Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Ohbulan.com)
Dream - Tugas membesarkan anak di zaman serba canggih dan menantang ini bukan hal yang mudah.
Orang tua harus bekerja siang dan malam untuk menjamin agar kehidupan tetap berlangsung nyaman. Namun mereka tak menyadari bahwa anak-anak menjadi korban sehingga terabaikan tanpa mendapat perhatian yang sewajarnya.
Seperti kisah yang dibagikan berikut ini sungguh membuat para orang tua terhenyak dan menyadari kesalahannya.
Mama Jangan Menangis, Haikal Hanya Bergurau Saja
"Akhir-akhir ini, Haikal suka menyembunyikan ponsel. Awalnya aku anggap dia hanya ingin bermain-main saja.
Sebab, dia akan tertawa senang jika berhasil membuatku bingung mencari ponsel yang dia sembunyikan. Sampai satu hari, seperti biasanya dia sembunyikan ponselku. Tapi kali ini dia sembunyikan ponselku di tempat yang benar-benar susah ditemukan.
Jadi aku menyerah dan pura-pura menangis. Saat itu terlintas dalam pikiranku bahwa cara cepat mendapatkan ponselku kembali adalah memainkan perasaan Haikal. Aku pura-pura menangis sampai Haikal datang untuk menenangkan aku.
"Mama, jangan menangis, Haikal hanya bergurau saja," kata Haikal.
"Mama tak bisa menemukan ponsel mama," kataku.
"Nah, ini ponsel Mama. Maaf, Haikal hanya bergurau saja," katanya.
"Terima kasih. Setelah ini Haikal tidak boleh lagi sembunyikan ponsel Mama. Banyak pekerjaan di ponsel Mama." kataku memberinya penjelasan.
Haikal hanya diam saja, lama sekali.
"Kenapa Haikal diam saja?" tanyaku.
© Dream
Ternyata jawaban Haikal sungguh membuatku tersadar bahwa aku telah menelantarkan tugas sebagai orang tua.
Aku lebih memilih hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti Whatsapp, Facebook, gosip, viral, dan sebagainya.
"Sebenarnya Haikal tak suka Mama lihat ponsel itu. Haikal lebih suka kalau Mama lihat Haikal. Mama tahu tidak, ponsel ini bisa merusak mata Mama? Haikal tak pernah sekali pun merusakkan mata Mama. Tapi kenapa Mama tak mau lagi suka lihat Haikal?"
Aku pun menangis mendengar jawabannya yang polos dan sederhana tapi sebenarnya adalah tamparan buatku. Aku langsung memeluknya erat-erat.
© Dream
"Ya Allah, terasa sekali tamparan buatku dari-Mu kali ini. Haikal adalah anugerah yang sebenarnya yang selalu ingatkan aku tentang amanah-Mu."
"Ya Allah. Izinkan aku untuk jadi ibu yang Haikal butuhkan. Bantu aku untuk jadi ibu yang Haikal banggakan. Bimbing aku untuk selalu memperoleh ridha-Mu selama mengemban amanah sebagai Ibu ini."
"Aku benar-benar minta maaf anakku. Mama sayang Haikal, sangat."
(Sumber: ohbulan.com)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya


Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan