(Foto: Metro.co.uk)
Dream - Insiden ponsel meledak dan melukai penggunanya seringkali kita dengar. Dan untuk kesekian kalinya, kasus serupa terjadi lagi di Kota Kheriakani, India.
Menurut laporan Metro, seorang remaja bernama Uma Oram mengalami luka parah akibat ponsel merek Nokia miliknya meledak.
Tragisnya, remaja 18 tahun itu akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Uma mengalami celaka saat menggunakan ponsel yang tengah di-charge.
Uma langsung tidak sadarkan diri dengan luka-luka di bagian tangan, kaki, dan dadanya.
Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa Uma ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Namun, sayang sekali nyawa Uma tidak tertolong. Dia meninggal dunia saat tiba di rumah sakit terdekat.
Durga Prasad, kakak laki-laki Uma, kemudian bercerita tentang insiden yang menimpa adiknya itu.
© (Foto: Mashable)
Dream - " Dia berbicara dengan salah seorang kerabat sambil mengisi baterai ponselnya. Tiba-tiba baterainya meledak. Sebelum kami mengetahui apa yang terjadi, Uma sudah tak sadarkan diri dan ia dipastikan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit," tutur Durga.
Durga menambahkan adiknya memang kerap melakukan kebiasaan menggunakan ponsel sambil mengisi baterai ketika sudah habis.
Kepada wartawan, Durga mengatakan bahwa ponsel milik adiknya adalah Nokia 3310. Namun, dari foto yang beredar, ponsel tersebut sebenarnya adalah Nokia 5233.
© Dream
Sementara itu, HMD Global selaku pemegang dan produsen merek Nokia saat ini menyatakan bahwa ponsel Uma itu bukan produksi mereka.
" Meskipun kami belum dapat memverifikasi secara independen fakta-fakta dari laporan tersebut, kami memastikan bahwa ponsel tersebut bukan diproduksi atau dijual oleh HMD Global.
" HMD Global selalu berkomitmen untuk memproduksi ponsel berkualitas tinggi untuk menciptakan pengalaman yang kuat dan kepuasan bagi pelanggan," kata seorang juru bicara Nokia.
© Dream
Kisah memilukan soal baterai ponsel meledak juga dialami oleh seorang anak laki-laki dari China bernama Meng Jisu.
Meski insiden tersebut tidak mengancam jiwanya, Jisu harus kehilangan satu jari dan penglihatan mata kanannya.
Dikutip dari Daily Mail, kejadian berawal ketika Jisu memegang ponsel merek Hua Tang VT-V59 buatan China sambil mengisi baterai.
Namun, tak lama kemudian, ponsel tersebut tiba-tiba meledak dengan sangat kuatnya. Jisu ditemukan sudah tidak sadarkan diri dan bersimbah darah.
Dia kehilangan satu jari dan mata sebelah kanannya terluka parah akibat ledakan ponselnya.
Beruntung, nyawa Jisu yang berasal dari Provinsi Guangxi, Tiongkok ini berhasil diselamatkan setelah menjalani operasi selama lima jam.
Menurut Dokter Lan Tianbing yang memeriksanya, Jisu buta karena ada potongan plastik tajam yang melayang ke wajahnya dan tepat mengenai bola mata kanannya.
Dari pemeriksaan x-ray, diketahui bahwa telapak dan sejumlah bagian lain tangan kanannya terluka parah akibat ledakan tersebut.
Dokter Lan Tianbing mengatakan karena jari yang putus tidak dibawa ke rumah sakit, kemungkinan jari tersebut tidak bisa disambung kembali.
Sementara itu, laporan Guangxi News menyebutkan Jisu menjalani operasi selama lima jam untuk membuang serpihan plastik yang melekat di tangan dan matanya.
Tidak itu saja, para dokter juga melakukan cangkok kulit pada lengan kanan bagian bawahnya.
Dokter memperkirakan, 98 persen kondisi tangan Jisu akan kembali berfungsi normal di masa depan.
(Sumber: Liputan6.com/Agustinus Mario Damar)