Jawaban Gus Baha Soal Orang Indonesia Sholat Menghadap ke Barat

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 23 Juni 2021 10:04
Jawaban Gus Baha Soal Orang Indonesia Sholat Menghadap ke Barat
Seandainya kita menuruti ilmu (ilmu menghadap kiblat), orang Indonesia menghadap ke Timur juga boleh.

Dream - KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha' kerap berbagi kisah dengan para santrinya. Kisah-kisah tersebut diceritakan Pengasuh Pesantren Tahfiz Quran LP3IA Rembang, Jawa Tengah, itu untuk mengantarkan para santri para suatu pemahaman akan tema tertentu.

Dalam suatu pengajian, Gus Baha membahas tema unik yaitu bentuk bumi dan arah sholat orang Indonesia. Kisah ini dia utarakan dalam menyampaikan materi mengenai keyakinan terhadap hukum.

Ada satu pernyataan yang disampaikan Gus Baha yaitu: Jika bumi bulat, mengapa orang Indonesia sholat menghadap ke barat?

Berikut penjelasan Gus Baha.

Keyakinanmu, bumi itu bulat atau tidak? Keyakinannya orang modern, bumi itu bulat bola.

Sekarang jika bumi itu bulan seperti bola, maka bagi orang di Texas Amerika, letak Kakbah itu tepat di bawah mereka (wilayah Texas).

Lalu sholat mereka menghadap ke Timur atau Barat? Utara atau Selatan? Kan sama.

 

1 dari 5 halaman

Lha iya, ada jarak kan karena ada Rubu’ (arah mata angin). Makanya dalam ilmu Falak (astronomi Islam) kan diajarkan Rubu’, sebab ada jarak Timur, Barat, Utara, Selatan.

Kalau seperempat (rubu') bagaimana? Setelah seperempat kan tidak ada jarak. Misal, bulat bola. Bumi itu bulat, Ka’bah di bawah lalu kamu di atas, kira-kira shalatmu menghadap ke mana?

Kira-kira pilihannya apa? Menghadap ke Utara ya sampai, ke Selatan ya sampai, ke Timur ya sampai, ke Barat ya sampai. Kan sama-sama sampai.

Kalau Rubu’ kan jelas. Kita di Timurnya atau di Baratnya. Tapi, kalau misalnya atas-bawah?

 

2 dari 5 halaman

Sayyid Muhammad pernah ditanya,

" Bagaimana ketika berada di Texas shalat, Anda shalat menghadap ke mana?

“ Sebenarnya, menghadap ke Barat itu boleh, Timur juga boleh. Tapi, aku memilih menghadap Timur.”

Itu jadi guyonan ulama.

Seandainya kita menuruti ilmu (ilmu menghadap kiblat), orang Indonesia menghadap ke Timur juga boleh.

“ Pada akhirnya kan sampai (Ka’bah) juga!”

Ya repot kan?!

Untuk lebih lengkapnya, silakan buka tautan ini

3 dari 5 halaman

Cara Gus Baha Menyikapi Warung yang Penjualnya Wanita dengan Aurat Terbuka

Dream - Cara pengasuh Pesantren Tahfidz Qur’an LP3IA Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyikapi pedagang warung yang auratnya terbuka bisa dijadikan pelajaran agar tidak mudah menghukumi orang yang tampilan luarnya kelihatan buruk.

Dilansir dari Iqra.id, Jumat 18 Juni 2021, Gus Baha menceritakan pengalaman ayahnya yang suka marung (jajan di warung) dalam suatu pengajian kitab bersama para santri.

Berikut penjelasan Gus Baha:

Saya masih ingat kata-kata Bapak saya (KH Nursalim). Bapak itu suka marung (jajan di warung). Kadang penjual warungnya perempuan memakai rok begitu begitu. Lantas kebiasaan Bapak demikian ini kadang dikritik sama kiai-kiai lain, “ Kiai kok marung peremuan yang pake rok-an.”

Kata Bapak, “ Wes piro-piro gelem adol gedang goreng, nek adol barenge malah repot (syukur-syukur mau jualan pisang goreng, kalau jualan barangnya malah repot).”

4 dari 5 halaman

Saya pernah dibilangin sama Bapak;

“ Menurutku, kalau sudah yakin orang tersebut tidak berzina menjual badannya, berarti baik. Bagaimana pun dia berjualan pisang goreng, teh, pecel, nasi goreng, itu menunjukkan tidak suka maling, ikut Nabi ingin berdagang dan mendapatkan rezeki halal. Soal dia memakai rok yang tidak begitu menutup aurat adalah masalah lain (??? ???). Jangan hanya karena auratnya tidak benar lalu mengharamkan dagangannya.”

Nanti bisa rusak semua bila berpikir, “ Kiai tidak ikhlas, tidak usah ngajar, berarti orang jadi bodoh semua. Kamu mau ngaji tapi nggak ikhlas, berarti nggak usah ngaji.” Kalau begitu ya agama bisa tutup!

Maksiat itu suatu perkara, cinta Allah dan Rasul itu juga perkara lain.

Kita tidak bisa menjadi sempurna, “ Kalau cinta Allah itu harus perfect atau sempurna. Tidak pernah maksiat, tidak pernah zina, tidak pernah maling, tidak pernah membicarakan orang, tidak pernah barang yang tidak halal.”

Satu-satu yang halal itu, membuka mulut terus menadah air hujan dari langit. Mau lewat wadah? Wadah dari mana? Wadah buatan China, berarti kamu membeli untuk menambah kekayaan orang nonmuslim.

“ Ini pedagangnya nonmuslim, berarti labanya kan dibuat membangun gereja, haram. Berarti kan kamu memberi kontribusi.”

5 dari 5 halaman

Hayo contoh apa lagi? Sajadah? Buatan China juga. Baju? Kainnya buatan China.

Kalau pengen halal ya minum air langsung yang jatuh dari langit tanpa wadah…!! konsumsi itu saja, jangan yang lainnya.

Kamu kalau “ sok suci” kepengenen halal semua bagaimana caranya? Tidak bisa. Kata Imam Ghazali, satu-satunya barang halal itu air hujan yang jatuh dari langit lalu buka mulut.

Makanya, biasa saja…!!

Kata ulama mengutip ayat:

Katakanlah: “ Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar, ayat 53)

Maksudnya, orang yang disifati Allah sebagai orang israf (berlebihan) saja masih dipanggil “ Ya Ibadi” (hambaku) yang mengajak agar tidak putus asa dari Rahmat-Nya. Allah saja masih panggil-panggil, kamu kok malah jadi tukang mengusir.

“ Maulidan kok tatoan. Tidak boleh cinta Nabi. Kalau cinta Nabi harus pakai baju takwa dan minyak wangi.” Mana ada begitu! Kalau begitu ya nanti tidak ada Syekher Mania… Hehehe

Apalagi anak saya itu suka Habib Syekh. Jadi, saya ya mengantar anak saya kalau ada Syekher Mania.

Selengkapnya klik di sini.

Beri Komentar