Piring Bambu untuk Kakek

Reporter : Ayik
Kamis, 12 Februari 2015 13:31
Piring Bambu untuk Kakek
Viva membuatkan piring dan gelas yang terbuat dari bambu untuk kakeknya. Ia berharap piring bambu ini tak akan menyulitkan kakek saat mengangkatnya.

Dream - Harta yang paling berharga di dunia ini adalah keluarga. Keluarga menjadi kampung halaman bagi setiap orang. Segala rasa duka, pilu dan bahagia tertuang dalam kehangatan keluarga.

Alkisah, tubuh seorang kakek yang tak lagi muda dan bersemangat, semakin surut saat melihat perlakuan anak dan menantunya. Setelah ditinggal mati oleh sang istri, seorang kakek memutuskan untuk tinggal di rumah anaknya.

Ia sangat kecewa dengan sikap Rina sebagai anak dan Arwan sebagai menantu. Mereka berdua seolah tak menginginkan kehadiran dirinya di rumah tersebut. Air mata semakin membasahi pipi si kakek tatkala tiap kali makan bersama, ia selalu makan terpisah dari meja keluarga anaknya.

" Bapak makan di sini saja. Biar makanannya tidak jatuh dan juga piringku tidak cepat habis karena bapak selalu menjatuhkannya," kata Rina menunjuk sebuah tempat di pojok ruangan.

Hal itu membuat cucu sang kakek, Viva, sedih. Ia merasa sangat kasihan saat melihat kakeknya harus makan seorang diri di sudut ruangan. Suatu ketika Viva membuatkan piring dan gelas yang terbuat dari bambu untuk kakeknya. Ia berharap piring bambu ini tak akan menyulitkan kakek saat mengangkatnya.

" Viva sedang apa?," tanya ibunya, Rina.

" Sedang buat piring dan gelas dari bambu untuk kakek, Ma. Siapa tahu jika mama dan papa tua nanti piring ini bisa digunakan juga," kata Viva polos.

Mendengar pernyataan Viva, hati Rina dan Arwan langsung diselimuti dengan perasaan bersalah dan malu terhadap ayah mereka.

Penasaran dengan kisah ini? Yuk selengkapnya Baca di sini

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup