6 Alasan yang Membolehkan Wanita Minta Cerai

Reporter : Puri Yuanita
Sabtu, 12 November 2016 18:02
6 Alasan yang Membolehkan Wanita Minta Cerai
Para ulama menyebutkan, ada 6 perkara yang membolehkan seorang wanita meminta cerai dari suaminya.

Dream - Perceraian adalah satu hal yang sangat dibenci Allah. Bahkan Allah SWT mengancam tak akan memberikan surga pada wanita yang meminta cerai dari suaminya.

Sebagaimana dengan hadis Rasulullah SAW berikut ini. Beliau bersabda, " Wanita mana saja yang minta cerai pada suaminya tanpa sebab, maka haram baginya bau surga." (HR. Abu Dawud: 2226, Darimi: 2270, Ibnu Majah 2055, Amad: 5/283, dengan sanad hasan)

Meski begitu, jika kondisi rumah tangga berubah, seorang wanita dibolehkan meminta cerai. Namun, harus dengan beberapa syarat dan ketentuan.

Para ulama menyebutkan, ada 6 perkara yang membolehkan seorang wanita meminta cerai dari suaminya. Perkara apa saja? Berikut ulasannya.

1. Apabila suami dengan sengaja dan jelas dalam perbuatan dan tingkah lakunya telah membenci istrinya, namun suami tersebut sengaja tidak mau menceraikan istrinya.

2. Perangai atau sikap seorang suami yang suka menzalimi istrinya, contohnya suami suka menghina istrinya, suka menganiaya, mencaci maki dengan perkataan yang kotor.

3. Seorang suami yang tidak menjalankan kewajiban agamanya, seperti contoh seorang suami yang gemar berbuat dosa, suka minum bir (khomr), suka berjudi, suka berzina (selingkuh), suka meninggalkan sholat, dan seterusnya.

Ulasan selengkapnya baca di sini.   

 

1 dari 3 halaman

Suami-Istri Melakukan `Azl` Saat Berhubungan, Ini Hukumnya

Dream - Istilah 'azl' diartikan sebagai tindakan suami mencabut kemaluan dalam berhubungan ketika mendekati ejakulasi dan menumpahkan sperma di luar rahim.

Azl boleh dilakukan seorang suami dengan berbagai tujuan. Seperti agar tidak terjadi pembuahan dan kelahiran anak, supaya anaknya sedikit, karena kasihan kepada istrinya yang lemah akibat terlalu sering melahirkan, agar tidak terlalu memberatkan istri, atau dengan maksud-maksud lainnya.

Kebolehan ini didasarkan pada sejumlah dalil yang menunjukkan diperbolehkannya azl secara mutlak. Tidak terikat dengan kondisi apapun, serta bersifat umum.

Dalil-dalil itu tidak di-taqyid (artinya tidak diikat dengan persyaratan) dan tidak di-takhshis (tidak dikhususkan) dengan dalil-dalil syari lainnya.

Hanya saja syara' telah mensyaratkan, metode azl boleh dilakukan selama tidak menimbulkan mudharat bagi suami maupun istri. (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Ijtima'i fi Al-Islam, hlm. 148).

Dalil-dalil terkait dengan hukum azl di antaranya apa yang diriwayatkan oleh Jabir RA:

" Kami pernah melakukan azl sedangkan Alquran masih turun (yakni di masa Nabi SAW)." (Hadis Sahih riwayat Abu Dawud 1/320; Nasa'i 2/71, Ibnu Hibban No. 1229, Hakim 2/162, Baihaqi 781, Abu Nu'aim dalam Al-hilyah 3/61-62).

Seandainya perbuatan itu haram, pasti Nabi SAW telah melarangnya dan tidak mendiamkan sahabat melakukannya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.  (Ism) 

2 dari 3 halaman

Berapa Kali Hubungan Intim Suami-Istri dalam Sepekan?

Dream Hubungan suami istri yang sah tidak dibatasi oleh frekuensi. Kapanpun suami atau istri menginginkannya, maka boleh ditunaikan.

Aturan dalam Islam, berapa kali hubungan intim dalam sepekan?

Dalam Islam tidak ada pembatasan berapa kali dalam sepekan untuk berhubungan. Mengenai perkara tersebut tergantung pada keadaan dan kemampuan tiap orang.

Namun sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (7: 30);

" Hubungan intim wajib dilakukan oleh suami, yaitu ia punya kewajiban menyetubuhi istrinya selama tidak ada udzur. Demikian dikatakan oleh Imam Malik."

Ada hadits pula dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatinya'

“ Wahai Abdullah, benarkan aku dapat kabar darimu bahwa engkau terus-terusan puasa dan juga salat malam?”

Abdullah bin Amr bin Al Ash menjawab, “  Iya betul wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda, “  Jangan lakukan seperti itu. Engkau boleh berpuasa, namun ada waktu tidak berpuasa. Engkau boleh salat malam, namun ada waktu untuk istirahat tidur. Ingat, badanmu punya hak, matamu punya hak, istrimu juga punya hak yang mesti engkau tunaikan. Begitu pula tenggorokanmu pun memiliki hak.” (HR. Bukhari no. 1975).

Baca ulasan selengkapnya di sini. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Khasiat Janggut Terhadap Hubungan Intim Suami Istri

Dream - Dengan memelihara janggut pria tampil lebih maskulin dan gagah. Mereka yang sudah paham, memelihara janggut adalah sebagian dari sunnah Rasulullah SAW.

Rasulullah bersabda tentang memelihara janggut dalam sebuah hadis yang artinya: " Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah janggut" (Hadis Riwayat Muslimno. 625).

Ternyata di balik dari sunnah Rasulullah itu ada rahasia tentang memelihara janggut. Disebutkan bahwa memelihara janggut akan membantu memberi kesuburan pada istri.

Ini dibuktikan dalam satu penelitian yang dibuat oleh ilmuwan Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat yang ditulis dalam 'The Amazing Fact of Human Body'.

Penelitian tersebut menemukan bahwa janggut pria mengandung hormon testosteron yang sangat diperlukan bagi kesuburan wanita. Ia mampu menstabilkan siklus haid dan mendorong pertumbuhan sel telur wanita.

Hal tentang janggut ini juga dianjurkan oleh Dr Jamnul Azhar Mulkan, seorang dokter medis, pemilik jaringan klinik juga seorang pendakwah asal Malaysia, dalam satu ceramah.

" Kepada sesiapa yang belum memiliki anak karena ada masalah kesuburan, atau jarang anak dan ingin menambah lagi, mintalah suami memelihara janggut, dan belailah selalu janggut suamimu itu.

Ini sekaligus jadi bukti tentang apa yang dianjurkan oleh Islam sejak zaman silam. Janggut dapat dibuktikan mengandung hikmah dan kelebihan secara ilmiah. Janggut merupakan faktor kesuburan untuk mendapatkan zuriat (anak). Dari segi ilmiah, janggut berfungsi mengeluarkan hormon-hormon tertentu yang dapat meningkatkan kesuburan wanita.

Untuk para istri, coba cara ini. Buka mata dari tidur jangan langsung bangun. Tengok muka suami, usap janggutnya dari dagu sampai ke ujung." (Sah)

(Sumber: eberita.org)

Beri Komentar