Bocah Tertidur dalam Dekapan Pengemis

Reporter : Ayik
Rabu, 11 Maret 2015 16:40
Bocah Tertidur dalam Dekapan Pengemis
Anak usia 5 tahun sudah cukup berat, hal apa yang membuat pengemis itu rela menggendong sepanjang hari.

Dream - Kerasnya kehidupan di kota besar membuat sejumlah orang rela melakukan apapun demi bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi yang tak kunjung usai. Nampak wanita yang tengah menadahkan tangan ke beberapa mobil di pinggir jalan sembari menggendong seorang balita yang tengah terlelap.

Seorang ibu sebut saja Lina, yang melihat pemandangan itu sontak merasa terlarut saat melihat wanita pengemis bersama anaknya. Anak usia 5 tahun sudah cukup berat. Hal apa yang membuat pengemis itu rela menggendong sepanjang hari.

Keesokan harinya , sosok anak kecil yang sama seperti kemarin namun ada pemandangan yang berbeda. Pengemis wanita rupanya yang berbeda, sebenarnya siapa anak kecil itu dan siapa kedua wanita yang menggendongnya.

Rasa penasaran terus menyelimuti hati Lina. Hingga suatu hari saat Lina bersama suaminya berolahraga di jantung ibukota, Lina kembali bertemu dengan bocah tersebut. Tak ingin melewatkan kesempatan itu, Lina langsung mendatangi pengemis wanita yang menggendong bocah tersebut.  (Baca: Mati Suri 36 Kali Sampai Uang Rp 390 Juta Dibakar Istri)

" Itu anak ibu? Dia kenapa? Sakit?" tanya Lina penasaran.

" Iya sedang demam," jawab pengemis singkat

" Kenapa dia selalu tertidur? Ayo biar saya antar ke dokter."

Pengemis wanita itu terus berjalan semakin cepat dan menghindar dari pertanyaan-pertanyaan Lina. Dapat Lina simpulkan bocah itu merupakan korban sindikat pengemis yang membuat bocah itu terus tertidur. Ingin tahu lebih lanjut mengenai kisah ini? Yuk selengkapnya Baca di sini. (Ism) 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

1 dari 6 halaman

Sering Dikira Pengemis, Kini Sugimin Jadi Pengusaha Sukses

Dream - Menjelang siang Sugimun pergi ke Solo untuk membeli mobil. Begitu masuk ke sebuahshoowroom mobil, seorang karyawan menghampiri dia.

Bukannya menyambut, ia justru buru-buru mengulurkan uang recehan kepada Sugimun. " Oh, saya bukan pengemis, mas. Saya cari mobil," kata Sugimin sambil tersenyum.

Si karyawan itu kaget dan cepat-cepat masuk ke dalam sambil menanggung malu.

Menurut Sugimun, karyawan itu mengira ia seorang pengemis karena menggunakan kursi roda, " Waktu itu sopir saya sudah duluan masuk showroom," kenang Sugimun.

Lelaki yang lahir tahu 1970, di dusun Mojopuro, Magetan, Jawa Timur ini adalah pemillik toko elektronik 'Cahaya Baru' di kota Trenggalek dan Magetan, Jawa Timur.

Bagi orang Trenggalek, Magetan dan sekitarnya, nama toko itu sudah tidak asing lagi. 'Cahaya Baru' dikenal sebagai toko elektronik yang cukup besar. Omzetnya kini sudah mencapai Rp 150 juta per bulan.

Keberhasilan Sugimun seperti sekarang tidak lepas dari usaha dan doa ibunya. Maklum, selain sejak kecil cacat, Sugimun juga lahir dari keluarga miskin.

Saking miskinnya, ia tidak sempat mengenyam pendidikan formal. " Sekolah TK saja enggakpernah," kata dia.

Ia sempat mencoba mencari kerja tapi kebanyakan berujung pada penolakan. Yang menyedihkan, seringkali ia disangka pengemis saat melamar pekerjaan. Penasaran kisah lengkapnya? klik tautan http://bit.ly/1u2U9to

2 dari 6 halaman

Kisah Haru Anak Pengemis Berprestasi

Dream - Gubuk itu sudah reot. Tiangnya bahkan tak lagi berdiri sejajar. Atap dari daun rumbia pun sudah tak utuh. Setengahnya sudah rontok akibat lapuk termakan usia.

Dinding dari papan pun tak terpasang rapi. Jarak antar papan merenggang, bercelah seukuran tiga jari. Sehingga, apapun yang dilakukan di dalam gubuk itu dengan mudah terlihat oleh siapapun yang berada di luar.

Di gubuk selebar tiga depa itulah Nurliyah menghabiskan hari-harinya. Perempuan berusia 37 tahun ini sudah hidup 14 tahun di Desa Asan Kumbang, Kecamatan Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, itu.

Tak ada listrik, begitu juga televisi. Penerangan satu-satunya ketika malam tiba hanyalah lampu minyak biasa. Namun warga miskin itu tetap semangat menjalani hidup. Bersama Irhana, anak semata wayang yang berusia 15 tahun, Nurliyah mencoba untuk tetap tegar.

" Rumah ini dibangun warga 14 tahun lalu. Namun sekarang sudah reot,” kata Irhana dikutipDream dari Atjeh Post, Selasa 23 September 2014.

" Sekarang lagi musim hujan. Jadi kardus itu basah akibat hujan. Biasanya kardus ini mamak gunakan untuk menutup celah dinding jika malam tiba," tambah dia sambil menunjuk tumpukan kardus basah di gubuknya, Senin kemarin.

Di dekat pintu, beberapa helai baju yang dijemur terlihat basah. " Ini juga basah karena hujan semalam. Atap rumah setengah memang sudah jatuh," ujarnya pelan.

Menurut Irhana, rumahnya itu digunakan sebagai kamar tidur, dapur, tempat belajar, sekaligus untuk salat. " Kalau hujan ya bergeser ke sudut lain. Kalau terlalu deras ya tunggu di rumah tetangga atau emperan toko orang," kata siswi SMP Ulee Glee ini.

Biarpun dengan keterbatasan ekonomi, Irhana mengaku tetap bersekolah untuk masa depannya. Dia termasuk siswa berprestasi sehingga mendapat beasiswa pendidikan.

" Mamak biasanya mengemis di jalanan. Sedangkan Bapak tidak tinggal di sini karena sudah lama cerai," katanya.

Irhana berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan bantuan rumah layak huni kepada dia dan orangtuanya agar tak lagi basah kuyup saat hujan turun.

Gubernur terharu

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, dan rombongan bertandang ke rumah Irhana pada Senin sore, 22 September 2014. Setiba di sana, raut muka orang nomor satu di Aceh itu tampak sedih. Doto Zaini –sapaan Zaini Abdullah– beberapa kali mengamati gubuk tersebut dari arah dekat. " Ini harus dibantu. Harus," ujarnya berulang-ulang.

Kedatangan Zaini ke Desa Asan Kumbang membuat geger warga. Dalam sekejap rumah Irhana dipenuhi oleh warga. Karena takut rumah tersebut roboh, Doto Zaini memilih berdialog di jalan kampung.

" Mohon dibantu Pak Gubernur. Mamaknya Irhana sedikit stres. Kasihan gadis itu tinggal di gubuk seperti ini," ujar warga desa setempat.

Sedangkan Zaini hanya mengangguk ringan. Sebelum meninggalkan lokasi, Gubernur Zaini juga menyerahkan santunan melalui Irhana. " Tolong diberikan juga beasiswa kepada anak ini," ujarnya lagi kepada beberapa kepala SKPA yang menyertai rombongan.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Aceh, Hasanuddin, mengatakan akan memprioritaskan bantuan rumah dhuafa untuk Irhana dan orang tuanya pada APBA 2015. " Namun syaratnya harus ada keterangan surat kepemilikan tanah dari desa. Rumah yang akan dibangun bertipe 36," ujarnya.

Sumber: http://bit.ly/1wIfmbq

3 dari 6 halaman

Kisah Pengemis Kaya: Tinggal di Hotel Mewah, Naik Land Cruiser

Dream - Dengan nafas terengah-engah sambil mendorong-dorong gerobak, lalu menengadahkan tangan kepada setiap orang yang dijumpainya. Itu sudah jadi pekerjaan Edi Supriyadi saban hari.

Kakek berusia 78 tahun ini rela jauh dari kampung halaman dan bekerja di Jakarta, demi mencari uang yang lebih untuk menghidupi keluarganya. Sadar tak memiliki kemampuan yang lebih, Edi pun tak masalah harus mengemis di sekitar Kecamatan Senen.

Dari hasil mengemis setiap hari, Edi mendapat keuntungan fantastis. Setelah digeledah ada sejumlah uang tunai senilai Rp 11 juga di dalam tasnya. Ini lengkapnya http://bit.ly/1uFxdAu (Ism)

4 dari 6 halaman

Kumar, Pengemis Kaya yang Punya Bisnis Properti Rp 2,5 Miliar

Dream - Seorang pengemis di India dikabarkan memiliki properti senilai lebih dari 12 juta rupee (Rp 2,5 miliar) dan tabungan sekitar 500 ribu rupee (Rp 100 juta).

Terbongkarnya kasus pengemis jutawan asal distrik Patna, Bihar, India yang diketahui bernama Pappu Kumar, bermula saat polisi mengadakan rasia gelandangan dan pengemis (gepeng) di sekitar stasiun Patna.

depresi-berat-endingnya-cuma-.html" id="link-box-terkait-5" data-position="5">Pemuda Pacaran Sejak SMP Sampai Sudah Kredit Rumah Tiba-tiba Diputusin, Depresi Berat Endingnya Cuma Jagain Jodoh Orang

Saat itu Kumar menolak meninggalkan persimpangan kereta api Patna yang merupakan 'kantornya' untuk mengemis selama 7 tahun terakhir.

Saat digeledah polisi, di baju Kumar terdapat 4 kartu ATM dari empat bank berbeda. Dalam pemeriksaan lanjutan polisi mendapati Kumar punya dana 500 ribu rupee di empat bank tersebut. Dia juga punya bisnis properti dan simpan pinjam.

Tentu saja, penemuan tersebut mengejutkan para polisi yang menangkap Kumar yang katanya punya cita-cita jadi insinyur tapi banting setir jadi pengemis itu. Kumar mengaku dia terpaksa jadi pengemis karena nasib yang menuntunnya.

" Aku lulus ujian dengan nilai yang sebenarnya mencukupi untuk masuk universitas. Impianku adalah menjadi insinyur rekayasa," kata pengemis jutawan 34 tahun itu berkisah.

Namun ia mengaku mengalami kecelakaan serius sehingga beberapa bagian tubuhku sulit digerakkan. " Aku tidak punya pilihan selain beralih menjadi pengemis untuk mencari nafkah secukupnya. Masalahnya, keluargaku tak mengakui aku sebagai anggota keluarga sejak kecelakaan itu," imbuhnya.

Kumar kemudian bercerita ia mendapat warisan berupa tanah seluas 33.500 meter persegi. Namun ia menjualnya dan menaruh uangnya dalam bentuk investasi real estate. 
Saat ini, ia mengaku nilai bisnisnya itu adalah 12 juta rupee. Tak hanya itu, Kumar mengatakan dia juga meminjamkan uang kepada orang lain.

Polisi menyarankan Kumar untuk mengobati sakitnya dan hidup bahagia. Tapi Kumar tidak menunjukkan minatnya. Ia bahkan mengatakan bahwa jika fisiknya terlihat sehat, siapa yang mau memberi uang kepadanya.

Polisi mengatakan mereka sering kucing-kucingan dengan para gepeng di sekitar rel kereta api di Patna. Setiap diusir, mereka akan kembali lagi.

" Kita tidak tahu mengapa dia ngotot menjadi pengemis," kata seorang polisi kereta api Inspektur Rajesh Lal.

(Ism, Sumber: Gulf News)

5 dari 6 halaman

Joe, Pengemis Tajir Penakluk 156 Wanita

Dream - Seorang pemuda bernama Joe memilih jadi pengemis di sekitar Manhattan, New York. Namun Joe bukan pengemis sembarangan. Pemuda 26 tahun ini telah mengalahkan gaya hidup pria kaya yang sebagian bermimpi dikelilingi banyak wanita.

Bermodalkan empat potong baju dan rayuan mautnya, Joe sesumbar telah berhubungan dengan 156 wanita selama setahun. Joe bahkan mengaku pernah ditawari menginap berhari-hari oleh wanita yang ditemuinya.

Jika siang hari, Joe akan menjalankan profesinya sebagai pengemis. Dia juga sering datang ke toko-toko sekitar Manhattan untuk mencari sampel gratis produk perawatan tubuh seperti deodoran dan hair gel. Kadang dia juga menghabiskan uang hasil mengemisnya untuk menjaga penampilannya. 

" New York City sangat luar biasa. Kota ini memiliki 8 juta orang sehingga aku bisa memilih gadis mana saja yang aku suka," katanya. " Kerjaku hanya agar tampil menyakinkan. Aku pergi ke toko untuk merapikan rambut dan menyemprotkan deodoran agar tak terlihat seperti gelandangan."

Dalam menjalankan aksinya, Joe memilih gadis secara acak. Dia akan merayu dan bersedia menikahinya. Semuanya dilakukan hanya untuk menyenangkan mereka.

Joe mengaku menjadi gelandangan karena diusir ibunya yang memergokinya membawa narkotika. Namun Joe tidak menyesal. Kendati demikian Joe berpesan agar para pemuda tidak meniru apa yang dilakukannnya. " Jangan pernah sepertiku. Hidup tak tentu arah ini bukan untuk semua orang."

Kisah-kisah tentang pengemis kaya, yang pura-pura miskin dan penghasilan super-besar banyak terjadi di sekitar kita. Ini beberapa diantaranya: (Ism, Sumber: Mirror)

6 dari 6 halaman

Pengemis Tajir di AS: Tinggal di Apartemen Mewah, Naik Mercy

Dream - Seorang wanita di California, Amerika Serikat mengaku sering melihat perempuan hamil dan seorang bocah mengemis di pinggir jalan saat mengisi bensin di sebuah SPBU.

Kemudian pada suatu hari, dia melihat seorang pria dengan Mercedes-Benz menjemput keduanya dan langsung pergi.

Penasaran, dia mengikuti Mercedes itu. Dan saat mendahului mobil itu, dia melihat keduanya duduk di depan sambil menghitung uang dan tertawa-tawa.

Dia terus membuntuti mereka hingga mobil itu berhenti dan menurunkan kedua pengemis tadi. Perempuan hamil dan bocah itu mengeluarkan plakat dengan tulisan " Tolong Bantu" untuk mengemis lagi.

Banyak yang lewat kasihan dan memberikan uang kepada keduanya. Mengetahui bahwa keduanya pengemis penipu, wanita itu mulai mengambil foto mereka. Dia juga mengambil foto mobil dan sopir saat menjemput kedua pengemis itu lagi.

Jengkel dengan ulah pengemis penipu tersebut, wanita itu menyerahkan foto-foto ke stasiun beita KGTV dan memberikan informasi tentang mereka.

Setelah diselidiki, disebukan bahwa mobil mewah yang dipakai menjemput pengemis itu harganya antara US$51.000 (Rp 662 juta) hingga US$100.000 (Rp 1,2 miliar)

Mobil itu terdaftar atas nama perempuan hamil tadi yang beralamat di apartemen yang harga sewanya US$2.500 (Rp 30 juta) per bulan.

Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa keluarga itu sering pindah-pindah tanpa meninggalkan alamat yang jelas. Polisi kesulitan melacak dan mengidentifikasi keluarga pengemis penipu tersebut. (Ism)

Beri Komentar