Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah, Beserta Keterangan dari Hadis-Hadis Rasullah SAW

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 19 Januari 2022 09:45
Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah, Beserta Keterangan dari Hadis-Hadis Rasullah SAW
cara mandi wajib sesuai sunnah yang penting untuk diketahui berdasarkan hadis Nabi SAW.

Dream – Setiap orang pasti akan mengalami kondisi hadas besar yang menghalanginya untuk mengerjakan sholat. Sehingga umat islam diwajibkan untuk melakukan mandi wajib atau mandi besar jika sedang berhadas besar.

Mandi wajib merupakan salah satu bentuk bersuci atau thaharah. Mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar seperti usai, keluar mani bagi laki-laki serta haid dan nifas bagi perempuan.

Apabila seorang muslim tidak melakukan mandi besar, maka dapat menghalangi dirinya melakukan beberapa ibadah seperti sholat, membaca Al-Qur'an, hingga thowaf. Maka dari itu kita perlu mengetahui sekaligus memahami cara mandi wajib sesuai sunnah, agar saat beribadah kondisi badan kita bersih dan suci.

Sebab suci dan bersih itu hal yang berbeda, bersih itu terbebas dari kotoran, sedangkan suci adalah keadaan terbebas dari naji, dosa, hadas dan dosa.

Berikut ulasan lengkap tentang cara mandi wajib sesuai sunnah yang penting untuk diketahui sebagai umat muslim.

1 dari 4 halaman

Mandi Besar Hukumnya Wajib

Ilustrasi© Unsplash.com

Cara mandi wajib sesuai sunnah perlu dilakukan jika seorang muslim sedang berhadas besar. Karena hukum melaksanakan cara mandi wajib sesuai sunnah adalah wajib. Allah SWT berfirman, “ Dan jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al Maidah: 6)

Dalam surat An-Nisa' Allah SWT juga menyuruh umat Muslim untuk mandi wajib jika dalam keadaan junub.

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi."   (QS. An-Nisa': 43)

Bahkan jika menganggap enteng mandi wajib hingga tidak sempurna mandinya, maka ada ancaman neraka baginya. Hal ini seperti sebuah hadis berikut:

Diriwayatkan dalam hadis oleh HR. Abu Dawud, yang artinya, “ Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, 'Barangsiapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka’.”

2 dari 4 halaman

Hadis Tentang Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Cara mandi wajib sesuai sunnah yang akan dibahas dalam artikel kali ini tentu sudah sesuai denga hadis-hadis Rasulullah SAW. Dikutip dari muslim.or.id, berikut beberapa hadis yang bisa dijadikan acuan:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Rasulullah SAW saat mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangan. Lalu belia berwudhu sebagaimana wudhu saat hendak sholat. Lalu beliau SAW memasukkan jari-jarinya ke dalam air kemudian menggosokkannya ke kulit kepala. Lantas menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak 3 kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulit tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, dari Ibnu Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “ aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah SAW. Beliau menuangkan air ke kedua tangannya dan mencuci keduanya sebanyak dua sampai tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya, beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau membersihkan kemaluannya. Setelah itu, beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung (istinsyaq). Kemudian beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Lalu beliau membasuh kepalanya sampai 3 kali dan mengguyur seluruh tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan kedua hadis tersebut, kita bisa mengetahui tentang cara mandi wajib sesuai sunnah yang benar.

3 dari 4 halaman

Niat Mandi Wajib

Cara mandi wajib sesuai sunnah penting dilakukan dengan tujuan membersihkan diri dari hadas besar. Terdapat niat mandi wajib yang perlu kamu ketahui. Niatnya pun disesuaikan dengan penyebab hadas besarnya.

Niat mandi wajib setelah bersetubuh:

" Bismillahirahmanirahim, nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardlon lillahi ta'ala."

Artinya: " Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."

Niat mandi wajib setelah nifas:

" Bismillahi, rahmani rahim nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minan nifasi fardlon lillahi ta'ala."

Artinya: " Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta'ala."

Niat mandi wajib usai haid:

" Bismillahi rahmani rahim, nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidi fardlon lillahi ta'ala."

Artinya: " Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta'ala."

Setelah membaca niat mandi junub, langkah selanjutnya yaitu mulai mandi sesuai tata cara mandi junub yang baik dan benar.

4 dari 4 halaman

Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Melakukan cara mandi wajib sesuai sunnah tidak hanya sekadar mandi seperti biasanya. Namun ada tata cara, niat, beserta doa yang mengikutinya. Tiap orang Muslim yang sudah baligh harus mengetahui sepenuhnya cara mandi wajib sesuai sunnah saat akan melakukannya.

Cara mandi wajib sesuai sunnah bagi wanita setelah haid dan nifas, serta pria yang bersyahwat pada dasarnya adalah sama. Perbedaannya hanya terdapat pada niat yang harus dibaca sebelum mandi. Bahkan bagi wanita yang akan melakukan mandi junub, tidak perlu menyeka pangkal rambut, dan bahkan tidak perlu membuka jalinan atau ikatan rambutnya.

Namun memang lebih mudah menyeka kulit kepala dengan membuka kepangan atau ikatan rambut, terutama pada wanita. Berikut cara mandi wajib sesuai sunnah yang benar dan lengkap bagi pria dan wanita:

1. Mandi wajib diawali dengan membaca niat mandi wajib. Lafal niat dibaca saat awal-awal mandi karena hukumnya wajib. Niat inilah yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Caranya bisa dalam hati atau bersuara.

2. Mencuci tangan dilakukan sampai tiga kali agar tangan bersih dan terhindar dari najis dan kotoran yang menempel.

3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi menggunakan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain–lain.

4. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang dengan cara mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung atau dicuci dengan sabun baru dibilas.

5. Selanjutnya berwudu seperti tata cara wudu saat akan melakukan sholat.

6. Menyela pangkal rambut dengan jari-jari yang sudah dicelup ke air sampai menyentuh bagian kulit kepala.

7. Mengguyur kepala sampai tiga kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.

8. Setelah itu membasahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.

9. Pastikan kamu membersihkan seluruh area lipatan kulit atau area mana saja dari tubuh yang tersembunyi pada saat melaksanakan mandi junub.

Beri Komentar