Bacaan Surat Al Asr Arab, Latin, Dan Terjemahan Beserta Kandungannya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Senin, 25 Januari 2021 17:30
Bacaan Surat Al Asr Arab, Latin, Dan Terjemahan Beserta Kandungannya
Surat Al Asr memiliki keistimewaan karena mengandung peringatan tentang waktu dan keselamatan manusia.

Dream - Surat Al Asr merupakan salah satu dari bagian juz amma yang termasuk surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Makkah. Surat Al Asr terdiri dari tiga ayat sehingga termasuk golongan surat pendek di dalam Al Quran.

Imam Syafi’i rahimahullahu mengatakan, “ Seandainya Allah tidak menurunkan surat kepada makhluk-Nya, kecuali hanya surat Al Asr, niscaya sudah mencukupi mereka.”

Surat Al Asr atau demi masa adalah surah ke-103 dalam Al Quran. Surat Al Asr memiliki keistimewaan karena mengandung peringatan tentang waktu dan keselamatan manusia.

Celakalah bagi manusia yang menyia-nyiakan waktunya dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Kecuali orang yang memiliki iman, selalu menjalankan amal sholeh saling berwasiat terhadap kebenaran dan kesabaran.

Lantas surat Al Asr ini juga mengajarkan kepada manusia jika tidak memanfaatkan waktu untuk hal yang berguna maka hanya akan menjerumuskannya pada kerugian. Sebaliknya jika memaknai surat Al Asr dengan benar, maka kamu bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di jalan Allah SWT.

 

1 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al Asr

Surat Al Asr© Dream.co.id

 

wal-'asr. innal-insana lafi khusr. illallazina amanu wa 'amilua-saalihaati wa tawaasau bil-haqqi wa tawaasau bis-sabr

Artinya: “ Demi masa. sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

2 dari 4 halaman

Tafsir Surat Al Asr

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Terdapat beberapa tafsir dari surat Al Asr yang diambil dari kitab Tafsir Jalalain. Dimulai dari ayat pertama Allah bersumpah dengan menyebut masa. Masa memiliki arti waktu. Allah bersumpah dengan mahluknya, sehingga menjadi isyarat bagi Rasulullah SAW dan orang beriman lainnya.

Dengan kata lain, surat Al Asr ayat pertama ini memiliki makna supaya Rasulullah dan orang beriman lainnya memberi perhatian penuh terhadap waktu yang dimiliki.

Jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan baik yang datang kepada kita. Sebaiknya mengisi waktu dengan perbuatan baik sebab waktu tidak akan pernah bisa terulang kembali.

 

3 dari 4 halaman

Riwayat dari Sahabat

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Amalan ini dianjurkan berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan At Tabrani yang tercantum dalam kitab Al Mu'jam Al Ausath. Riwayat tersebut disampaikan oleh Abu Madinah Ad Darimi yang termasuk golongan sahabat.

Dari Abi Madinah Ad-Darimi, ia adalah seorang sahabat, ia berkata, " Ada dua sahabat Rasulullah SAW yang ketika bertemu mereka tidak akan berpisah kecuali salah satu dari mereka membaca kepada yang lainnya Surah Al Asr (Wal Asri innal insana lafii khusrin), kemudian salah satu dari mereka mengucapkan salam kepada yang lainnya."

Riwayat ini menjadi dasar dianjurkannya membaca Surat Al Asr sebelum meninggalkan majelis. Makna yang terkandung dalam surat ini adalah saling mengingatkan kepada sesama agar tidak menjadi orang merugi.

 

4 dari 4 halaman

Kandungan Surat Al Asr

Ilustrasi© Pexels.com

 

Wal-Asr (demi masa)

Al-Asr berarti waktu Ashar (sore). Bisa juga dimaknai menekan sesuatu atau memeras. Surat Al Asr mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif. Betapa banyak waktu yang kita lalui tanpa ada peningkatan iman dan amal. Surat ini mengisyaratkan waktu itu sangat berharga. Sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin. 

Innal-insaana lafii Khusr (sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian)

Khusrin itu bisa berarti negatif. Insan bermakna lupa dan merasa senang, atau sifatnya manusia. 

Illalladzina Aamanu wa 'amilus-shalihati wa tawa shau bil-haqqi wa tawashaubis-shobr (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran).

Semua manusia akan celaka kecuali mereka yang beriman kepada Allah, Malaikat, kitab-kitab, Rasul, hari akhir, qada dan qadar.

Iman adalah syarat mutlak seseorang untuk masuk surgaNya Allah. Orang-orang beriman dan beramal saleh adalah manusia terbaik.

Karakter iman manusia yaitu " Al-Imanu yazidu wa yanqush" (iman itu naik dan turun). Jadi, iman bisa naik tergantung ketaatan seseorang.

Berbeda dengan imannya para malaikat yang senantiasa sama karena tidak bertambah atau pun berkurang.

Sedangkan iman para Nabi terus meningkat dan tidak pernah berkurang meskipun diberi ujian berat.

Selanjutnya agar terhindar dari kerugian, jadilah orang yang senantiasa saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Kita tidak cukup hanya beriman dan beramal saleh, namun harus saling menasihati untuk memperjuangkan kebenaran.

Kita juga dituntut untuk bersabar. Sabar itu menjaga lisan, anggota tubuh dan perbuatan dari murkanya Allah. Kata para ulama, sabar itu ada 3 macam yaitu sabar dalam ketaatan (beribadah), sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar menghadapi takdir Allah.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

 

Beri Komentar