Benarkah Dilarang Melaksanakan Puasa Syawal di Hari Jumat?

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 3 Juni 2020 17:00
Benarkah Dilarang Melaksanakan Puasa Syawal di Hari Jumat?
Sunah puasa Syawal berlaku untuk enam hari sepanjang bulan.

Dream- Usai puasa Ramadhan sebulan penuh, umat Islam dianjurkan melanjutkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal. Diperbolehkan puasa enam hari pada hari apapun di bulan tersebut kecuali pada tanggal 1 Syawal sebab itu adalah Hari Raya.

Umat Islam berlomba-lomba melakukan ibadah puasa pada bulan Syawal sebab keutamaannya yang sangat luar biasa. Rasul menerangkan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal mendapatkan ganjaran seperti puasa setahun penuh. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”

Namun, beberapa orang mempertanyakan apakah puasa sunah Syawal dilarang dilakukan pada hari Jumat?

1 dari 3 halaman

Larangan Puasa Pada Hari Jumat

Dalam hadits, Abu Hurairah berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali jika ia berpuasa pula pada hari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Bukhari no. 1849 dan Muslim no. 1929).

Juga terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Janganlah khususkan malam Jumat dengan shalat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jumat dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu.” (HR. Muslim no. 1144).

Kaum muslimin yang memahami keutamaan Jumat akan mengistimewakan hari ini untuk memperbanyak ibadah. Sehingga ketika ini dibiarkan, bisa jadi mereka hanya akan tahajud di malam Jumat dan puasa sunah di siang hari Jumat. Sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajurkan demikian.

Kedua dalil yang melarang mengkhususkan puasa pada hari Jumat di atas juga diperkuat dengan kisah dari Juwairiyah binti Al Harits radhiyallahu ‘anha berikut.

“ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuinya pada hari Jum’at dan ia dalam keadaan berpuasa, lalu beliau bersabda, “ Apakah engkau berpuasa kemarin?” “ Tidak”, jawabnya. “ Apakah engkau ingin berpuasa besok?”, tanya beliau lagi. “ Tidak”, jawabnya lagi. “ Batalkanlah puasamu”, kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari no. 1986).

2 dari 3 halaman

Maksud Dari Larangan Puasa Sunah Pada Hari Jumat

 larangan puasa hari jumat© Ilustrasi foto : unsplash

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya mengkhususkan malam Jumat untuk tahajud dan mengkhususkan siang hari Jumat untuk puasa.

Oleh karena itu, selama orang yang puasa sunah Jumat tidak ada unsur mengkhususkan hari itu untuk puasa, maka diperbolehkan. Itulah kesimpulan yang ditunjukkan dari pernyataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhir hadits, “ kecuali jika bertepatan dengan puasa yang hendak kalian kerjakan ketika itu.”

Imam Ibnu Utsaimin dalam As Syarh Al Mumthi mengatakan,

" Jika ada orang berpuasa di hari Jumat saja, bukan karena maksud mengkhususkan hari Jumat, namun karena hari itu paling longgar baginya untuk berpuasa, yang benar insya Allah tidak makruh, dan boleh dilakukan."

3 dari 3 halaman

Tidak Ada Larangan Puasa Syawal Pada Hari Jumat

Dari keterangan di atas, tidak masalah ketika seseorang puasa Syawal bertepatan dengan hari Jumat. Karena melaksanakan puasa Syawal di hari Jumat, bukan dalam rangka mengkhususkan hari Jumat. Tapi dalam rangka mengerjakan puasa syawal, hanya saja saat itu bertepatan dengan hari jumat.

Keterangan ini sesuai dengan penjelasan Imam An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, ketika beliau menjelaskan hadis di atas.

" Dalam hadis ini terdapat dalil tegas yang mendukung pendapat mayoritas Syafi'iyah dan yang sepakat dengannya, bahwa dimakruhkan puasa hari Jumat saja. Kecuali jika bertepatan dengan kebiasaan puasanya. Sehingga, jika puasa hari Jumat itu disambung dengan puasa sehari sebelum atau sehari sesudahnya atau bertepatan dengan puasa lainnya, seperti orang yang nadzar akan berpuasa jika dia sembuh, dan ternyata dia nadzar puasanya bertepatan di hari Jumat, maka hukumnya tidak makruh, berdasarkan hadis ini."

Beri Komentar