Kandungan Surat At Takasur dan Keistimewaan Bila Membacanya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 3 Februari 2021 10:05
Kandungan Surat At Takasur dan Keistimewaan Bila Membacanya
Surat At Takasur artinya saling memperbanyak atau saling bermegah-megahan.

Dream – Surat At Takasur terdiri dari delapan ayat. Surat At Takasur termasuk dalam golongan surat Makiyyah. Nama At Takasur diambil dari ayat pertama yang artinya saling memperbanyak atau saling bermegah-megahan.

Kandungan surat At Takasur secara keseluruhan berisi ancaman terhadap mereka yang dilengahkan oleh gemerlapnya duniawi dan membanggakan sesuatu yang tidak kekal sifatnya. Sebab segala yang ada di dunia ini adalah fana, sedangkan yang kekal hanya di akhirat nanti.

Surat At Takasur mengingatkan kepada kita semua bahwa apa yang kita miliki di dunia hanyalah titipan dari Allah SWT. Jika suatu saat diambil, maka kita tidak memiliki apapun, bahkan tubuh kita adalah milik Sang Pencipta.

Di dalam Shahih Muslim disebutkan perkataan Abdullah ibn As-Sikhir, bahwa dia menghadap Rasulullah SAW ketika beliau membaca surat At Takatsur. Nabi SAW bersabda: 

“ Ibnu Adam berkata, ‘hartaku, hartaku’. Dan apakah bagimu dari hartamu, kecuali apa yang kamu makan lalu habiskan atau yang kamu pakai lalu rusak, atau apa yang kamu sedekahkan lalu kamu lewatkan?” (HR. Muslim)

 

1 dari 3 halaman

Kandungan Surat At Takasur

 

Ilustrasi© Pexels.com

Pelajaran yang bisa diambil dari surat At Takasur menunjukkan adanya dua pihak atau lebih yang saling bersaing satu sama lain. Semua pihak berusaha memperbanyak dan seakan sama-sama mengaku memiliki lebih danyak dari pihak lain atau yang menjadi saingannya itu.

Mereka bertujuan untuk membanggakan golongannya sendiri atas kepemilikan yang mereka punya. Dari sini kata At Takasur berarti digunakan untuk menyebut mereka yang saling berbangga-bangga.

Surat At Takasur menceritakan persaingan antara dua phak dalam memperbanyak perhiasan dan gemerlapnya dunia. Serta berusaha memiliki sebanyak mungkin segala sesuatu tanpa menghiraukan norma dan nila-nilai agama.

Ayat dalam surat At Takasur mengecam persaingan yang mereka lakukan karena mengakibatkan mereka lengah dan mengabaikan hal-hal yang lebih penting, yaitu beribadah dan saling tolong menolong.

2 dari 3 halaman

Keistimewaan Surat At Takasur

Ilustrasi© Freepik

 

Setiap surat dalam Al Quran memiliki keistimewaannya masing-masing. Sama halnya dengan surat At Takasur. Berikut ini keistimewaaan surat At Takasur.

  • ”Barang siapa membaca dalam satu malam Seribu ayat. kelak ia akan berjumpa dengan Allah, dan Dia {Allah} senyum gembira kepadanya. Sayidina Umar berkata, ”Wahai Rasulullah siapa yang kuat membaca seribu ayat?” Maka Rasulullah SAW. membaca surat ”Al-Haqumut takastur“ , kemudian beliau bersabda, ”Sungguh demi jiwaku yang ada digenggamannya, sesungguhnya surat Al Haqumut takastur sama dengan membaca seribu ayat.
  • Siapa yang membaca surat At Takasur sebanyak 1000 kali, maka Allah SWT akan memenuhi hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat.
  • Siapa yang membaca surat At Takasur 100 kali, selepas sholat Isya hingga dia tertidur, Insyaallah ia dapat melihat Rasulullah SAW dalam tidurnya.
  • Surat At Takasur dibaca sebanyak 7 kali ketika hujan turun, Allah akan limpahkan kepada si pembacanya dengan pahala yang amat besar.
  • Sebagai obat sakit kepala, bacalah surat At Takasur selepas sholat Ashar. Pada waktu ini perbanyakkanlah membacanya.
  • Jika dibaca pada air hujan, kemudian dicampurkan dengan air minuman, Insyaallah dapat menjadi penawar yang mujarab. Sebaiknya dibacakan sebanyak 100 kali atau lebih.
3 dari 3 halaman

Pelajaran dalam Surat At Takasur

Ilustrasi© Shutterstock

 

Selain dalam surat At Takasur, disebutkan dalam tafsir al Misbah, paling sedikit ada tiga ayat yang menggambarkan faktor-faktor yang bisa melengahkan manusia, yaitu angan-angan kosong (surat al Hijr ayat 3), perniagaan dan jual beli (surat An Nur ayat 7), harta dan anak-anak (surat al Munafiqun ayat 9).

Kelengahan manusia mengantarkannya kepada persaingan yang tidak sehat sampai-sampai mengantar mereka kea lam kubur hingga membuktikan betapa besar pengaruh dan betapa banyak jumlah pengikut mereka. Mereka menghitung pula orang-orang yang telah mati di antara mereka.

Padahal persaingan memperebutkan kemegahan duniawi tidak akan membawa kepada kebahagiaan dan kepuasan bagi setiap manusia yang terlibat. Pada ayat 8 surat At Takasur juga dijelaskan bahwa kenikmatan apapun bentuknya pasti akan dimintai pertanggungajwabannya kelak di akhirat.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

 

Beri Komentar