Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/foto:http://www.kumpulanmisteri.com/
Dream - Tahukah kamu bahwa Allah menentukan beberapa waktu yang tidak disukai untuk tidur? Walaupun tidur memiliki beberapa manfaat seperti beristirahat dan mengisi ulang energi untuk beraktivitas, tetapi banyak orang yang menyalahgunakan tidur ini untuk tidak melakukan aktivitas apapun seperti contoh bermalas-malasan.
Oleh karena itu, kita tidak boleh sembarangan tidur pada jam-jam tertentu supaya kita dapat melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi sesama. Lalu kapankah waktu tidur yang dibenci oleh Allah SWT?
Waktu yang pertama dibenci Allah untuk tidur adalah tidur kembali setelah Salat Subuh. Ibnul-Qayyim telah berkata bahwa awal hari adalah keutamaan yang harus dimanfaatkan oleh semua orang untuk memulai berbagai aktivitas, termasuk mencari rezeki. Allah membenci orang-orang yang tidur kembali setelah Salat Subuh karena telah menyia-nyiakan waktu untuk beraktivitas di pagi hari, padahal waktu terlalu berharga untuk disia-siakan.
Beliau mengatakan bahwa orang-orang yang seperti itu bisa disebut juga sebagai orang yang shaliq yaitu orang-orang yang tidur antara waktu Salat Subuh dengan terbitnya matahari. Hukum dari aktivitas tidur setelah Salat Subuh adalah makruh.
Berbeda dengan orang yang shaliq, orang yang saleh justru meyakini bahwa pagi hari adalah waktu yang baik untuk memulai hari. Mereka bisa langsung memulai aktivitas untuk mencari rezeki dari Allah SWT.
Mereka tidak memiliki waktu untuk disia-siakan karena sejak tengah malam atau bahkan sepertiga malam pun sudah memanfaatkan waktu dengan beribadah kepada-Nya.
Orang-orang yang saleh percaya bahwa waktu pagi adalah waktu ketika berkah diturunkannya rizki sehingga mereka tidak akan tidur kembali setelah salat.
ingin tahu penjelasannya lebih lanjut? Yuk selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Jangan Menyingkat Assalamualaikum, Berbahaya! Mengapa Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Nama, Doa Orang Tua untuk Sang Anak? Lelaki Muslim Tak Jalani Salat Jumat, Munafik Ingin Salat Khusyu? Begini Caranya
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya