhluk halus ketika 'mata batinnya' terbuka saat dia berusia 9 tahun.

Gadis yang akrab dipanggil Ifah ini mengaku meski sudah bertahun-tahun berlalu, peristiwa kali pertama bisa melihat makhluk menakutkan itu masih segar di dalam ingatannya.

Kisah Ifah berawal ketika ayahnya memutuskan pindah rumah dari Alor Setar ke Sik, Kedah. Di Sik, keluarga Ifah menyewa sebuah rumah.

2 dari 6 halaman

Pandangan Mata Batin Mulai Terbuka

Waktu pindah rumah itu, usia Ifah masih lima tahun. Pada beberapa tahun pertama pindah, Ifah mengatakan tidak mengalami hal-hal aneh di rumah itu.

" Tapi waktu sudah menginjak tahun tiga, pandangan mata batin saya sudah terbuka. Bagaimana saya tahu hal itu?

" Satu malam, waktu Abah demam, saya diminta untuk mengambilkan obat dan air hangat di dapur," kata Ifah mengawali detik-detik pertemuan dengan makhluk halus untuk pertama kalinya.

3 dari 6 halaman

Hembusan Angin Misterius di Belakang

Selesai mengambil obat dan air hangat, Ifah mematikan lampu dapur dan berjalan kembali ke tempat Abahnya.

Saat itulah Ifah merasakan ada hembusan angin yang agak kuat di belakang tubuhnya hingga bajunya sampai bergerak.

" Waktu itu saya sempat bertanya-tanya dalam hati, 'Apa yang baru saja lewat tadi?'," kata Ifah.

Didorong rasa ingin tahu, selain mau memastikan bahwa yang lewat tadi mungkin ibunya, Ifah menoleh ke belakang.

4 dari 6 halaman

Makhluk Itu Lari dan Menembus Dinding

Namun saat itu yang nampak hanyalah bagian dapur rumahnya yang sudah gelap tanpa cahaya lampu. Meski demikian, Ifah merasakan bulu kuduknya meremang dan perasaan takut pun muncul dalam pikiran.

Tiba-tiba matanya menangkap sosok aneh di dapur yang gelap itu. Mata makhluk itu menatap ke arah Ifah. Begitu pula sebaliknya.

" Saya terkejut dan bertanya-tanya benda apa itu. Tiba-tiba dia lari dengan cepat sekali dan menembus dinding kamar mandi.

" Meski sedikit takut, saya buat biasa saja. Saya kembali ke dapur dan menyalakan lampu. Saya kemudian ke kamar mandi dan memanggil 'Mak..Mak' sebab saya ingat itu Ibu

Karena tak ada jawaban, Ifah mematikan lampu dapur dan kembali ke tempat Abahnya untuk memberikan obat dan air hangat.

5 dari 6 halaman

Tak Bisa Tidur Semalaman

Waktu itu Ifah tak berkata apa-apa kepada Abahnya tentang kejadian aneh yang baru dialaminya di dapur.

" Cuma setelah itu, saya tidak bisa tidur dengan tenang karena diganggu pikiran tentang kejadian barusan," kata Ifah.

Keesokan harinya Ifah menceritakan pengalaman yang menakutkan semalam kepada ibunya.

" Ibu bilang tunggu Abah pulang kerja karena mau membawa saya berobat. Ustaz yang mengobati saya berkata bahwa mata batin saya memang sudah terbuka," ujar Ifah.

6 dari 6 halaman

Tak Pernah Diganggu atau Kesurupan

Masih bisa melihat makhluk-makhluk halus hingga sekarang, gadis ini mengaku bersyukur karena tidak pernah mengalami gangguan.

" Bila pergi berobat ke ustaz-ustaz lain, mereka bilang saya kuat sebab dari kelas 3 hingga sekarang masih bisa melihat hal-hal ghaib," kata Ifah.

Seakan-akan tidak dapat menerima kenyataan tersebut hingga pernah merasa tertekan pada awalnya, Ifah perlahan-lahan mulai menyadarinya dan menganggap kelebihannya itu pasti punya hikmah tersendiri.

" Saya tidak pernah kesurupan atau semacamnya... Alhamdulillah, Allah selalu menjaga saya," pungkas Ifah.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar