Hebat, Tukang Las Bikin Helikopter dari Besi Bekas

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 23 Maret 2016 08:46
Hebat, Tukang Las Bikin Helikopter dari Besi Bekas
Felix Kambwiri berhenti sekolah di usia 16 tahun. Tapi, dia punya mimpi besar dan mewujudkannya dengan membuat helikopter sendiri.

Dream - Felix Kambwiri, 45 tahun, mungkin hanya seorang tukang las. Tapi, dia punya mimpi untuk bisa membuat sesuatu yang hebat, dengan membangun helikopter sendiri.

Pria asal Desa Gobede, 90 kilometer dari Lilongwe, Ibukota Negara Malawi ini menghabiskan waktu selama empat bulan membangun mesin impiannya. Dia menggunakan merangkai besi bekas dan serat fiber menjadi helikopter di bengkel yang terletak di rumahnya.

Dia memanjat ke satu kursi kokpit, menutup pintu, memutar kunci dan menginjak pedal gas. Sekejap, mesin dengan kapasitas 125 cc itu menyala dan memutar baling-baling.

Baling-baling hampir menyambar dinding bengkelnya saat berputar dengan kecepatan penuh. Tapi, helikopter itu tidak juga lepas landas.

" Saya hanya ingin terbang selama lima menit untuk menunjukkan keseriusan saya dan menyatakan ini bukan lelucon. Helikopter ini bisa terbang," kata Kambwiri.

" Setiap hari saya menerima banyak pengunjung yang penasaran setelah mendengar kabar mengenai saya," kata dia.

Kambwiri membuat helikopter rancangannya sendiri setelah dia tidak menemukan kepuasan mempelajari banyak buku. Tetapi, dia mengingatkan tidak akan menjalani tes terbang apapun sebelum otoritas penerbangan sipil setempat telah memeriksa keamanan secara lengkap.

" Polisi sering datang ke sini untuk memantau perkembangan dan memastikan saya tidak terbang tanpa izin," kata dia.

" Saya dapat memahami keseriusan mereka tentang keselamatan saya, dan mungkin akan banyak orang datang saat saya menerbangkan helikopter," kata dia.

" Saya tidak akan mengambil resiko. Saya akan menunggu hingga siap. Saya tidak bisa membiarkan siapapun mengambil resiko mengalami kecelakaan," ucap dia.

Helikopter tersebut dicat dengan warna putih dengan hiasan garis biru. Jendela helikopter tersebut terbuat dari plastik.

Kambwiri meninggalkan bangku sekolah di usia 16 tahun. Dia telah menghabiskan uang sebanyak 350 dolar Amerika, setara Rp4,6 juta untuk proyek ini, termasuk 100 dolar, setara Rp1,3 juta untuk membeli mesin motor. Dia berharap ada donor yang datang membantu proyeknya.

" Meski saya tidak berpendidikan tinggi, saya telah mencoba yang terbaik. Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami, warga Malawi, dapat berbuat sesuatu dan cerdas," ucap Kambwiri.

(Ism, Sumber: saudigazette.com.sa)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam