Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Cinta bersemi tak kenal musim dan kondisi. Bahkan terjadi saat wabah corona merebak.
Seorang pengguna Twitter Jepang @shihon029 membagikan pengalaman teman perempuan sekamarnya. Waktu itu dia ingin membeli tisu toilet yang tersisa di toko peralatan kesehatan.
Saat si perempuan ingin membayar tagihan, dia mendengar seorang pria bertanya ke pegawai toko mengenai stok yang tersisa. Si pria itu kecewa lantaran barang yang ingin dibelinya sudah habis.
Si perempuan itu kemudian melihat pria yang kecewa kehabisan stok tisu toilet. Dia kemudian menawarkan dua gulungan tisu toilet yang dia akan bayar.
Bahkan, si perempuan menawarkan bantuan seandainya keluarga besarnya membutuhkan bantuan. Tapi, nyatanya, si pria ini tinggal sendiri.
Dilaporkan World of Buzz, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk bertukar nomor telepon. Si pria kemudian mengirim pesan ke aplikasi Line milik si perempuan.
" Terima kasih telah melemahkanku. Kamu benar-benar menyelamatkanku. Saya ingin menunjukkan rasa terima kasih. Apakah kamu sudi makan malam berdua denganku?" kata si pria.
Si pembuat Tweet tak tahu apakah kencan itu akan terwujud. Dia juga tak tahu bagaimana kisah cinta itu berakhir.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, total ada 13 orang yang dimasukkan dalam kelompok suspect virus Corona di luar Jakarta.
" Ada 13," ujar Achmad, Jumat 6 Maret 2020.
Dia menyebut, satu suspect Corona berada di Bandung. Selain itu, suspect Corona juga berasal dari anak buah kapal Diamond Princess.
Sementara itu, dua kasus baru dialami dua orang yang menjalani interaksi dengan pasien positif Corona sebelumnya.
Menurut Achmad, dari temuan kasus 3 dan kasus 4 ini, Kementerian Kesehatan memeriksa seluruh peserta dansa. Achmad menyebut, total ada 80 orang yang mengikuti dansa.
Dari jumlah tersebut, ada tujuh orang yang menjalani kontak langsung dan memiliki gejala flu sedang dan ringan. Tujuh orang tersebut dimasukkan ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk menjalani observasi.
Pemerintah akan menelusuri orang-orang yang interaski dengan dua pasien yang baru saja dinyatakan positif corona.
" Pasti akan ada subklaster," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Rita Ayuningtyas
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menyebut ada dua orang warga Indonesia yang positif corona. Dengan kasus baru ini, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona menjadi empat orang.
" Kita dapatkan dua orang positif corona yang kita sebut kasus 3 dan kasus 4," kata Achmad, Jumat, 6 Maret 2020.
Achmad menyebut, dua orang positif corona ini menlakukan kontak langsung dengan pasien positif corona sebelumnya.
Achmad mengatakan, dua orang positif corona ini didapat setelah tim kesehatan memeriksa seluruh peserta dansa. " Kita lakukan pemeriksaan, tujuh orang ini tidak masuk pada hari bersamaan," ucap dia.
Achmad mengatakan, saat ini dua pasien positif corona mengalami batuk dan pilek. Tetapi, dua pasien kasus 3 dan kasus 4 ini tidak mengeluh sesak napas.
" Kondisi sekarang suhu 37,6 derajat, 37,7 derajat. Kemudian masih ada keluhan batuk pilek, tapi tidak ada keluhan sesak napas, sehingga kita berharap kondisi membaik," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika
Dream - Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) mengonfirmasi merawat 10 pasien rujukan sejak 3 Maret 2020. Kesepuluhan pasien itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).
Dokter paru-paru RSUPP, Prasenohadi mengatakan tidak ada pemberian obat apapun terhadap PDP. Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk virus corona.
" Tidak ada (pemberian obat) kecuali ada kelainan. Enggak ada. Jadi obatnya disuruh makan, istirahat. Makanya kenapa dipantaunya dua minggu, karena memang masa inkubasinya dua minggu," ucap Praseno, Rabu, 4 Maret 2020.
Prasenohadi mengatakan, selama proses pengawasan pasien negatif corona, rumah sakit akan memindahkan ruangan pasien dari ruang isolasi ke ruang rawat inap.
Tetapi, jika keadaan memburuk, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut sumber utama yang menyebabkan kondisi pasien menurun.
" Kalau dia ada gejala demam, (demamnya) harus diobati," kata dia.
Prasenohadi mengatakan, demam, batuk, dan pilek menjadi gejala umum terhadap adanya paparan virus ataupun bakteri yang menyerang pernapasan. Sehingga, imbuh Praseno, wajar adanya jika saat ini seluruh fasilitas umum terdapat alat mengukur suhu.
" Karena umumnya datang dengan batuk, pilek. Karena gejalanya umum," ucap dia.
RSUPP menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah menangani penyebaran virus Corona, Covid-19. Tercatat, sebanyak 119 orang sehat memeriksakan diri ke RSUPP.
" Kami sudah tangani 119 orang yang datang untuk check-up sejak 3 sampai 4 Maret," kata Rita.
Meski tidak melarang, Rita mengingatkan fenomena virus corona tidak baik jika ditanggapi secara berlebihan. Seperti memeriksa kesehatan untuk memastikan ada tidaknya virus Corona dalam tubuh.
Menurut Rita, tanpa ada gejala umum seperti demam berhari-hari, batuk, atau pilek, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Terpenting adalah menjaga pola hidup sehat dan higienis.
Sumber: Merdeka.com/Yunita Amalia