Tukang Pijat ala Thailand Injak Pasien Kerempeng, Akibatnya Sungguh Fatal

Reporter : Sugiono
Rabu, 3 April 2019 16:01
Tukang Pijat ala Thailand Injak Pasien Kerempeng, Akibatnya Sungguh Fatal
Tidak hanya membuat sakit di kakinya bertambah parah, tapi pasien harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya.

Dream - Mulai sekarang sebaiknya berhati-hati memilih pemijit yang memakai teknik tak biasa. Apalagi jika kamu tahu si pemijit memiliki bobot di atas rata-rata. Jangan sampai pengalaman mengerikan dialami seperti ibu dari Thailand ini.

Pada Desember 2018, Pranom Tiengtrong mencoba teknik pijat ala Thai. Dia berharap teknik pijit ini bisa menghilangkannya dari penderitaan rasa sakit di kakinya yang telah berlangsug cukup lama. 

Apes. Justru teknik pijat ala Thai yang mengandalkan injak-injak itu malah membuat sakit di kakinya bertambah parah.

Tidak itu saja, Tiengtrong harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya. Sekarang dia lumpuh.

Kisah yang terjadi di Rayong, Thailand ini diawali ketika Tiengtrong pergi ke seorang tukang pijat yang lebih dikenal dengan nama Dr. Happy.

1 dari 3 halaman

Mulai Curiga Saat Diminta Berbaring

Tukang pijat berusia 21 tahun itu melakukan pijatan ala Thailand dengan 'berjalan-jalan' di atas kaki Tiengtrong.

Dr. Happy yang bernama asli Kiattisak Chaiwimon itu terlihat berdiri dan menyandarkan berat tubuhnya di kaki wanita 42 tahun tersebut.

Tentu saja, Tiengtrong menjerit-jerit kesakitan. Tiengtrong tak menyangka pijatan Dr. Happy tidak seperti tukang pijat pada umumnya.

" Saya pikir itu adalah pijatan normal, dengan memijat dan meremas otot-otot. Saya juga bingung ketika dia meminta saya untuk berbaring di lantai," kata Tiengtrong.

Meskipun Tiengtrong sudah memohon untuk menghentikan pijatannya, Dr. Happy tidak menggubris permintaannya, dan terus menginjak kedua kakinya.

2 dari 3 halaman

Tulang Paha Patah, Pergelangan Kaki Terkilir

Akibatnya, Tiengtrong merasa lebih buruk setelah mendapatkan pijatan karena ada sesuatu yang sangat salah di kakinya.

Pemeriksaan X-ray di rumah sakit mengungkapkan bahwa tulang pahanya patah dan pergelangan kaki kirinya terkilir.

Tentu saja hasil pemeriksaan tersebut membuat Tiengtrong lemas. Bagaimana tidak? Dia terpaksa kehilangan pekerjaannya sebagai penjual makanan kaki lima.

Belum lagi, dia membutuhkan biaya tak sedikit untuk menyembuhkan kakinya yang sudah hancur akibat pijat ala Thailand.

" Saya tidak tahan lagi karena kaki saya sangat menyakitkan. Itu benar-benar memengaruhi pekerjaan saya - saya tidak bisa memasak atau menjual makanan lagi. Saya tidak punya penghasilan dan suami sudah meninggalkan saya," tambahnya.

 

3 dari 3 halaman

Ternyata, Tukang Pijat Abal-abal

Tetangga Tiengtrong memang mencoba menghubungi Dr. Happy, untuk membayar tagihan medis. Malang, nomor kontak yang dihubungi ternyata tak dijawab. Si pemijat  itu sudah keburu kabur.

Sebagai upaya terakhir, Tiengtrong melaporkan Dr. Happy ke polisi yang berhasil menjemput paksa di rumahnya pada Rabu lalu.

Di hadapan petugas, Dr. Happy mengatakan belajar teknik pijat 'berjalan-jalan' dari sebuah panti pijat terkenal.

Dalam pengakuannya kepada polisi, dia mengklaim sudah berhasil menyembuhkan ribuan pelanggan selama kariernya. Hanya kali ini saja pasiennya bermasalah.

" Dia menangis kesakitan berkali-kali tetapi saya memintanya untuk bertahan karena saya merasa tulang-tulangnya hampir terhubung dengan sendi. Tapi saya tidak menyadari bahwa dia menangis karena tulangnya patah," kata Dr. Happy di hadapan petugas.

Polisi mengatakan Dr. Happy menjalankan profesi tanpa memiliki izin sebagai ahli pengobatan tradisional. Yang mengejutkan, panti pijat terkenal yang dia maksud sebenarnya adalah rumahnya sendiri!

(Sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar