Menuntun Syahadat Orang Sakratul Maut

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 13 Februari 2016 12:04
Menuntun Syahadat Orang Sakratul Maut
Bila sudah datang tanda-tanda kematian, kita dianjurkan untuk membaringkan orang sakratul maut itu di atas sisi kanan tubuhnya dan menghadapkan wajahnya ke...

Dream - Pelafalan kalimat 'La ilaha illallah' dianjurkan untuk mereka yang segar bugar. Pelafalan ini sangat dianjurkan terlebih lagi untuk mereka yang sedang menghitung detik-detik terakhir kehidupannya di dunia.

Untuk mereka yang lemah seperti saat menghadapi sakaratul maut, orang lain bisa menuntunnya untuk pelafalan kalimat mulia ini. Praktik ini disebut talqin.

Talqin lazimnya dipraktikkan oleh kalangan pelaku tarekat. Tetapi praktik ini dilakukan umat Islam terhadap calon jenazah yang sedang sakratul maut dan jenazah yang baru saja dimakamkan.

Habib Abdullah bin Husein bin Thahir Ba‘alawi dalam kitab Is‘adur Rafiq wa Bughyatus Shadiq menyebutkan cara menalqin orang sakit yang tengah mengalami peralihan dari alam dunia ke alam barzakh.

Bila sudah datang tanda-tanda kematian, kita dianjurkan untuk membaringkan orang sakratul maut itu di atas sisi kanan tubuhnya dan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat seperti posisi jenazah di kubur.

Sementara tengkuk belakang pada sisi kirinya. Wajah dan bagian tengah badannya dihadapkan ke arah kiblat.

Pada posisi itu kita dianjurkan untuk membimbingnya mengucap 'La ilaha illallah' tanpa mendesaknya (dengan perlahan). Kita (cukup diam) tidak perlu mengulangi 'La ilaha illallah' kalau ia sudah mengucapkannya. Lain soal kalau ia mengucapkan selain 'La ilaha illallah'.

Hal ini dimaksudkan agar 'La ilaha illallah' menjadi ucapan terakhir yang keluar dari bibirnya. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW; " Siapa saja yang ucapan terakhirnya ‘La ilaha illallah', masuk surga."

Maksudnya ia masuk surga bersama orang-orang yang beruntung di akhirat. Selengkapnya klik di sini.

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian