Mendesah Saat Berhubungan Dilarang dalam Islam?

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 7 Januari 2016 20:03
Mendesah Saat Berhubungan Dilarang dalam Islam?
Bolehkah bersuara atau berbicara pada saat berhubungan suami-istri? Ini penjelasannya menurut Islam.

Dream - Salah satu pertanyaan yang kerap muncul seputar fikih adalah bolehkah bersuara atau berbicara pada saat berhubungan suami-istri?

Dalam fikih ahlus sunnah, diperbolehkan bagi suami istri bersuara atau berbicara saat berjimak. Asalkan suara atau kata-kata mereka tidak terdengar oleh orang lain.

Imam As-Suyuthi dalam Ad Durrul Mantsur mencantumkan riwayat bahwa sahabat Nabi dan penulis wahyu, Muawiyah bin Abu Sufyan, pernah menjimak istrinya. Tiba-tiba sang istri mengeluarkan desahan dan rintihan yang penuh gairah hingga ia sendiri malu pada suaminya.

Namun Muawiyah justru meluruskannya, " Tidak masalah. Demi Allah, yang paling menarik dari kalian adalah desahan napas dan rintihan kalian."

Ibnu Abbas juga pernah ditanya tentang hukum desahan dan rintihan saat jimak seperti ini. Ulama-nya para sahabat ini menjawab, " Jika kalian berjimak dengan istri, lakukanlah sesuka kalian."

Penjelasan selengkapnya baca di sini.    

1 dari 3 halaman

Berhenti Gunakan Kata Sunnah Rasul Di Malam Jumat

Dream - Sunnah Rasul dalam pandangan syariat adalah sikap, tindakan, aktifitas, ucapan dan cara Rasulullah Shallalhu alayhi wa Sallam menjalani hidupnya.

Namun perkataan " Sunnah Rasul”  sering kita dengar kalau hari kamis malam atau malam Jumat. Begitu juga dalam pergaulan sehari-hari di dunia nyata, istilah “ Sunnah Rasul” sering terdengar dan populer diartikan dari hubungan suami istri atau.

Apakah latar belakang penyebutan Sunnah Rasul menjadi sebuah aktifitas seks? Benarkah malam Jumat sebagai malam yang dianjurkan untuk berhubungan seksual? 

Ada perkataan yang dianggap sebagai hadits; Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (Kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi. (Dalam hadits yang lain disebutkan sama dengan membunuh 1000 atau 7000 yahudi)

Ustadz Abdullah Zaen, M.A, seperti dilansir dari konsultasikonsultasisyariah.com, mengatakan belum pernah menemukan ayat Alquran atau hadis sahih yang menunjukkan anjuran tersebut. Jika ada yang menyampaikan hal tersebut maka dia diminta untuk menyampaikan dalil.

Hadits di atas tidak akan Anda temukan dalam Kitab manapun. Baik kumpulan hadits dhaif apalagi shahih. Artinya, hadits Sunnah Rasul pada malam Jumat tersebut, apalagi sama dengan membunuh 100 Yahudi, adalah bukan Hadits alias palsu yang dikarang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sebagian ulama mengatakan, “ Kami belum pernah mendengar satu hadis sahih dalam syariat yang memuat pahala yang sangat banyak selain hadis ini.” Karena itu, sangat dianjurkan untuk melakukan semua amalan di atas, untuk mendapatkan pahala yang diharapkan.” (Al-Mirqah, 5:68)

Pendapat yang kuat maka anjuran melakukan hubungan intim di hari Jumat seharusnya dilakukan sebelum berangkat shalat Jumat di siang hari, bukan di malam Jumat, karena batas awal waktu mandi untuk shalat Jumat adalah setelah terbit fajar hari Jumat.

Ustadz Ammi Nur Baits, menambahkan, ada haditsnya shahih namun tidak mengatakan secara gamblang bahwa itu adalah hubungan seks suami istri yaitu:

“ Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan, dia berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun.” (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-Albani)

Lalu sebenarnya sunnah apa yang dilakukan Rasulullah Shallalhu Alayhi Wa Sallam di malam/hari Jumat? Sunnah Rasul untuk dilakukan pada malam/hari Jumat, diantaranya:

1. Memperbanyak membaca Shalawat

Sabda Nabi Shallalhu Alayhi Wa Sallam, Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari Jumat karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari Jumat, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku. (HR. Baihaqi)

2. Membaca Al Quran khususnya surat Al Kahfi.

Sabda Nabi Shallalhu Alayhi Wa Sallam,: Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jumat. (HR. Al Hakim). Tentu saja lebih baik lagi jika dikaji dan ditadabburi ayat-ayatnya.

3. Memperbanyak doa

Rasulullah Shallalhu Alayhi Wa Sallam bersabda, Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah SWT dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ashar. (HR. Abu Dawud)

4. Shalat Jumat

Rasulullah Shallalhu alayhi wa Sallam bersabda, Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit. (HR.Abu Daud dan Al Hakim) 

2 dari 3 halaman

3 Sunnah Rasul Ini Sering Dilupakan Pengantin di Malam Pertama

Dream - Menjadi pengantin baru merupakan sebuah kebahagiaan dengan berjuta rasanya. Bahagia karena kini telah memiliki pasangan yang sah dan halal, namun juga sedih karena akan meninggalkan orangtua yang selama ini membesarkan meski sebenarnya tetap dapat berjumpa.

Dalam Islam, ada beberapa sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di saat malam pertama. Namun hal ini banyak dilupakan oleh para pasangan pengantin baru.

Padahal hal tersebut memiliki makna yang begitu dalam bagi kehidupan rumah tangga. Lalu apa sajakah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah? 

Malam pertama bagi sebagian kalangan identik dengan hubungan suami istri. Di saat sedang membahas tentang pengantin baru, maka yang terlintas di dalam pikiran adalah tentang hubungan suami istri.

Memang ketika seseorang telah menikah, hubungan suami istri bukan hanya akan mendapatkan kenikmatan semata namun juga bernilai ibadah di mata Allah SWT.

Akan tetapi, Rasulullah SAW telah mengajarkan sunnah-sunnah yang harus dilakukan oleh para pasangan pengantin baru di malam pertamanya. Selengkapnya klik di sini.  (Ism) 

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

3 dari 3 halaman

Posisi Tidur Suami Istri Sesuai Dengan Sunnah Rasulullah SAW

Dream - Jika kita belum mempunya pasangan hidup alias suami/ istri maka sesuai dengan sunnah Rasullullah SAW posisi tidur yang sangat dianjurkan adalah miring ke kanan.

Kita Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan).

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:

“ Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Lalu bagaimana jika suami tidur bersama istrinya sesuai sunnah Rasullullah SAW?

Dilansir dari laman bersamadakwah.net, Ustazah Ida Nur Laila penulis buku Seri Materi Keakhwatan dalam sebuah Talk Show bertajuk " Meraih Surga Bersama Keluarga" , menjelaskan bagaimana anjuran posisi tidur yang baik bagi pasangan suami istri sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

“ Posisi tidur suami istri yang sesuai sunnah Nabi, suami istri tetap miring ke kanan. Sang istri ada di depan, sang suami ada di belakang sambil memeluk istrinya. Jadi keduanya dapat sunnah posisi tidur miring ke kanan,” terangnya.

“ Ingat ya, ini hanya khusus untuk suami istri,” sambungnya.

 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone