Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Pemerintah Kota New York telah mencapai kesepakatan dengan tiga wanita Muslim yang jilbabnya dilepas paksa oleh polisi sebelum difoto atas kasus penangkapan mereka.
Seorang pejabat Departemen Hukum Kota New York mengatakan kepada BBC News bahwa ketiga wanita Muslim itu akan mendapat kompensasi masing-masing US$60.000, setara Rp825 juta.
Langkah tersebut mendapat pujian dari pengacara ketiga wanita Muslim tersebut, dengan menyebutnya sebagai 'langkah yang baik ke arah yang benar' untuk menyelesaikan masalah penutup kepala bagi wanita Muslim.
Kasus ini bermula dari proses foto untuk kepentingan penyelidikan bagi seorang remaja yang diduga terlibat perkelahian pada tahun 2012.
Gadis itu - yang diidentifikasi dalam arsip pengadilan sebagai G.E. - menolak untuk melepaskan jilbabnya, di sebuah daerah di Brooklyn.
Dia kemudian dibawa ke sebuah kamar pribadi seorang petugas polisi wanita untuk diambil fotonya.
Namun setelah dipindahkan ke kantor pusat kepolisian setempat, petugas mengatakan mereka tidak dapat mengambil foto kedua secara pribadi karena kamera berada dalam posisi tetap.
Gadis itu kemudian diharuskan melepas jilbabnya sekitar 20 menit di hadapan polisi dan narapidana lainnya.
Menurut pengacaranya, insiden itu membuat gadis tersebut merasa 'ditelanjangi, dilanggar haknya dan putus asa'.
Unsur pidana kasus tersebut dihentikan, namun kasus perdatanya terus berlanjut hingga dilakukan penyelesaian pada hari Senin kemarin.
"Penyelesaian ini adalah langkah yang baik dalam arah yang benar untuk menangani masalah ini, tidak hanya untuk wanita yang memakai jilbab tapi juga untuk pemeluk agama lain," kata Tahanie Aboushi, pengacara yang mewakili tiga wanita Muslim tersebut, kepada BBC.
© Dream
Dream - Pada tahun 2015, Departemen Kepolisian New York mengeluarkan panduan baru kepada petugas saat menangani tersangka yang memakai penutup kepala karena alasan agama.
Disebutkan bahwa para tersangka akan difoto di ruang tertutup oleh petugas dengan jenis kelamin yang sama.
Aboushi mengatakan kepada New York Daily News bahwa arahan tambahan juga telah dikeluarkan untuk petugas pada Desember 2017 tentang jilbab dan penutup kepala lainnya.
Dia mengatakan bahwa keputusan polisi tersebut merupakan upaya kolaboratif dan usaha untuk menetapkan preseden yang baik. Mengingat beberapa agama memiliki hukum sendiri untuk menutupi kepala.
Sementara itu, juru bicara Departemen Hukum Kota New York Kimberly Joyce mengatakan kepada BBC pada hari Rabu bahwa penyelesaian masalah ini adalah untuk kepentingan dan kebaikan bersama.
"Resolusi untuk masalah ini demi menjaga kepentingan semua pihak yang terlibat," katanya.
(Sumber: bbc.com)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui
