Dream - Kecelakaan tragis yang dialami saat berusia 10 tahun, memaksa Ibrahim Hamadtou untuk merelakan kedua lengannya.
" Tetapi saya sangat mencintai tenis meja," ujar Ibrahim, seperti dilansir New York News.
Keterbatasan fisik bukan halangan Ibrahim berpretasi. Kecintaannya terhadap tenis meja membuat pria Mesir ini kembali bangkit menjalani kehidupan.
Tiga tahun pasca kecelakaan, Ibrahim mulai memusatkan pelatihan tenis meja tanpa menggunakan lengan. Mulanya berlatih dengan mengapit raket di ketiak. Tapi tidak berhasil.
Akhirnya setelah mencoba menggunakan mulut, dia semakin mantap menekuni permainan ini. Ibrahim mengatakan alasan yang memotivasinya,
" Hal terbaik dalam hidup saya adalah istri saya. Dia adalah segalanya bagi saya. Kedua, tenis meja. Saya menemukan kesuksesan terbesar untuk menemukan sebuah kemenangan."
Berkat kepiawaiannya itu, Ibrahim diundang ke Tokyo untuk melawan beberapa pemain tenis meja tingkat dunia. Berikut rekaman saat Ibrahim Hamadtou bertanding (Ism, Sumber : Youtube/Anthon Tirtonady)