Kebohongan yang Dibolehkan Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 9 Oktober 2018 20:01
Kebohongan yang Dibolehkan Rasulullah
Kebohongan sangat dilarang dalam Islam, kecuali...

Dream - Kebohongan tentu sesuatu yang terlarang dalam Islam. Dampak kebohongan sangat berbahaya.

Kerugian akibat kebohongan tidak hanya dirasakan oleh korban, melainkan juga pelakunya. Citra seseorang bisa jatuh karena kebohongan. Orang yang bersangkutan jadi kehilangan kepercayaan oleh masyarakat.

Meski demikian, ada sebagian kebohongan yang rupanya dibolehkan dalam Islam. Tentu kebohongan ini ada syaratnya.

Dikutip dari bincangsyariah, Imam Al Ghazali menyebut ada tiga kondisi yang menyebabkan berbohong dibolehkan dalam Islam. Hal ini seperti tertuang dalam hadis Rasulullah Muhammad SAW.

" Sesungguhnya Ummu Kultsum binti Uqbah Abi Mu'ith mendengar Rasulullah SAW berkata, 'Tidak ada kebohongan yang dapat mendamaikan dua orang (yang bertikai), kemudian ia berkata baik dan melebih-lebihkan kebaikan.' Ibnu Syihab berkata (dalam riwayat lain) dan aku belum pernah mendengar Nabi mentolerir kebohongan kecuali dalam tiga kondisi; pada saat perang, mendamaikan dua orang, dan perkataan suami kepada istri, atau sebaliknya."

 

1 dari 1 halaman

Penjelasan Ulama

Imam An Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim menjelaskan tidak terdapat perselisihan mengenai tiga kondisi dibolehkannya berbohong seperti tertuang dalam hadis di atas. Sebab, ketiganya mengandung tujuan kemaslahatan.

Kondisi pertama yang disebutkan adalah perang. Saat berperang, tentu membutuhkan strategi agar lawan bisa dikalahkan. Tidak jarang pihak lawan terkecoh akibat tidak mengetahui strategi yang telah disusun.

Kondisi kedua yaitu saat mendamaikan dua orang yang sedang bertikai. Tentu harus dijalankan dengan cara yang patut.

Sedangkan kondisi ketiga, suami berbohong kepada istri maupun sebaliknya dengan maksud untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting