Kisah Nabi Hendak Membelah Bayi

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 1 Maret 2016 07:02
Kisah Nabi Hendak Membelah Bayi
Ketika pedang hendak dihunuskan, sang ibu muda berteriak, "Jangan! Biarkan anak itu menjadi....

Dream - Kisah para nabi dan rasul memang menarik untuk didengarkan. Membaca kisah-kisah mereka pun dapat membuat kita termotivasi dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Memang, menurut kita ada hal-hal yang terkadang tidak masuk akal. Tapi semua itu bisa terjadi karena Allah. Seperti misalnya kisah Nabi Sulaiman yang hendak membelah bayi menjadi dua bagian.

Kisah itu bermula dari padang rumput. Ada dua ibu bersama dengan anak mereka yang masih bayi. Ibu tua dan ibu muda, yang memiliki bayi yang hampir sama, dari ukuran badan, usia, dan rupanya.

Kedua ibu itu ada urusan di padang rumput, dan mereka kemudian meletakkan anak mereka di atas batu. Tak lama kemudian, ibu muda memiliki firasat yang tidak enak, jikalau anaknya dimangsa binatang buas. Kemudian ia mendatangi batu tempat anaknya diletakkan.

Dan benar saja, di sana hanya terdapat satu bayi. Ibu muda itu kemudian menggendong bayi tersebut. Tak lama, ibu tua pun datang. Ia kaget melihat hanya satu bayi. Ia pun menyangka bahwa bayi yang digendong oleh ibu muda itu adalah anaknya.

Mereka terlibat adu mulut. Pertengkaran memperebutkan bayi tak dapat terselesaikan hingga mereka mendatangi sang raja, Nabi Daud 'Alaihis Salam.

Di hadapan Nabi Daud 'Alaihis Salam dan para petinggi kerajaan mereka pun masih bertengkar, memperebutkan bayi. Nabi Sulaiman 'Alaihis Salam, putra Nabi Daud, yang kala itu mendampingi sang ayah meminta izin untuk menjadi hakim pertengkaran tersebut.

Nabi Sulaiman 'Alaihis Salam kemudian mengeluarkan pedang dari sarungnya. Beliau pun bersiap menghunuskan pedang kepada bayi itu dan hendak membelahnya menjadi dua untuk diberikan sama rata pada kedua ibu itu.

Ketika pedang hendak dihunuskan, sang ibu muda berteriak, " Jangan! Biarkan anak itu menjadi....

Baca kisah selanjutnya di tautan ini

Kirimkan kisah nyata inspiratif di sekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

1 dari 4 halaman

Kisah Kematian Nabi Sulaiman yang Tak Diketahui Siapapun

Dream - Mendengar nama Nabi Sulaiman AS, mungkin yang terlintas di pikiran Anda adalah kerajaan yang megah, kekuasaannya yang meliputi binatang dan jin, serta misi dakwahnya terhadap Ratu Balqis.

Namun tahukah Anda mengenai kisah kematian beliau?

Dalam riwayat yang disebutkan dari Abu Malik, Abu Shalih, Ibnu Abbas, dari beberapa orang sahabat, Al Sadi menceritakan,

Nabi Sulaiman AS pernah menyendiri di Baitul Maqdis yang dibangun pada tahun keempat kekuasaannya. Beliau menyendiri selama satu atau dua tahun, satu atau dua bulan, atau kurang lebih selama itu. Beliau membawa masuk makanan dan minumannya. Pada hari pertama, ia bangun pagi kemudian menemukan di dalam Baitul Maqdis telah tumbuh sebuah pohon. Lalu beliau mendatangi pohon tersebut dan bertanya, " Siapa namamu?"

" Namaku ini dan ini,"  jawab pohon itu.

" Jika tumbuh, hanya sebagai tumbuhan ataukah sebagai obat?"  ungkap Nabi Sulaiman.

Pohon itu berkata, " Aku tumbuh sebagai obat ini dan itu."

Demikianlah, hingga akhirnya sebatang pohon tersebut tumbuh dan diberi nama Al Kharubah (perusak). Lalu Nabi Sulaiman bertanya, " Siapa namamu?"

" Aku bernama Kharubah," jawab pohon itu.

" Untuk apa engkau tumbuh?"  tanya Nabi Sulaiman.

" Aku tumbuh untuk merusak masjid ini,"  papar pohon tersebut.

Nabi Sulaiman pun berkata, " Allah tidak akan merusaknya selama aku masih hidup. Kamu yang pada wajahmu terdapat kebinasaanku dan kerusakan Baitul Maqdis."

Kemudian Nabi Sulaiman mencabut pohon tersebut dan menanamnya di dinding miliknya. Selanjutnya, Nabi Sulaiman masuk ke dalam mihrab dan berdiri salat seraya bersandar pada tongkatnya dan meninggal dunia tanpa diketahui oleh setan.

Kisah selengkapnya baca di sini.   

2 dari 4 halaman

Dajjal di Pulau Socorta, Benarkah?

Dream - Socotra adalah kepulauan kecil yang terletak di Samudera Hindia. Kepulauan ini terletak 80 km sebelah timur Tanduk Afrika dan 380 km selatan Jazirah Arab.

Pulau Socotra merupakan bagian dari wilayah Republik Yaman. Pulau ini disebut sebagai ‘neraka dunia’, tetapi sebabnya sendiri tidak diketahui. Pulau ini sangat terpencil, yang pelancong pun tidak pernah berkunjung kesana. Tempat ini tidak pernah dipromosikan meskipun memiliki kelebihan yang menarik.

Pulau Socotra memiliki flora dan fauna yang tidak pernah kita lihat di manapun. Socotra telah di calonkan sebagai ‘one of the new seven wonders of the word’. 

Pulau terpencil ini hanya didiami 40 ribu jiwa saja. Keanehan pulau ini adalah anggapan bahwa sering dikaitkan dengan penjara Dajjal. Hal ini karena jika berkunjung ke Socotra akan terkesan seperti ke planet lain dan teori mengatakan, tempat ini mungkin sebagai tempat dajjal dikurung.

Teori itu semakin kuat dengan dipadukan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabul fitan wa asyrotis sa'ah, bab Qishoshul Jassasah (4/2261 no 2942), bahwa tempat Dajjal dikurung ialah Laut Yaman.

Hingga saat ini, sebagian ilmuwan berpendapat flora dan fauna di pulau ini merupakan spesies yang hidup di masa lampau dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Karena letak pulau yang terasing dari dunia luar dan karakteristik iklimnya yang unik, flora dan fauna ini masih bertahan hidup hingga saat ini. Pulau ini terus dipertahankan keasliannya oleh UNESCO dengan segala keanehan di dalamnya.

Apa Kaitanya Pulau Ini Dengan Dajjal?

Klik halaman selanjutnya... 

(Ism, Sumber: sayangi.com)

 

3 dari 4 halaman

Kisah Sahabat Rasul Bertemu Dajjal

Dream - Dajjal adalah bencana terbesar umat manusia di akhir zaman. Mengapa demikian? Karena Dajjal akan datang ke dunia dengan membawa berbagai macam fitnah dan akan menyesatkan manusia hingga benar-benar tersesat.

Dajjal sebenarnya sudah ada, namun hingga kini Allah belum mengizinkan Dajjal untuk muncul ke hadapan kita. Namun jika sudah waktunya nanti, Dajjal pasti akan muncul dengan membawa berbagai macam fitnah akhir zaman.

Dikisahkan bahwa ada salah seorang lelaki sahabat Rasulullah yang pernah melihat wujud asli dan bertemu dengan Dajjal. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Imam Muslim diterangkan, pada suatu hari setelah salat berjama'ah Rasulullah menahan para sahabat dan berkata:

" Demi Allah sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim ad Dari yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasranai kini telah memeluk islam dan membaiatku. Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yang pernah aku katakan kepada kalian tentang Masihid Dajjal."

Lalu beliau menceritakan pengalaman Tamim Dari tersebut:

" Ia mengisahkan perjalanannya kepadaku bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak (badai) selama satu bulan. Hingga mereka terdampar di sebuah pulau di tengah laut didaerah tempat terbenamnya matahari, Lalu mereka duduk (istirahat) di suatu tempat yang terletak sangat dekat dengan kapal."

Setelah itu mereka masuk kedalam pulau tersebut lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat, sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak.

Mereka berkata, " Celaka, dari jenis apakah kamu ini?" . Ia menjawab, " Saya adalah al Jassasah" . Mereka bertanya, " Apakah al Jassasah itu?" (tanpa menjawab) ia berkata, " Wahai orang-orang pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!"

 

Kisah selengkapnya klik di sini.

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

4 dari 4 halaman

Begini Kondisi Nabi Musa Saat Melihat Allah SWT

Dream - Setelah semua yang dihadapi, Nabi Musa AS berdoa kepada Allah agar menampakkan diri-Nya. Namun apa yang terjadi?

Nabi Musa mengalami pengalaman yang begitu dahsyat, ketika Allah akan menampakkan diri. Seperti apa kondisi Nabi Musa saat akan melihat Rabbnya ini?

Hal ini diceritakan langsung oleh Allah SWT melalui ayat Alquran dalam surat Al-A'raf. Ketika itu Nabi Musa meninggalkan kaumnya dan meminta saudaranya Nabi Harun AS untuk memimpin kaumnya.

Nabi Musa sendiri naik ke sebuah gunung yakni gunung Sinai (Thursina) setelah menyempurnakan 40 malam dengan berpuasa dan beribadah di atas gunung tersebut. Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepada beliau.

" Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhannya telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, ‘Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau…"  (QS. Al-A’raf: 143)

Peristiwa ini tentu di luar nalar. Pemandangan ini layaknya hubungan sebutir debu yang terbatas fana dengan Wujud zat sang maha pecinpta yang abadi tanpa perantara.

Kejadian ini tentu menjadi peristiwa yang menakutkan dan membingungkan. Namun Musa mampu menerima kalimat-kalimat Allah dan membuatnya begitu rindu dan ingin melihat Tuhannya. Kisah selengkapnya klik di sini. (Ism) 

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

 

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya