Kisah Pilu Keluarga Miskin Mengais Kulit Ayam Sisa Kantin Demi Bisa Makan

Reporter : Sugiono
Kamis, 22 Agustus 2019 10:01
Kisah Pilu Keluarga Miskin Mengais Kulit Ayam Sisa Kantin Demi Bisa Makan
Kemiskinan membuat sebuah keluarga mengais kulit ayam yang dibuang demi bisa makan.

Dream - Kemiskinan membuat sebuah keluarga di Kelantan, Malaysia, melalui masa-masa yang sangat sulit. Keluarga Siti Hamidah Abdul Hamid hanya bergantung pada pendapatan suaminya untuk menutupi pengeluaran mereka.

Padahal, suami Siti yang bernama Muhamad Zuhaidi Safin hanya bekerja sebagai buruh. Penghasilan pria 33 tahun itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap hari.

Namun tak lantas mereka berpangku tangan menerima nasib. Untuk memenuhi kebutuhan makan setiap hari, keluarga Siti mengais kulit ayam yang dibuang sebuah kantin.

Meski banyak yang tidak suka, Wanita 32 tahun itu mengatakan, kulit ayam sekarang jadi makanan 'mewah' sekaligus favorit keluarganya.

1 dari 6 halaman

Tak Mampu Membeli Daging atau Ikan

Siti mengaku tidak mampu membeli daging sapi, daging ayam, atau ikan setiap hari karena penghasilan suaminya yang tak seberapa.

Beruntung ada kulit ayam yang dia dapatkan dari kantin di dekat sebuah sekolah di Kelantan.

" Saya merasa sayang dengan kulit ayam yang dibuang oleh kantin tersebut. Apalagi keluarga saya tak mampu membeli daging sapi, daging ayam, atau ikan setiap hari," katanya.

Karena itu dia sangat bersyukur ada orang yang berbaik hati memberikan kulit ayam untuk diolah jadi makanan.

2 dari 6 halaman

Terpaksa Makan Kulit Ayam Meski Tidak Sehat

Siti sadar bahwa kulit ayam tidak baik bagi kesehatan. Tapi keluarganya tak punya pilihan karena miskin.

Ketiga anaknya yang masih kecil bahkan sangat menikmati kulit ayam sisa tersebut sejak dua tahun yang lalu.

" Semua anak saya yaitu Siti Aisyah (8 tahun), Norsyayidah Nafisah (6 tahun), dan Nor Syafiya Nadira (3 tahun), suka makan kulit ayam sejak dua tahun lalu," katanya.

Sementara itu, Muhamad Zuhaidi mengatakan bahwa gajinya sebagai buruh tidak tetap. Dia juga harus membayar sewa rumah mereka.

Meskipun rumah yang disewa sudah reyot, Muhamad Zuhaidi tetap harus membayar uang sewanya sekitar 100 ringgit atau sekira Rp341 ribu sebulan.

" Yang paling penting adalah keluarga saya bisa makan dan tetap sehat," katanya. Muhamad Zuhaidi berharap keluarganya bisa punya rumah sendiri suatu hari nanti.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

3 dari 6 halaman

Guru Berjalan Kaki 8 Km Demi Mengajar, Balasan Murid Bikin Haru

Dream - Seorang guru sejati akan tetap memberikan pendidikan yang berkualitas di tengah minimnya fasilitas.

Sebagian guru rela berkorban dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter demi bisa memberikan ilmu bagi generasi mendatang.

Seperti seorang guru bernama Cesar Punzalan dari Filipina, yang berjalan setiap hari ke sekolahnya di Laguna.

Jaraknya bukan hanya satu atau dua kilometer, Cesar berjalan sejauh delapan kilometer ke Immaculate Heart of Mary School.

4 dari 6 halaman

Sepatu Jebol Tetap Digunakan Berjalan

Karena berjalan jauh demi mengajar di sekolahnya, Cesar sampai tidak mempedulikan kondisi sepatunya.

Sepatu satu-satunya yang sudah compang-camping itu selalu setia menemani Cesar untuk mengabdi jadi guru.

Dia tak pernah mengeluh tentang kondisinya meski harus menempuh perjalanan ke sekolah dengan jalan kaki.

Padahal, dia bisa saja meminta fasilitas ke sekolah untuk membantu tugasnya agar berjalan dengan baik.

5 dari 6 halaman

Dapat Kejutan dari Murid-murid

Tindakan mulia Cesar ini rupanya tidak luput dari perhatian murid-muridnya. Mereka memutuskan untuk memberikan hadiah kepada Cesar.

Maka, pada Senin pagi, 12 Agustus 2019, lalu, mereka membuat kejutan untuk guru mereka itu saat memasuki kelas.

Dalam unggahan video, Cesar terlihat memasuki kelas, dan mulai mempersiapkan diri untuk mengajar.

Namun, ketika akan mulai, seorang siswa tiba-tiba menyela. Dia mengatakan teman-teman satu kelas ingin memberikan hadiah.

Cesar kemudian diberi sebuah kotak yang diikat pita sementara murid-muridnya bertepuk tangan.

6 dari 6 halaman

Terharu Dapat Sepatu dari Murid-murid

Pria 50 tahun itu kemudian berusaha membuka pita. Karena kesulitan, seorang siswa maju memberikan gunting.

Cesar tampak tegang saat berusaha membuka kotak hadiah dari murid-muridnya itu.

Ketika kotak itu akhirnya terbuka, Cesar benar-benar terkejut sementara murid-muridnya makin semangat bertepuk tangan.

" Mengapa kalian membeli ini pakai uang kalian?" tanya Cesar.

Seorang siswa menjawab bahwa masing-masing dari mereka patungan untuk membeli sepatu karena mereka menyayangi Cesar.

" Ini hanyalah hadiah kecil jika dibandingkan dengan apa yang telah Bapak lakukan untuk kami," kata siswa tersebut.

Cesar pun terharu dan menangis setelah mengetahui mendapat hadiah sepatu dari murid-muridnya.

Cesar kemudian menjelaskan bahwa dia tidak mengharapkan apa pun. Dia hanya ingin berbagi pengetahuan dengan murid-muridnya.

(ism, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'