Pria Viral Penyelamat Pemotor Terobos Perlintasan Kereta Api, Upah Cuma Rp5 Ribu per Hari, Dibayar Setahun Sekali

Reporter : Sugiono
Rabu, 8 Desember 2021 13:43
Pria Viral Penyelamat Pemotor Terobos Perlintasan Kereta Api, Upah Cuma Rp5 Ribu per Hari, Dibayar Setahun Sekali
Ada hal aneh setelah penjaga perlintasan mencegat dan menanyai pengendara motor yang nekat tersebut.

Dream - Baru-baru ini sebuah video memperlihatkan momen pemotor terobos perlintasan dan nyaris ketabrak kereta api viral di jagat maya.

Jika saja tidak dihalangi oleh penjaga perlintasan kereta api, pemotor berboncengan itu mungkin sudah tinggal namanya saja.

Pemotor yang nekat tersebut sudah selayaknya berterima kasih kepada penjaga perlintasan kereta api yang belakangan diketahui bernama Agus Suyitno.

1 dari 5 halaman

Penjaga Perlintasan Kereta Api Viral yang Selamatkan Pemotor

Dialah yang menjaga perlintasan kereta api saat itu dan menahan laju pemotor berboncengan yang nekat tersebut.

Padahal, hanya berselang beberapa detik kemudian, sebuah kereta api lewat mereka dengan kecepatan sangat tinggi.

Pria 61 tahun ini menjadi penjaga perlintasan kereta api yang berada di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

2 dari 5 halaman

Panen Pujian, Orangtua Pemotor Datang ke Rumah

Video yang memperlihatkan aksinya menyelamatkan dua pengendara motor itu menuai pujian dan viral di media sosial.

Karena aksi heroiknya itu, apresiasi pun berdatangan. Bukan hanya dari para tetangganya sendiri, orangtua pemotor nekat itu berterima kasih kepadanya.

" Setelah kejadian itu, banyak warga yang ke sini. Ngasih tahu kalau ada video yang viral, itu ada saya.

" Bahkan bapak dari anak yang saya selamatkan itu juga ke sini, mengucapkan terima kasih," ujar pria yang akrab disapa Pak Yit ini.

3 dari 5 halaman

Hal Aneh Usai Mencegat Pemotor Nekat Terobos Perlintasan

Menurut Pak Yit, warga Desa Sambigede memang sering melakukan hal yang ceroboh saat melintas rel kereta api. Mereka seringkali menerobos perlintasan kereta api.

Pria dengan tiga anak mengatakan ada hal yang aneh setelah dia mencegat dan menanyai pengendara motor yang nekat tersebut.

Menurut pengakuan pemotor tersebut, dia mengaku tidak mendengar atau bahkan melihat kalau ada kereta api mau lewat.

" Pengendara itu saya tanyain, malah bilang tidak tahu dan tidak mendengar. Padahal jarak kereta api itu kurang lebih 100 meter," ujar Pak Yit.

4 dari 5 halaman

Digaji Rp5 Ribu, Dibayarkan Setahun Sekali

Sementara itu, Pak Yit mengaku ikhlas menjalani profesi sebagai penjaga palang pintu, meski hanya diberi upah Rp 5 ribu per hari.

Mirisnya lagi, akumulasi upah menjaga perlintasan kereta api itu baru dibayarkan oleh desa setiap setahun sekali.

Untuk menutupi biaya hidupnya, Pak Yit membuka warung kopi kecil-kecilan di dekat perlintasan kereta api tersebut.

5 dari 5 halaman

Buka Warung dengan Biaya Pinjam dari Desa

" Satu tahun sekali mas diberi upah itu dari desa. Maka dari itu saya sambil buka warung kopi disini, biar tidak jenuh juga," ungkap pak Yit.

Warung kopi itu dibangun pak Yit dengan meminjam uang dari desa. Sebab, ia tidak memiliki uang saat itu.

" Saya pinjam ke desa waktu itu Rp 1 juta, buat bikin warung kopi itu. Alhamdulillah sekarang bisa dapat Rp 40 hingga 50 (ribu) per hari," pungkas Pak Yit.

Sumber: Malang Times

Beri Komentar