Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Isabella Guzman (Foto: Daily Mail)
Dream - Nama Isabella Guzman kembali menjadi perbincaraan hangat di berbagai sosial media.
Sedikit pengingat, Isabella Guzman merupakan wanita asal Colorado, Amerika Serikat, yang tega membunuh ibu kandungnya pada tahun 2013.
Pada saat pembunuhan, usia Isabella masih seorang remaja yakni berusia 18 tahun.
Meski ia terbukti menikam ibunya, ia tidak dinyatakan bersalah dalam pengadilan.

Dilansir Daily Mail, 7 September 2020, gadis kelahiran tahun 1995 itu, dinyatakan memiliki gangguan kejiwaan sehingga ia harus dibawa ke rumah sakit jiwa di Institut Kesehatan Mental Colorado di Pueblo.
Pihak kejaksaan, George Brauchler menagatakan ini adalah kasus pembunuhan yang mengerikan dan kejam yang pernah dilakukan seorang anak perempuan terhadap ibu kandungnya.
Bagaimana tidak, gadis asal Colorado tersebut secara sadis menikam ibunya sebanyak 151 kali di bagian wajah dan leher yang membuat ibunya meninggal dunia.
" Tetapi sistem kami adalah sistem yang tidak hanya sarat dengan hukuman atau penjara, tetapi juga terikat pada keadilan, dan kamu harus melihat komponen ini, yaitu kesehatan mental," tegas George Brauchler.
Dalam kesaksiannya, Dr. Richard Pounds mengatakan jika Isabella didiagnosis mengidap skizofrenia paranoid. Gejala utama skizofrenia yakni paranoid yang berujung pada delusi dan halusinasi
" Ada tanda-tanda halusinasi yang jelas. Dia menatap ke ruang hampa, berbicara dengan orang-orang yang tidak ada, dan dia menertawakan dirinya sendiri," kata Dr. Richard Pounds.
Gangguan jiwa itu diakibatkan trauma masa kecil. Diketahui, ayah dan ibunya bercerai sejak dia masih kecil. Isabella dan ibunya, Yun-Mi Hoy kerap bertengkar, apalagi semenjak ibunya menikah lagi dengan seorang pria bernama Ryan Hoy.
Menurut kepolisian, Isabella semakin sering melawan dan bertengkar dengan ibunya sejak pernikahan kedua ibuya. Diduga Isabella kesal dengan ibunya yang menikah lagi.
Sehari sebelum membunuh ibunya, Isabella bertengkar hebat hingga meludahi ibunya. Isabella juga sempat mengirimkan email kepada ibunya yang berisi " Kau akan menebusnya" .
Ketika menerima email tersebut, ibunya sempat menelpon pihak kepolisian dan meminta datang ke rumahnya. Hingga akhirnya, polisi datang memenuhi permintaan ibunya.
Polisi datang dan tidak menemukan perdebatan atau kekacauan di rumah itu. Namun, polisi memperingatkan Isabella jika ibunya bisa saja mengusirnya dari rumah akibat perilaku yang diperbuat.
Sehari setelah ancaman melalui e-mail tersebut, Isabella melancarkan aksinya di rumah ibunya di blok 2600 Jalan South Lima. Kala itu, ayah tiri Isabella, Ryan Hoy ada disana dan mencoba membuka pintu kamar mandi, namun Isabella mendorong dengan punggungnya.

Lalu, Ryan Hoy melaporkan kejadian tersebut dengan menelpon 911. Ketika polisi tiba, mereka menemukan jasad Yun-Mi Hoy dengan tubuh telanjang di kamar mandi lantai dua dengan kondisi banyak luka robek dan tusukan. Yun-Mi Hoy dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian pada pukul 10:28 malam.
Isabella diringkus dalam waktu 16 jam semenjak ditetapkan sebagai buronan. Saat itu, usianya masih 18 tahun, dan kini ia sudah berumur 25 tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya