Ketika Hukum Allah Berlaku

Reporter : Vinda Prashita
Selasa, 15 Desember 2015 18:00
Ketika Hukum Allah Berlaku
Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi di salah satu kota di Kerajaan Arab Saudi.

Dream - Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi di salah satu kota di Kerajaan Arab Saudi yang ditulis berdasarkan penuturan pelakunya sendiri, sebut saja namanya Shabir.

Kisah ini bermula ketika Shabir, yang masih berstatus sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum pada salah satu universitas ternama di Arab Saudi, kembali ke rumahnya.

Ketika itu dia mendapati istrinya sedang melakukan perselingkuhan dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya.

Demi melihat dia datang, sang istri dan lelaki asing itu merasa ketakutan, seolah-olah petir yang datang dari langit tengah menyambar-nyambar mereka.

Shabir berkata kepada lelaki itu, “ Pakailah pakaianmu”

“ Demi Allah, Tuhan Yang Maha Esa, istrimu yang menggodaku.”

“ Pakailah pakaianmu, semoga Allah menutup aibmu ini.”

Shabir mengusir orang itu keluar dari rumahnya, sementara api kemarahan tengah bergejolak hebat di dalam dadanya. Namun dia berusaha untuk menguasai diri, karena dia yakin ada hikmah di balik kejadian ini.

Lelaki itu keluar dengan senyum sinis karena menganggap Shabir adalah suami yang bodoh, terbukti dia tidak marah kepadanya, bahkan membentaknya pun tidak.

Shabir hanya mengatakan, “ Cukuplah Allah menjadi penolong bagiku dan Dia sebaik-baik pelindung atas semua kesedihan dan rasa sakit yang aku rasakan.”

Jika seseorang dalam posisi seperti ini mungkin dia akan memilih mati daripada hidup menanggung malu. Namun Shabir adalah seorang yang shalih, dia kembali ke kamar, melihat istrinya dan mengatakan, “ Istriku, tolong segera kumpulkan semua pakaian dan barang-barangmu, aku menunggu di luar kamar untuk mengantarmu ke rumah keluargamu.”

Istrinya tertunduk malu dan duduk sambil menangisi dirinya. Dia menyesali apa yang telah terjadi dan baru tersadar bahwa itu semua adalah perbuatan setan durjana. Shabir dengan tenang menjatuhkan talak tiga kepada istrinya.

Beberapa Tahun Kemudian

Klik halaman berikutnya.. 

 

 

 

1 dari 2 halaman

Beberapa Tahun Kemudian

Dream - Singkat cerita, Shabir berhasil lulus dari Universitas King Abdul Aziz di Jeddah. Namun, senyum sinis lelaki yang melakukan maksiat bersama istrinya beberapa tahun silam selalu terbayang-bayang di pelupuk matanya.

Tidak lama setelah lulus, dia pun menikah untuk kedua kalinya, dan atas berkat rahmat Allah dia pun diangkat sebagai hakim di sebuah pengadilan di kota tempat tinggalnya.

Dia pernah bercerita kepada salah seorang kolega perihal istri keduanya yang begitu baik, “ Allah Ta’ala telah memberikan ganti yang lebih baik daripada istriku yang pertama, aku bahkan tidak pernah bermimpi mempunyai istri sebaik dia.”

Shabir mengatakan, “ Dalam setiap salat aku memohon kepada Allah agar dapat menghilangkan peristiwa tersebut dari ingatanku, namun setiap kali melihat orang yang tersenyum bayangan lelaki bejat itu selalu datang menghantuiku, maka aku pun segera mengucapkan 'Adzubulillahi Minasy Syaithanir Rajim (aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).”

 

2 dari 2 halaman

Pembunuhan dan Selingkuhan

Dream - Seperti biasanya, Shabir menerima berkas perkara pidana yang harus diproses secara hukum dengan segera melalui pengadilan. Salah satu berkas yang diterima adalah kasus pembunuhan.

Pada saat itulah dia mengetahui ganjaran dari Allah terhadap kata-kata yang pernah diucapkan sebelumnya, “ Cukuplah Allah menjadi penolong bagiku dan Dia sebaik-baik pelindung.”

Tak dinyana, pembunuh itu adalah orang yang pernah dia temui bersama istri pertamanya di dalam rumah beberapa tahun silam. Orang itu terbukti telah membunuh seseorang dengan besi sehingga kondisinya sangat mengenaskan. Ketika lelaki itu datang ke kantornya terjadilah dialog di antara mereka berdua.

Baca kisah selengkapnya di sini ...


Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

 

Beri Komentar