Dream - Semula, semua laporan reporter Press TV itu lancar-lancar saja. Dia dengan lugas melaporkan kondisi warga Gaza, Palestina, yang tengah digempur oleh tentara Israel.
Reporter berkerudung itu memaparkan pederitaan warga Gaza. Banyak warga terluka, bahkan beberapa di antaranya meregang nyawa dan bahkan kemudian tewas. Beberapa di antaranya adalah anak-anak.
Wartawati itu melaporkan warga Gaza, khususnya anak-anak, setiap hari hidup dalam penderitaan. Dia menyayangkan para pemimpin yang tidak peduli. Bahkan, Mesir tak mau membuka perbatasan mereka untuk para pengungsi.
Namun, di tengah laporan itu, tiba-tiba air matanya mengalir. Segera air mata di pipi itu dia usap dengan jemarinya. Suaranya tergetar. Kalimatnya terbata. Seolah tak kuasa melaporkan penderitaan warga Gaza yang menghadapi penderitaan teramat berat.
Sejurus kemudian reporter itu tampak gugup dan membolak-balik catatan kecil di tangan kirinya. Video itu diunggah oleh Representative Press ke laman Youtube pada 21 Juli 2014.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak