Kisah Pengasong Koran Karsidi, Terpaksa Tetap Berjualan Demi Makan Anak Istri

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 3 April 2020 11:12
Kisah Pengasong Koran Karsidi, Terpaksa Tetap Berjualan Demi Makan Anak Istri
Karsidi merupakan satu dari sekian pedagang keliling yang terdampak Covid-19.

Dream - Menjadi penjual koran merupakan profesi yang sudah lama ditekuni Karsidi. Pria 47 tahun itu setiap hari menawarkan korban di Simpang Lampu Merah Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Karsidi pernah menjalani pekerjaan sebagai pengepul barang bekas. Dia juga pernah merasakan pengalaman menjadi pengemis.

Setiap hari, Karsidi harus menempuh jarak 17 kilometer dari rumahnya di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak menuju tempat berjualan. Jarak tersebut mungkin tidak berat bagi orang normal.

 Karsidi© Daarul Quran

Beda cerita dengan Karsidi. Sebab, dia menggunakan kaki palsu sehingga tidak mudah baginya untuk berjalan seperti orang normal.

Meski hanya punya satu kaki normal, hal itu bukan masalah bagi Karsidi dalam mencari rezeki. Semua dia lakukan sebagai bentuk tanggung jawabnya menjadi kepala keluarga.

 

1 dari 4 halaman

Iman Takwa Hal Utama

Penghasilannya setiap hari hanya Rp30 ribu namun ia tidak pernah berhenti bersyukur atas apa yang telah diperoleh. Karsidi juga tidak pernah meninggalkan sholat, sebagai bentuk kewajibannya kepada Allah SWT.

Meski uang yang didapat tak seberapa dan keadaan tak sesempurna namun tetap istiqamah dalam memegang teguh iman dan takwa. Karena bagi Karsidi, iman dan takwa merupakan pondasi utama dalam menjalani kehidupan.

Wabah corona yang melanda negeri ini membuat terpaksa tetap berjualan koran. Semua dilakukannya agar anak dan istrinya tetap bisa makan.

 Karsidi© Daarul Quran

Akhir-akhir ini, ia mengakui kehilangan banyak pelanggan akibat wabah Covid-19. Pendapatannya pun menjadi berkurang.

Karsidi merupakan salah satu dari banyak orang di luar sana yang terkena imbas wabah corona. PPPA Daarul Quran tergerak membantu meringankan beban Karsidi selama wabah melanda

" Alhamdulillah, matur suwun sanget (terima kasih sekali) buat kebaikan semuanya yang sudah peduli sama orang-orang kayak saya ini. Saya doakan semoga rejekinya lancar dan selalu diberikan kesehatan," tutur Karsidi.

(Sah, Laporan: Razdkanya Ramadhanty)

2 dari 4 halaman

Malaysia Lockdown Corona, Lansia Jalan Kaki ke Singapura

Dream - Baru-baru ini, media massa di Malaysia ramai dengan pemberitaan perempuan lanjut usia (Lansia) yang berjalan kaki ke Singapura. Perempuan tersebut mulai berjalan dari titik Bea Cukai Johor Baru ke Singapura dengan berjalan kaki.

Menurut sumber, wanita tersebut terpaksa berjalan kaki karena adanya kebijakan Lockdown atau penutupan akses keluar masuk dari pemerintah Malaysia terkait pencegahan penularan Corona Covid-19.

Pemerintah Malaysia memberlakukan kebijakan lockdown sejak 18-31 Maret dan kemudian diperpanjang hingga 14 April 2020 mendatang.

3 dari 4 halaman

Pulang Saat Dengar Suami Sakit

 6.	Membantu Lansia yang Hidup Sebatang Kara di Sekitar Kita© MEN

Wanita tersebut dilaporkan baru saja pindah ke Johor selama dua minggu ketika lockdown diberlakukan di Malaysia. Saat itu, putranya sangat membutuhkan bantuannya untuk merawat anak-anaknya.

Tak lama berselang, dia mendengar suaminya yang telah berusia 80 tahun jatuh sakit dan membutuhkan perawatan. Perempuan itu memutuskan untuk kembali ke Singapura dengan berjalan kaki.

Perempuan itu memulai perjalanannya dari Johor sekitar pukul 5 sore pada hari Minggu (29 Maret), dan mencapai Boon Lay, Singapura pada pukul 21:30. Dia menempuh jarak selama empat jam dengan berjalan kaki dengan membawa tas.

" Sebagai putranya, saya merasa sangat tersentuh ketika melihat gambar ini karena mengingatkan saya bahwa seorang ibu bersedia melakukan apa pun untuk keluarganya, bahkan jika itu berarti mengorbankan waktunya," kata Herman Sudil.

 

4 dari 4 halaman

Lakukan Apa Saja Demi Keluarga

Herman mengatakan dia membutuhkan bantuan ibunya untuk menjaga anak-anak karena dia perlu merawat istrinya yang sedang menjalani operasi di rumah sakit.

“ Saya yakin bahwa gambaran viral dari ibu saya yang berjalan di jalan lintas tidak hanya berlaku untuk ibu saya. Setiap wanita rela berkorban untuk keluarga mereka. Bahkan ketika ibu lelah, mereka akan melakukan apa saja untuk keluarga"

Putra yang bersyukur melanjutkan untuk memberikan nasihat, ”Kepada semua putra, saudara lelaki dan suami, hargailah para malaikat yang kita sebut ini, wanita.”

Foto-foto ibu yang setia beristirahat di sisi jalan menjadi viral pada hari Minggu setelah itu menarik perhatian netizen yang bertanya-tanya mengapa dia melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Menurut Herman, foto itu diambil oleh keponakannya yang menemaninya kembali ke Singapura pada hari Minggu malam.

Sumber :World of Buzz

 

 

Beri Komentar