Kisah Nyata Jenazah Terbakar Saat Makam Dibongkar

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 22 Maret 2016 08:13
Kisah Nyata Jenazah Terbakar Saat Makam Dibongkar
Ternyata hal Ini yang dilakukannya saat hidup.

Dream - Ini adalah kisah nyata terbakarnya jenazah saat makamnya dibongkar. Cerita memilukan ini disarikan dari ceramah KH Zubairi Rahman, pengasuh Program Keluarga Sakinah Suara Giri FM.

Sebut saja nama si jasad itu Karta. Ia telah menikah dengan wanita pilihannya. Wajahnya cantik. Namun sayang, hatinya tak secantik wajahnya.

Karta mulai terpengaruh dengan istrinya dan hampir selalu menurutinya. Dari sinilah kisah tragis itu dimulai.

Selain Karta dan istrinya, di rumah itu juga tinggal ibunya. Sebelumnya, Karta bersikap baik pada ibunya. Tapi perlahan, sang istri 'mencuci otak' sang suami.

Suatu hari, sepulang Karta dari tempat kerja, istrinya mengadu. “ Mas, ibu itu bagaimana sih. Kerjanya cuma jalan-jalan ke rumah tetangga. Nggak mau bantuin aku.”

Karta langsung termakan kata-kata sang istri. Dicarinya ibunya.

“ Ibu, ibu sukanya ke main ke rumah tetangga ya. Nggak mau mbantu menantu ibu.”

“ Siapa yang bilang begitu. Ibu itu yang ngepel dan nyapu rumah ini, Karta. Ibu yang mencuci. Dan makanan yang kamu makan itu, itu juga ibu yang masak. Ibu memang ke rumah tetangga, tapi itu cuma sebentar. Untuk istirahat. Kalau istirahat siang-siang di rumah ini, ibu bisa dimarahi istrimu…”

Mendengar penjelasan itu, bukannya minta maaf, Karta malah tidak mempercayainya. “ Ah, ibu alasan saja.”

Hari-hari berikutnya, hubungan antara Karta dan ibunya tak kunjung membaik. Apalagi hubungan antara ibu dengan istri Karta, semakin memanas. Hingga suatu malam, setelah Karta sampai di rumah, sang istri memintanya mengambil keputusan yang sangat sulit.

“ Mas, aku sudah tidak betah lagi sama ibu. Aku dan ibu tidak bisa lagi tinggal dalam satu atap. Sekarang Mas pilih, aku yang pergi atau ibu yang keluar dari rumah ini,” kata istri Karta dengan nada tinggi.

Karta bingung. Ia tidak tega mengusir ibunya, tetapi ia juga tidak sanggup berpisah dari istrinya.

Entah setan apa yang merasukinya, ia pun melangkah ke kamar ibunya.

“ Masya Allah, benarkah kamu mau mengusir ibu ini, Karta?” tanya ibu setengah tak percaya saat mendengar Karta memintanya pergi dari rumah.

“ Iya, Bu. Ini demi kebaikan rumah tangga kami.”

“ Kamu tega, Karta,” orang yang namanya dipanggil hanya diam, “ kalaupun kamu mengusirku, tunggulah besok pagi. Tengah malam begini, ibu harus ke mana?”

Karta terdiam. Ia tak menjawab. Tapi keputusannya telah bulat.

Beberapa waktu kemudian, ibu keluar dengan tas di tangannya. Tidak semua barangnya bisa dibawa. Ia melangkah berjalan di tengah malam, sambil air mata terus menetes membasahi pipinya.

Sebagai seorang ibu, ia sungguh sangat kecewa. Sakit hatinya. Diusir oleh anak sendiri yang lebih mementingkan istri tak berakhlak daripada ibunya.

Dalam kondisi itu, sang ibu pun berdoa. “ Ya Allah, hatiku sakit atas perlakuan ini. Anakku sendiri mengusirku, padahal aku yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Ya Allah, aku tidak ridho padanya. Aku haramkan seluruh air susu yang diminumnya sejak bayi hingga membentuknya seperti saat ini.”

Doa seorang ibu yang didurhakai, doa di tengah malam, dalam kondisi hujan rintik-rintik, ketiga faktor mustajabnya doa itu bertemu.

Lihat apa yang terjadi setelah itu...

1 dari 5 halaman

Bau Busuk, Tak Ada yang Mau Mandikan Jenazah

Dream - Keesokan harinya, Karta merasakan seluruh tubuhnya sakit. Kulitnya mulai gatal-gatal. 

Makin lama, kulitnya seperti melepuh. Hari-hari berikutnya lepuhan itu mengeluarkan nanah dengan bau yang menyengat. Sampai-sampai, tetangga yang menjenguknya pun tidak berani mendekat.

“ Tolong carikan ibuku, aku ingin minta maaf. Sakitku ini karenanya,” pintanya pada seseorang.

“ Tidak. Biar Karta merasakan sakit itu. Sakitnya hatiku diusir lebih sakit dari apa yang dirasakan Karta,” jawab sang ibu saat ditemui pesuruh Karta, “ aku tak mau kembali ke rumah itu.”

Beberapa hari kemudian, Karta pun meninggal. Begitu busuknya bau Karta, sampai-sampai tidak ada yang mau memandikannya.

Sang istri pun menyewa orang untuk memandikan Karta. Waktu meninggalnya Karta hampir bersamaan dengan meninggalnya orang lain di kampung yang sama.

Sehingga tersedialah dua galian untuk memakamkan mereka. Dan baru saja Karta dimakamkan, keributan terjadi.

 

2 dari 5 halaman

Saat Makam Dibongkar Ternyata...

Dream - “ Ini seharusnya makam untuk saudara saya, kenapa ditempati,” kata seseorang yang terkejut melihat galian makam untuk saudaranya telah terisi.

“ Maaf pak, kami tidak tahu. Karena sudah terlanjur, sekali lagi kami minta maaf. Mohon almarhum dimakamkan di galian satunya Pak, kan sama-sama makamnya.”

“ Tidak bisa! Ini sudah kita pesan liang lahatnya dekat dengan anggota keluarga yang meninggal sebelumnya. Kalau di sana kan jadi terpisah. Kami tidak mau. Harus dibongkar”

Karena tidak bisa diajak kompromi, akhirnya warga pun mengalah untuk membongkar kembali makam Karta. Anehnya, saat makamnya dibongkar, mereka mendapati kain kafan Karta telah berubah warna; coklat keabu-abuan. 
Tubuhnya juga tampak lebih tipis. Dan begitu dibuka, mereka terkejut bukan main. Jenazah Karta berubah warna dan bentuk, seperti hangus terbakar.

Demikian dahsyatnya azab bagi anak yang durhaka kepada ibunya. Azab pedih langsung terjadi di dunia dan lebih pedih lagi saat berada di alam barzah.

(Ism, Sumber: Pelangimuslim.com)

 

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

 

3 dari 5 halaman

Jasad Pacar yang Dibunuh di Bekasi Ditolak Tukang Gali Kubur

Dream - Pemuda asal Kabupaten Bekasi nekat menghabisi nyawa pacarnya yang berinisial RR (20). Pelaku kesal setelah korban meminta mengakhiri hubungan asmaranya. 

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi, Iptu Makmur menjelaskan, pembunuhan itu berawal saat pelaku bernama Jatmiko, datang ke kontrakan korban.

Lokasi kontrakan korban berada di Kampung Cijingga Rt 002/003 Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Maksud kedatangan pelaku untuk memastikan hubungannya.

" Sebelumnya keduanya sempat cek-cok mulut, sampai akhirnya pelaku membunuh korban dengan cara mencekik leher dan membekap mulut dengan jaket," kata Makmur, hari ini.

Pelaku yang berhubungan dengan korban sejak pertama kali bekerja di sebuah perusahaan sama sekitar 6 bulan lalu itu, tak terima ketika korban meminta putus. Apalagi, korban memilih lelaki lain.

" Korban sudah punya calon lagi dan bertunangan, pelaku tak terima," jelasnya.

Saat korban telah meninggal pelaku ini sempat berniat menolong nyawa korban dengan membawanya ke RS Siloam Cikarang. Namun, karena takut pelaku mengurungkan niatnya dan memilih membawa korban dengan mobil sewaan jenis Honda Mobilio ke kampung halamannya di Tasik, Jawa Barat.

" Saat sampai di Tasik dia ketemu orang yang biasa menguburkan jenazah di TPU Cinehel. Tapi tukang gali kuburan itu menolak karena mayat korban belum dikafani," jelas Makmur.

Selanjutnya, pelaku disarankan membawa korban ke RSU dr Sukardjo untuk mengkafani jenazah dan saat itu dia diantar oleh orang ke rumah sakit tersebut. Saat ditanya di rumah sakit, pelaku beralasan korban mengalami kecelakaan.

Kecurigaan muncul saat petugas di kamar jenazah hendak memandikan dan mengkafani korban. Petugas melihat ada bekas jeratan di leher. Petugas bernama Asep itu langsung melaporkan ke pihak kepolisian Tasikmalaya.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengakui jika telah membunuh korban di Bekasi. " Karena kasusnya di Bekasi pelaku pun dilimpahkan ke kami dan untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih dalam," tambah Makmur.

Jatmiko yang sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Cikarang Selatan dikenakan pasal 338 sub 351 (1), (3) KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (Ism)

4 dari 5 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah Banci di Priok

Dream - Kisah nyata ini terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rahmat namanya. Salah satu pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Tabung Amanah Umat (Tamu) yang berkantor di kawasan Bekasi.

Lembaga yang dia kelola itu membuka jasa pemulasaraan jenazah muslim, gratis. Sebagai seorang pengurus LAZ yang juga menjadi petugas perawatan jenazah, Rahmat banyak memiliki pengalaman.  

Satu pengalaman yang membuat dia merasa begitu prihatin adalah tatkala memandikan jenazah seorang banci.

Kisah ini terjadi sekitar lima tahun lalu. Waktu itu, Rahmat mendapat telepon dari seseorang yang meminta bantuan memandikan jenazah di kawasan Priok. Orang itu mengaku mendapat nomor telepon Rahmat usai mendengar iklan di radio.

" Waktu itu ada tetangganya yang menelepon dan meminta bantuan," ujar Rahmat saat berbincang dengan Dream, Kamis, 18 Februari 2016.

Mendapat kabar itu, Rahmat segera meluncur ke lokasi. Dia sama sekali tidak menaruh curiga tentang siapa sebenarnya sosok jenazah yang akan diurus.

" Awalnya saya tidak diberitahu. Jadi ke sana dengan asumsi membantu orang yang tidak mampu. Barangkali tidak bisa membayar jasa pemandian," kata dia.

Sesampai di lokasi, Rahmat tetap tidak merasa curiga. Dia hanya mendapat informasi para pengurus masjid dan musala di sekitar lokasi, tidak ada yang mau mengurus jenazah.

Mungkin saja, lantaran warga setempat sudah tahu kebiasaan orang itu semasa hidup.

" Saya kaget, kok yang datang kayak orang-orang salon semua," kata dia.

Tapi, Rahmat berusaha berbaik sangka jenazah adalah sosok pria normal. Dia yang kala itu dibantu oleh seorang sopir, kemudian masuk ke rumah duka dan akan menangani jenazah.

" Pas itu saya dikasih tahu kalau jenazah itu adalah banci," kata dia. Rahmat sempat mengalami kebingungan....

5 dari 5 halaman

Alat Kelamin Asli Atau...

Dream - Rahmat sempat mengalami kebingungan apakah akan melanjutkan prosesi pengurusan jenazah atau tidak. Dia langsung menghubungi ustaz yang menjadi rujukan dan meminta saran. 

" Kata ustaz, diurus saja karena itu fardlu kifayah. Tetapi, harus dipastikan dulu apakah alat kelaminnya masih asli atau tidak. Kalau masih ada dan asli, kita mandikan. Kalau tidak, ya jangan dimandikan," ucap Rahmat.

Akhirnya Rahmat memeriksa alat kelamin jenazah itu. Setelah mendapat kepastian alat kelamin masih ada, Rahmat lantas segera memandikan jenazah tersebut.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie