Bertemu Tuna Rungu Tetap Sampaikan Salam, Begini Caranya

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 21 November 2019 20:03
Bertemu Tuna Rungu Tetap Sampaikan Salam, Begini Caranya
Salam sudah menjadi bagian dari gaya hidup Muslim.

Dream - Mengucap salam ketika bertemu orang lain merupakan anjuran dalam Islam. Bahkan sangat ditekankan di antara sesama Muslim.

Bertukar salam sudah menjadi bagian dari gaya hidup umat Islam. Salam juga menjadi doa serta tanda keimanan dan kecintaan kepada sesama Muslim.

Patut kita sadari tidak semua orang terlahir sempurna. Ada sebagian dari saudara sesama muslim  yang tunarungu.

Mereka tidak bisa mendengar suara apapun. Sehingga, mereka tidak bisa membalas salam yang kita sampaikan.

Nah, terkait dengan para penderita tuna rungu, apakah kita tetap dianjurkan mengucap salam?

 

1 dari 5 halaman

Amalan yang Sangat Dianjurkan

Dikutip dari Bincang Syariah, ucap salam adalah amalan yang sangat dianjurkan. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Muhammad SAW berpesan tentang pentingnya mengucap salam.

Demi Zat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan Kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.

 Hijab Silaturahmi

Anjuran mengucap salam tetap berlaku ketika kita bertemu dengan tunarungu. Tentu, mereka tidak bisa mendengar salam kita.

Agar mereka paham, maka ada cara tertentu yang bisa kita pakai. Para ulama menganjurkan kita untuk menggunakan isyarat.

 

2 dari 5 halaman

Pakai Lisan Ditambah Isyarat

Imam Al Mutawalli menjelaskan menyampaikan salam kepada orang tunarungu maka kita harus mengucapkannya dengan lisan dan juga menggunakan isyarat menggunakan tangan.

Salam harus diucapkan dengan lisan karena kita mampu melakukannya. Sedangkan isyarat digunakan agar penderita tunarungu mengerti.

 3 Manfaat Jalin Silaturahmi dengan Kerabat

Jika menyampaikan salam hanya dengan bahasa lisan tanpa isyarat maka mereka tidak berhak menjawab. Begitu pula jika salam kita hanya dengan isyarat.

Hal ini dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam kitab Al Azkar.

" Imam Al-Mutawalli berkata; Jika seseorang mengucapkan salam pada orang yang tuna rungu yang tidak mendengar, maka ia harus mengucapkan salam karena ia mampu mengucapkannya dan harus menggunakan bahasa isyarat dengan tangan hingg bisa dimengerti oleh orang yang tuna rungu. Dengan ini, salamnya berhak dijawab. Jika tidak melakukan keduanya, maka salamnya tidak berhak dijawab." (mut)

Sumber: Bincang Syariah

3 dari 5 halaman

Muslimah Bimbang Berolahraga di Tempat Umum? Yuk Baca Kisah Istri Rasulullah Ini

Dream - Olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Dengan olahraga, performa tubuh tetap terjaga bahkan jadi makin bugar.

Di sisi lain, olahraga mungkin menjadi masalah serius di sebagian Muslimah. Banyak wanita yang ragu-ragu untuk beraktivitas olahraga di luar rumah.

 Muslimah Berolahraga di Tempat Umum, Mengapa Tidak?

Umumnya para wanita khawatir keberadaan mereka akan menjadi perhatian para kaum adam. 

Dikutip dari Bincang Muslimah, olahraga di tempat umum sebenarnya bukanlah penghalang bagi Muslimah. Malah aktivitas ini sangat dianjurkan.

4 dari 5 halaman

Aisyah RA Ditantang Lari Rasulullah

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Nasai, Aisyah RA pernah mendapat tantangan balap lari dari Rasulullah Muhammad SAW. Tantangan itu ditawarkan Rasulullah di hadapan para sahabatnya yang kebanyakan laki-laki.

Dari Aisyah berkata, " Aku pernah menemani Nabi SAW dalam sebuah perjalanan. Saat itu aku masih muda dan badanku belum gemuk. Nabi SAW berkata kepada para sahabat. 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu Nabi SAW berkata kepadaku, 'Kemarilah, aku akan mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian aku berhasil mengalahkan Nabi SAW, dan beliau pun terdiam saat itu. Sampai pada suatu ketika badanku sudah mulai gemuk, dan aku pun lupa entah dalam perjalanan ke mana saat itu. Beliau berkata kepada para sahabat, 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu beliau berkata, 'Kemarilah, aku akan kembali mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian beliau mampu mengalahkanku. Beliau tertawa dan berkata, 'Inilah pembalasanku'."

Derajat hadis ini adalah shahih. Sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai muatannya.

 

5 dari 5 halaman

Muslimah Boleh Olahraga di Ruang Terbuka

Berdasarkan hadis ini, Rasulullah secara tidak langsung mengajarkan umat Islam khususnya Muslimah untuk tidak ragu berolahraga di tempat umum dan terbuka. Aisyah saja diajak lomba lari oleh Rasulullah di depan para sahabatnya.

 5 Cara Merawat Kulit Saat Berolahraga

Abdul Mu'in Al Hanafi dalam kitabnya Mausu'ah Ummu Al Mu'minin menjelaskan maksud dari hadi ini.

" Lomba lari di antara suami istri menunjukkan sempurnanya hubungan suami-istri, lomba lari adalah olah raga, dan Nabi menjaga untuk berolah raga secara teratur."

Sehingga, tidak ada larangan seorang Muslimah untuk berolahraga di tempat umum. Meski demikian, dianjurkan tetap memperhatikan adab terutama dalam berpakaian yaitu dengan mengenakan baju sopan dan menutup aurat.

Sumber: Bincang Muslimah.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik