77 Tahun Menunggu Suami

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 12 Februari 2016 07:30
77 Tahun Menunggu Suami
"Saya hanya tiga kali menangis dalam hidup ini. Saya pasti tahu mengenang dia di kehidupan sebelumnya, sebab setiap kali saya menangis, itu untuk dia,"

Dream - Pengguna media sosial di Tiongkok tengah dibalut rasa haru biru oleh kisah Zhang Shuying, nenek berusia 93 tahun yang selama puluhan tahu merindukan suaminya yang hilang dalam peperangan. Kisah itu sudah ribuan kali disebar ulang oleh para pengguna media sosial.

Zhang bertemu dengan suaminya, Zhong Chongxin, 79 tahun silam. Kala itu usia Zhang masih 14 tahun. Keduanya lantas menikah setelah perkenalan itu.

Pada 1937, dua tahun setelah pernikahan mereka, tentara Jepang menyerbu China. Zhong pun harus pergi ke Shanghai ke medan laga memenuhi kewajibannya sebagai pejabat militer maupun rakyat China.

" Dia tiba-tiba memelukku dari belakang setelah mengucapkan selamat tinggal," tutur Zhang sebagaimana dikutip Dream dari Shanghaiist. " Dia menangis dan berjanji akan kembali kepada saya."

Setelah perpisahan itu, Zhang pergi ke Chongqing, daerah asal Zhong. Di tanah kelahiran Zhong itulah Zhang bertahun-tahun dengan penuh cemas menunggu kedatangan suami tersayang.

 77 Tahun Menunggu Suami© Shanghaiist

Namun tak ada kabar. Zhang hanya sekali saja menerima telepon dari Zhong. Pada tahun 1944, dia kemudian bertemu dengan kawan seperjuangan Zhong di jalanan dan bertanya soal nasib suaminya. Hati Zhang hancur lebur saat sang kawan itu mengatakan bahwa suaminya telah gugur.

Lima tahun berselang, atau 1949, Zhang akhirnya memutuskan menikah dengan pria lain. Dari pernikahan ini, dia dikarunia tiga anak. Tahun demi tahun, Zhang berubah semakin tua. Namun satu hal yang tak pernah berubah, dia selalu memikirkan Zhong, suami pertamanya. Akhirnya pada 1988, Zhang menceritakan isi hatinya itu kepada anak-anaknya.

Tersentuh dengan kisah sang bunda, ketiga anak Zhang yang baik hati itu mencari rimba suami pertama sang ibu. Setelah bertahun-tahun pencarian, akhirnya mereka menemukan bapak tiri mereka berada di kuil [makam] pejuang di Taipei.

 77 Tahun Menunggu Suami© Shanghaiist

Pada 22 November silam, Zhang akhirnya bertandang ke Taipei. Di sana, dia menemukan suaminya, meskipun hanya berupa pahatan nama pada sebuah plakat. Dia amati lekat-lekat plakat itu. Di situlah dia menemukan nama suaminya terpahat di antara puluhan nama pahlawan lainnya. Selama kunjungan ini, Zhang tiga kali ke kuil tersebut.

" Saya hanya tiga kali menangis dalam hidup ini. Saya pasti tahu mengenang dia di kehidupan sebelumnya, sebab setiap kali saya menangis, itu untuk dia," tutur Zhang.

Zhang pertama menangis saat mendapat kabar kematian Zhong. Tujuh puluh tahun kemudian, dia mendapat foro dari suami ke duanya, yang juga berakhir dengan air mata. Dan terakhir, air mata Zhang tumpah saat melihat nama suaminya terpahat pada plakat para pahlawan.

" Sekarang, kami tak akan terpisahkan lagi," tutur Zhang sambil berurai air mata. (Ism)

1 dari 5 halaman

Kisah Jenazah Pelacur dan Pemandi Mayat

Dream - Ada sebuah kisah menarik yang nyata terjadi di zaman Imam Malik. Diceritakan, ada seorang wanita yang sangat buruk akhlaknya. Dia selalu tidur bersama lelaki dan tidak pernah menolak ajakan lelaki.

Hingga suatu saat, tibalah ia pada hari kematiannya. Ketika jenazahnya dimandikan oleh seorang wanita pemandi mayat, tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu terlekat pada kemaluan jenazah wanita itu dan tidak mau terlepas.

Semua penduduk dan ulama gempar dengan kejadian tersebut. Bagaimana tidak, tangan si pemandi jenazah menempel hingga semua orang yang hadir di sana kehabisan akal untuk melepaskan tangan wanita itu dari jenazah.

Hanya ada dua kemungkinan untuk menyelesaikan masalah itu. Pertama, memotong tangan wanita pemandi jenazah tersebut. Kedua, kubur wanita si pemandi mayat berikut jenazah itu sekaligus ke dalam tanah.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta pendapat dari Imam Malik. Imam Malik bukan orang yang mudah memberikan fatwa. Pernah suatu ketika, Imam Malik mendapat 40 pertanyaan, tetapi yang dijawab hanyalah 5.

Ini menunjukkan betapa berhati-hatinya dan betapa sensitifnya beliau dalam menjawab masalah agama.

Kemudian, Imam Malik bertanya kepada si wanita pemandi jenazah, adakah ia berkata apa-apa kepada jenazah tersebut sewaktu memandikannya.

Wanita pemandi jenazah itu pun berkata bahwa dia pernah mencela jenazah itu sewaktu membersihkan tubuhnya dengan berkata, " Ya Allah, berapa kali tubuh ini telah melakukan zina" .

Imam Malik pun berkata pada si pemandi jenazah, " Kamu telah menjatuhkan Qadzaf (tuduhan zina) pada wanita itu, sedangkan kamu tidak mendatangkan 4 orang saksi. Maka kamu harus dijatuhkan hukuman hudud 80 kali karena tidak bisa mendatangkan saksi" .

Setelah wanita pemandi jenazah itu dikenakan hukuman 80 cambukan, baru terlepaslah tangannya dari jenazah tersebut.

2 dari 5 halaman

Misteri Berubahnya Nama Olga di Nisan

Dream - Makam komedian Olga Syahputra di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, telah dipugar. Dari sebelumnya menggunakan papan nisan kayu, kini berganti marmer.

Perubahan makam Olga terlihat di foto yang diunggah sahabat dekatnya, Chand Kelvin di akun Instagramnya, Sabtu lalu.

Di foto itu, Chand yang mengenakan baju koko dan peci putih berkunjung ke makam Olga. Tangan Chan terlihat memegang batu nisan.

Sebelum dipugar, nama di nisan tertulis Yoga Syahputra. Dan kini telah berganti menjadi Olga Syahputra bin Nurokhman, lahir: 08-02-1983, Wafat: 27-03-2015.

Di foto itu Chand menulis caption" Assalamu'alaikum mii...Pamit yaa, Doain biar besok Lancar yaa..Doa yang terbauk buat Mimi Olga..Al-Fatehah.."

 Makam Dipugar, Nama Olga di Nisan Berubah© Instagram Chand Kelvin

Chand menyempatkan nyekar ke makam Olga sebelum berangkat umroh ke Tanah Suci.

Perubahan nama di nisan Olga mengundang beragam komentar dari netizen" Koq nama nisan'y Olga Syahputra knp gak Yoga Syahputra.. Seharus'y nama asli biar nanti kirim doa'y benar2 & nyampe ke alm,"  kata salah satu netizen.

Namun, sebagian netizen lebih memilih tidak mempersoalkan itu. Mereka justru rindu dengan sosok Olga dan tak lupa mengirim doa untuk almarhum.

Sebelumnya, keluarga yang diwakili manager Olga, Mak Vera, mengatakan jika perubahan nama seorang artis hal biasa.

3 dari 5 halaman

Pemuda Ini Masuk Surga Karena Mengintip Wanita Mandi

Dream - Seorang pemuda masuk surga karena mengintip wanita mandi. Padahal seperti yang kita tahu, mengintip adalah salah satu perbuatan tercela. Apabila kita melakukannya maka kita dianggap telah melanggar norma.

Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana bisa orang yang mengintip justru masuk surga karena perbuatannya ini.

Kisah masuk surga gara-gara mengintip perempuan mandi ini bermula dari seorang pembantu Rasulullah SAW yang bernama Tsa’labah. Pada suatu hari, Rasulullah SAW mengutus Tsa’labah untuk keperluan tertentu.

Kemudian ia melaksanakan perintah nabi tersebut, namun di tengah perjalanan dia melihat ke salah satu pintu di rumah sahabat Anshor. Dari celah di pintu itu, ia melihat seorang wanita sedang mandi dan mengintip wanita itu hingga berulang kali.

Setelah perbuatannya, Tsa’labah terus ketakutan dan merasa malu atas perbuatannya tersebut. Ia takut jika suatu ketika, diturunkan wahyu oleh Allah SWT yang menceritakan perbuatan Tsa’labah tersebut.

Ia akan merasa sangat malu kepada orang-orang. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk pergi ke lembah gunung di antara Madinah dan Makkah seorang diri. Ia memutuskan untuk meninggalkan Rasul dan berjanji tidak akan kembali lagi ke Madinah.

4 dari 5 halaman

Misteri Jejak Kaki Nabi Adam di Puncak Gunung Sri Lanka

Dream - Adam's Peak atau Puncak Adam menjadi salah satu kawasan wisata ziarah yang cukup populer di Sri Lanka. Uniknya, tempat ini diziarahi dan disucikan tak hanya oleh masyarakat dari satu golongan agama.

Tempat ini dikeramatkan oleh pemeluk Islam, Kristen, Budha, Hindu dan suku asli yang ada di Sri Lanka.

Usut punya usut, Adam's Peak begitu disucikan oleh masyarakat setempat lantaran di sini terdapat situs berupa jejak kaki raksasa yang diyakini sebagai jejak kaki Nabi Adam AS.

Alasan ini pula yang melatarbelakangi pemberian nama Adam's Peak (Puncak Adam) pada tempat ini. Adam's Peak terletak di wilayah pegunungan di antara Distrik Ratnapura dan Nuwara Eliya, Provinsi Sabaragamuwa, Sri Lanka.

Puncak gunung ini menjulang tinggi hingga 2.243 meter di atas permukaan laut. Di puncak inilah terdapat sebuah situs berbentuk telapak kaki berukuran sangat besar hingga 180 cm. Masyarakat setempat meyakini telapa raksasa ini merupakan mili Nabi Adam.

Mereka percaya, ketika Nabi Adam diusir dari surga ke dunia, Beliau ditempatkan di puncak gunung ini karena letaknya yang paling dekat dan paling mirip dengan surga. Ya, masyarakat Sri Lanka memang kerap mengibaratkan tempat ini dengan surga lantaran keindahan panorama alamnya yang luar biasa.

Hingga saat ini, situs berupa jejak kaki raksasa itu masih sangat dijaga dan dilindungi di Adam's Peak. Tempat ini juga tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan yang ingin berziarah atau sekadar penasaran.

(Sumber: islamiclandmarks.com)

5 dari 5 halaman

Kisah Teladan Sang Jenderal, Tak Marah Ditilang Polisi

Dream - Dalam beberapa kali terjadi bentrok antara anggota TNI dan polisi. Belakangan diketahui pemicunya berawal dari pelanggaran lalu lintas.

Sebagai aparat mereka tak terima ditegur. Sampai akhirnya berujung keributan hingga bawa-bawa senjata.

Agar peristiwa seperti itu tak terulang lagi, ada baiknya mengetahui cerita teladan yang diberikan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mayor Bambang Soegeng.

Meski menjadi orang nomor satu di TNI AD, Bambang Soegeng manut saja ketika dihentikan polisi di jalan raya.

Bambang Soegeng memang hobi naik sepeda motor. Ceritanya tahun 1952, sang Jenderal sedang berada di Yogyakarta. Dia meminjam motor milik Haryadi, seorang pelukis. Melajulah Bambang dengan motor keliling Yogyakarta.

Begitu sampai di Perempatan Tugu, yang mengarah ke jalan Malioboro, ada lampu lalu lintas yang menyala kuning. Dia menyangka habis lampu kuning pasti lampu hijau, Bambang pun tancap gas. Tahunya malah lampu merah yang menyala.

'Pritt!' seorang polisi menyetop Bambang yang saat itu berpakaian sipil alias tak pakai seragam.

Bambang berhenti. Polisi itu menasihati panjang lebar soal peraturan lalu lintas. Dia kemudian meminta SIM milik Bambang.

Tapi betapa terkejutnya polisi itu saat melihat SIM. Pria di depannya adalah Kepala Staf TNI AD Jenderal Mayor Bambang Soegeng --saat itu TNI AD masih dipimpin jenderal bintang satu dengan pangkat jenderal mayor.

" Siaap Pak!" si polisi langsung berdiri tegak memberi hormat. Merasa tegang mengetahui baru saja mau menilang Kasad.

Namun dengan bijaksana Bambang Soegeng mengaku salah. Dia tak marah pada polisi itu. Atau menggunakan kekuasaannya supaya lolos dari jerat hukum. Padahal dia pemimpin dari seluruh prajurit angkatan darat.

" Memang saya yang salah. Saya menerima pelajaran dari Pak Polisi," kata Bambang Soegeng.

Kisah ini dimuat dalam buku Panglima Bambang Sugeng, Panglima Komando Pertempuran Merebut Ibu Kota Djogja Kembali 1949. Buku tersebut ditulis oleh Edi Hartoto dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2012.

" Hal itu masuk berita di koran Yogya, keesokan harinya saya berkesempatan membacanya," kata Putra Bambang Soegeng, Bambang Herulaskar soal kasus Kasad disetop polisi tersebut.

(Ism, Sumber: Merdeka)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna