Kisah Haru Remaja Yatim Piatu Ingin Jadi Ustaz

Reporter : Sugiono
Kamis, 1 Oktober 2020 20:01
Kisah Haru Remaja Yatim Piatu Ingin Jadi Ustaz
Dia jadi yatim piatu setelah ayahnya yang orang Malaysia dan ibu yang dari Indonesia meninggal dalam kecelakaan maut.

Dream - Remaja Malaysia yang jadi yatim piatu, setelah kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan, mengucap Syahadat demi bisa menjadi seorang ustaz.

Dibesarkan dari keluarga kurang mampu, Mohd Haikal Chu, 16 tahun, merupakan anak tunggal dan tidak pernah mengecap pendidikan secara formal.

Dia hidup serba kekurangan karena sejak kecil terpaksa membanting tulang membantu ayahnya Chu Foot Keong, 47 tahun, dan ibunya, Aling Arissa, yang bekerja jadi pemulung.

Mengaku buta huruf, Haikal bertekad akan belajar bersungguh-sungguh untuk mengejar ketertinggalan. Dia juga ingin bisa membaca Alquran untuk mengubah masa depannya.

1 dari 5 halaman

Ibu Ternyata Warga Indonesia

Mengenang kejadian sedih itu, Haikal mengatakan orangtuanya meninggal dalam kecelakaan di Kilometer 38 Jalan Kuala Lumpur-Seremban pada 13 Maret lalu.

Ayahnya meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara ibunya yang warga Indonesia meninggal dunia setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Kajang dua hari setelah kejadian.

" Jiwa saya kosong setelah mengetahui kedua orangtua saya jadi korban kecelakaan. Saya kehilangan tempat bergantung dan terpaksa mengurus kehidupan sendirian," katanya.

2 dari 5 halaman

Terinspirasi Ustaz Terkenal di Malaysia

Haikal yang sebelum ini menetap di Ulu Beranang Lenggeng, Negeri Sembilan, mengambil keputusan memulai hidup baru setelah dijaga keluarga angkat di Bagan Nakhoda Omar sejak tiga bulan lalu.

" Saya merasa tenang dan kembali bersemangat untuk meneruskan kehidupan. Saya memang berminat mendalami ajaran Islam serta belajar mengaji Alquran," katanya.

Haikal mengaku telah menjadikan pendakwah terkenal Malaysia, Ustaz Ebit Lew, sebagai inspirasi untuk memulai kehidupan barunya sebagai mualaf.

3 dari 5 halaman

Merasa Tenang Tiap Kali Dengar Azan

Menurut Haikal, dia sebenarnya sudah tertarik untuk mendalami ajaran Islam sejak ibu bapaknya masih hidup. Dia bahkan senang mendengar suara azan, dan sering ke masjid bersama teman-temannya yang kebanyakan Muslim untuk sholat.

" Saya merasa tenang setiap mendengar azan berkumandang, malah kerap ke masjid bersama teman-teman Islam lain untuk menunaikan sholat," katanya.

Remaja yang mengucapkan syahadat pada Agustus lalu ini bersyukur karena berpeluang belajar di Maahad Tahfiz Darul Itqan Al Muhammadi, Kampung Batu 40.

4 dari 5 halaman

Belum Terlambat Belajar Ilmu Allah

Dia berterima kasih kepada semua pihak yang sudi membantunya untuk mengubah dirinya menjadi seorang Muslim.

" Saya rasa belum terlambat bagi saya untuk belajar ilmu Allah, dan akan berusaha menjadi insan yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Ketua Maahad Tahfiz Darul Itqan Al Muhammadi, Kampung Batu 40, Mohd Sharif Musa berkata, pihaknya memuji remaja seperti Haikal.

" Kami amat berharap remaja seperti Haikal bisa mendalami pengajian Alquran dan ilmu agama Islam dengan penuh kesungguhan," kata Sharif Musa.

5 dari 5 halaman

Biaya Belajar Ditanggung Pemerintah

Menurut Sharif Musa, saat ini ada enam pelajar luar negeri seperti Myanmar, China dan Vietnam yang menuntut ilmu agama di Maahad Tahfiz Darul Itqan Al Muhammadi.

Sementara itu, urusan pendaftaran dan SPP Haikal akan dibiayai sepenuhnya oleh Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Sungai Air Tawar, Rizam Ismail.

Rizam mengatakan dirinya sudah mendaftarkan remaja itu untuk mengikuti pengajian penuh di pusat tahfiz tersebut.

Sumber: Facebook

Beri Komentar