10 Amalan di Bulan Ramadan 2021 dan Keutamaan Didalamnya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 22 April 2021 10:55
10 Amalan di Bulan Ramadan 2021 dan Keutamaan Didalamnya
Setiap ibadah yang dilakukan akan berlipat ganda pahalanya.

Dream – Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Setiap ibadah yang dilakukan akan berlipat ganda pahalanya.

Tak sekadar puasa, banyak amalan ibadah sunnah lainnya yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sepanjang bulan Ramadan ini.

Meskipun Ramadan 2021 masih berbeda karena wabah virus covid-19, namun bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan ibadah-ibadah yang dianjurkan selama bulan Ramadan.

Berikut amalan-amalan yang dapat kamu lakukan selama bulan Ramadan.

1 dari 8 halaman

Amalan di Bulan Ramadan

Ilustrasi© Shutterstock

Sholat Tarawih

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadan. Pahalanya yang berkali lipat, tidak kalah dengan ibadah saat berpuasa. Untuk itu sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih selama bulan Ramadan.

Saat pandemi virus covid-19, sholat tarawih di masjid-masjid pun ditiadakan. Meski kini dibeberapa dearah sudah diperbolehkan menggelar tarawih di masjid dengan menggunakan protokol kesehatan. Namun, kamu juga masih tetap bisa melakukan sholat tarawih selama dirumah.  

Membaca AlQuran

Membaca Al-Quran memang tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadan. Namun saat Ramadan tiba, sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca AlQuran.

Biasanya tadarus AlQuran dibaca saat selesai melakukan sholat tarawih. Dengan berada dirumah, kamu dapat menambah waktu untuk membaca AlQuran.

Bulan Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk mengkhatamkan AlQuran. Untuk itu semakin sering membacanya, kamu semakin sering dapat mengkhatamkan AlQuran.

 

2 dari 8 halaman

Sholat Tahajjud

Sholat malam atau biasa disebut dengan sholat tahajjud sangat besar pahalanya. Terutama jika dapat dilakukan saat bulan Ramadan. Pahala berlipat ganda akan menjadi ganjarannya.

Aisyah Radhiyallahu`anhu berkata, " Jangan tinggalkan sholat malam, karena sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau Sholat dengan duduk." [HR. Abu Dawud & Ahmad]. 

Itikaf

Amalan lain yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan adalah itikaf. Itikaf adalah berdiam diri untuk melakukan ibadah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt.

Itikaf biasanya dilakukan di masjid. Namun dengan adanya larangan untuk berkumpul diluar rumah, maka itikaf saat Ramadan tahun dapat diganti dengan melakukannya dirumah.

Biasanya itikaf dilakukan sepuluh hari menjelang berakhirnya bulan Ramadan.  Sebagaimana hadits yang disampaikan Aisyah ra, Nabi shallallahu alaihi wa sallam beritikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian istri-istri beliau pun beritikaf setelah kepergian beliau. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

3 dari 8 halaman

Ilustrasi Berdoa© Foto : Shutterstock

Berdzikir

Amalan selanjutnya yang dapat kamu lakukan selama bulan Ramadan adalah memperbanyak dzikir.

Baik dilakukan saat pagi, siang atau pun malam hari, dzikir tetap dapat diamalkan. Terutama lagi pada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa seperti disepertiga malam, menjelang berbuka puasa, atau pun saat sahur.

Menghidupkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang hanya ada pada bulan Ramadhan. Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam tersebut, sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memperbanyak doa dan dzikir serta memperbanyak taubat.

4 dari 8 halaman

Bertaubat

Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak taubat pada bulan suci ini.

Betapa banyak dosa-dosa yang telah dilakukan. Namun dalam bulan Ramadhan, Allah menjanjikan pengampunan.

Allah swt. berfirman,” Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa. Sesungguhnya, Dialah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu. Dan berserah dirilah kepada-Nya, sebelum sebelum datang azab kepadamu, kemudia kamu tidak dapat ditolong.” (QS. Az-Zumar: 53-54).

Menjaga silahturrahmi

Menjaga silahturrahmi adalah salah satu faktor umur panjang dan lapangnya rezeki.

Nabi Muhammad pernah bersabda: " Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." [Muttafaqun ‘alaihi].

Menyambung silahturrahmi ditengah-tengah pandemi tidak harus datang berkunjung. Namun bisa melalui sambungan telepon atau pesan pribadi lainnya.

 

5 dari 8 halaman

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Memperbanyak Sedekah

Dibulan Ramadan sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Bukan hanya untuk mendapatkan pahala berlipat ganda, namun dengan bersedah kamu dapat membantu meringankan beban orang lain.

Imam Izzudin al-Sulami mengatakan orang yang berpuasa ketika dia merasakan lapar, dia mengingat rasa lapar itu.

Hal itulah yang memberikan dorongan kepadanya untuk memberi makan pada orang yang lapar. (Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami, Maqâshid al-Shaum, hlm 16).

Membayar Zakat

Salah satu amalan yang hanya ada pada bulan Ramadan adalah membayar zakat fitrah.

Zakat fitrah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta. Namun juga sebagai upaya untuk membersihkan diri. Begitu banyak keutamaan dan manfaat bagi orang-orang yang mengeluarkan zakat fitrah.

6 dari 8 halaman

Keutamaan di Bulan Ramadan

Ilustrasi Berdoa© Foto : Shutterstock

Bulan Ramadan juga memiliki banyak keutamaan. Berikut ini keutamaan-keutamaan dibulan Ramadan:

Bulan Diturunkannya AlQuran

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah berfirman:

" Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa) maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu sekalian bersyukur.”

Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

Dalam hadis Rasulullah SAW dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa Allah menutup pintu neraka saat Ramadan dan membuka lebar-lebar pintu surga bagi siapapun yang ingin memasukinya.

Hal ini dibuktikan dari hadis Rasulullah SAW., dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang keutamaan bulan Ramadhan, bulan suci yang penuh berkah.

Hadis ini tertulis dalam Kitab Shahih Bukhari juz 3 halaman 32, yang artinya: " Apabila datang bulan Ramadan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan yang jahat dibelenggu." (HR. Bukhari)

Sementara, keutamaan Ramadan juga tercantum dalam hadis lain yang juga diceritakan oleh Abu Hurairah, yang dijelaskan dalam kitab Sunan at Turmudzi, halaman 682:

" Diceritakan dari Abu Hurairah, bahwa Rasaulullah SAW., bersabbda: ‘Apabila datang awal malam hari di bulan Ramadan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surge dibuka tidak ada satu pintupun ditutup.’ Dan seorang penyeru menyerukan, ‘ Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan, tahanlah. Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu yang terjadi setiap malam." (HR. Turmudzi)

7 dari 8 halaman

Malam Seribu Bulan

Dalam Ramadan terdapat malam seribu bulan, yaitu Lailatul Qodar. Malam Qadar merupakan malam penuh kemuliaan dan keberkahan. Malam ini terletak pada malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Malam Qadar disebut lebih baik daripada seribu bulan. Allah berfirman dalam surat Al-Qodar ayat 1-3: " Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada Lailatul Qodar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."

Bulan Pengampunan Dosa

Ramadan merupakan kesempatan paling baik untuk penghapusan dosa-dosa. Nabi Muhammad bersabda: " Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim)

Dengan berpuasa saat Ramadan, bisa menghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan. " Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan Nabi Muhammad bersabda: " Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan sholat malam pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT., niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

8 dari 8 halaman

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Pahala Dilipatgandakan

Allah meli[atgandakan pahala ibadah selama Ramadan. Dalam hadis, Nabi Muhammad bersabda: " Pahala umroh pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara, riwayat lain menyebutkan " Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi)."

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, " Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadan maka perbanyaklah berinfak, karena infak di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infak di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain."

Bulan Mustajab

Doa yang dipanjatkan saat Ramadan lebih mustajabah. Rasulullah SAW bersabda: " Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari apai neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan." (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid mengatakan bahwa perowi hadis ini tsiqah (terpercaya).

Dalam hadis lain Nabi Muhammad bersabda: " Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi." (HR. at Tirmidzi).

Menurut Syaikh Abu Zakariyah Yahya bin Syaraf an Nawawi ad Dimasqi dalam kitab al Majmu Syarhu al Muhadzab juz 6 halaman 375, menyebut bahwa hadis ini mengandung arti doa yang dipanjatkan orang berpuasa masuk dalam kategori sunnah, yaitu yang dipanjatkan dari awal hingga akhir puasa.

Sedangan, Syaikh an Nawawi dalam kitab yang sama mengatakan, disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdoa demi keperluan akhirat dan dunianya, dan pada perkara yang ia sukai. Beliau juga mengingatkan agar tidak lupa mendoakan kaum muslimin lainnya.

Allah Membebaskan Siksaan Neraka Tiap Malam Ramadan

Dalam hadis riwayat Ahmad, Nabi Muhammad bersabda: " Pada setiap (waktu) berbuka, ada orang-orang yang dibebaskan Allah (dari siksa neraka)."

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

 

 

Beri Komentar