Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Peristiwa Isra Miraj merupakan pengalaman spiritual sangat berharga bagi Rasulullah Muhammad SAW. Dalam waktu kurang dari semalam suntuk, Rasulullah berpindah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT.
Dalam perjalanan menuju Sidratul Muntaha, Rasulullah melihat banyak sekali kejadian. Ada yang sifatnya menggembirakan, ada pula yang menyedihkan.
Rupanya, peristiwa yang dijumpai Rasulullah ketika menuju Sidratul Muntaha merupakan gambaran masa depan. Semua berkaitan dengan umat Rasulullah.
Dikutip dari Islami.co, Syeikh Najmudin Al Ghaithi dalam kitab Dardir Miraj menjelaskan ada delapan golongan orang yang disaksikan Rasulullah sepanjang dalam Isra Miraj.
Golongan pertama yaitu orang yang gemar bersedekah. Rasulullah melihat mereka memanen tanamannya yang baru saja ditanam.
Ketika dipanen, tanaman itu tumbuh kembali hingga hasil panennya berlimpah. Itu adalah gambaran orang-orang yang rajin bersedekah dan berinfak di jalan Allah.
Golongan kedua yaitu orang-orang yang berpegang teguh pada agama Allah. Rasulullah mencium bau harum lalu bertanya kepada Malaikat Jibril dari mana sumbernya.
Malaikat Jibril menjawab bau harum tersebut berasal dari keluarga Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Firaun. Sebabnya, keluarga itu teguh memegang keyakinan dengan menolak mengakui Firaun sebagai tuhan.
Golongan ketiga yaitu pemalas menjalankan sholat fardhu. Ketika itu, Rasulullah menyaksikan orang-orang dengan kepala pecah.
Kepala orang-orang itu kembali utuh, lalu pecah lagi dan terus berulang. Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril apa yang terjadi pada orang-orang itu.
Malaikat Jibril menjawab mereka adalah gambaran orang-orang yang malas mengerjakan sholat fardhu.
Golongan keempat yaitu orang yang enggan bersedekah. Mereka digambarkan dengan sekelompok orang yang memakan dhari atau pohon kering berduri, zaqqum yaitu tumbuhan dengan rasa pahit, serta batu panas.
Golongan kelima, para pezina yang lebih memilih wanita lain daripada istrinya. Mereka digambarkan memegang daging empuk dan daging busuk, namun lebih memilih makan dagung busuk.
Golongan keenam yaitu para perampok. Rasulullah melihat golongan ini seperti kayu di tengah jalan yang membakar orang-orang yang melewatinya.
Golongan ketujuh yaitu para pemakan riba. Golongan ini digambarkan seperti orang berenang di sungai darah.
Golongan kedelapan adalah mereka yang rakus jabatan. Mereka ditampakkan di hadapan Rasulullah sebagai orang-orang yang memikul kayu bakar di pundaknya dan terus menerus menambah kayu meski sebenarnya tidak kuat memikulnya.
Golongan kesembilan adalah pendakwah yang tidak mengamalkan ucapannya. Di hadapan Rasulullah, mereka ditampakkan sebagai orang-orang yang lidahnya dipotong dengan gunting besi.
Golongan kesepuluh adalah mereka yang suka mengumpat. Mereka digambarkan sebagai sekelompok orang berkuku panjang yang terbuat dari tembaga dan mengunakan kuku itu untuk mencakar muka sendiri.
Sedangkan golongan kesebelas adalah para provokator yang digambarkan sebagai sapi besar keluar dari lubang kecil namun tidak bisa kembali lagi. Seperti itulah gambaran provokator, gemar membuat masalah namun tidak bisa menyelesaikannya.
(Sah, Sumber: Islami.co)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?