Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Syifa, Penderita Gizi Buruk Asal Pangandaran (Dok Humas Dompet Dhuafa)
Dream - Syifa, 18 tahun, tergeletak di atas dipan di rumahnya berlokasi di Dusun Karang Petir RT/RW 01/02 Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jangankan bergerak, untuk bicara saja gadis ini kesulitan.
Tubuhnya begitu kering hampir tak terlihat adanya bagian yang berisi, pertanda sebuah daging. Dia terlihat seperti ta berdaya lantaran menderita gizi buruk.
Dia hanya mampu mengeluarkan erangan tertahan dari tenggorokannya. Erangan itu menjadi cara satu-satunya bagi Syifa untuk menyampaikan kebutuhannya, termasuk soal makan dan minum.
"Kalau ingin makan atau minum lain lagi bahasanya. Hanya kakek saya yang paham, ini bahasa hati," ujar Totok, 80 tahun kepada Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, dalam keterangan tertulis diterima Dream, Kamis, 3 Maret 2016.
Toton merupakan kakek yang begitu ikhlas merawat Syifa yang merupakan cucu satu-satunya itu. Dia sekaligus menjadi penjaga Syifa setelah ayah gadis tersebut meninggal dalam kecelakaan saat dia masih berusia 5 bulan.
"Syifa sejak 5 lima bulan ditinggal meninggal ayahnya, terus diserahkan ke saya oleh ibunya usia 8 bulan. Ibunya tidak mau mengurusi Syifa," kata veteran tentara masa Presiden Soekarno dengan pangkat terakhir Prada tersebut.
Selama 17 tahun Toton merawat Syifa tanpa sedikitpun bantuan datang. Semua kebutuhan cucunya dia penuhi sendiri dari hasil kerjanya sebagai buruh tani. Setiap hari, Toton menyuapi Syifa dengan tangannya sendiri dan tentu dengan menu semampu dia.
"Pernah saya kasih dia nasi sama garam saja, karena kondisi saya yang serba kekurangan. Meskipun saya mantan tentara, tapi kan saya nggak punya pensiunan," kata dia.
Keberadaan Syifa dan Totok sempat terlacak media. Dalam waktu begitu singkat, banyak orang datang berkunjung dan memberikan bantuan.
"Sekarang, Alhamdulillah, banyak makanan. Semenjak kondisi cucu saya diberitakan di koran, mereka banyak yang datang ke rumah," ucap Toton.
Toton pun sempat mendapat tawaran dari Tim RDK LKC berupa perawatan lanjutan untuk Syifa. Tetapi, tawaran itu belum mendapat jawaban dari Toton dengan alasan kondisi kesehatan pria tersebut masih terganggu.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?