Quran Surat Al-Kahfi Latin, Terjemahan Arti Bahasa Indonesia & Kisah di Baliknya

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 3 Desember 2020 12:10
Quran Surat Al-Kahfi Latin, Terjemahan Arti Bahasa Indonesia & Kisah di Baliknya
Kisah di balik Surat Al-Kahfi yang luar biasa untuk dijadikan pelajaran bagi umat muslim.

Dream – Surat Al-Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Al-Quran yang tentunya memiliki keistimewaan luar biasa. Surat Al-Kahfi terdapat di dalam juz 15 dan dikategorikan surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Mekkah.

Surat yang berjumlah 110 ayat ini menceritakan tentang kisah Ashabul Kahfi yang mengandung pembelajaran tentang hidup bagi umat Islam. Kisah Ashabul Kahfi ini dijelaskan pada ayat ke-9 hingga ayat ke-26.

Karena kisahnya yang begitu luar biasa, surat Al-Kahfi pun memiliki kelebihan dan keutamaan. Sebagai seorag muslim sudah sepantasnya mengamalkan bacaan surat Al-Kahfi dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

Bahkan membaca surat Al-Kahfi pada malam dan Hari Jumat sangat luar biasa sesuai penjelasan berbaga hadis.

Maka dari itu sudah sepantasnya kita memahami kisah di balik Surat Al-Kahfi di bawah ini. Sebelumnya kita juga perlu memahami bacaan surat Al-Kahfi yang menceritakan tentang kisah penghuni goa yang disebut sebagai Ashabul Kahfi yang tercantum di dalam ayat 9 hingga 26 di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al-Kahfi ayat 9 Sampai 15

Ilustrasi© freepik.com

9. am hasibta anna ashabal-kahfi war-raqimi kana min ayatina ‘ajaba.

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

10. idz awal-fityatu ilal-kahfi faqolu rabbana atina mil ladungka rahmataw wa hayyi` lana min amrina rasyada.

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “ Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

11. fa dharabna ‘ala adzanihim fil-kahfi siniina ‘adada.

Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,

12. Tsumma ba’atsnahum lina’lama ayyul-hizbaini ahsho lima labitsu amada.

Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

13. nahnu naqussu ‘alaika naba`ahum bilhaqqi, innahum fityatun amanna birabbihim wa zidnahum huda.

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.

14. wa rabathna ‘ala qulubihim idzqomu fa qolu rabbuna rabbus-samawati wal-ardhi lan nad’uwa min dinihi ilahal laqad qulna idzan syathatha.

Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “ Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.

15. ha`ula`i qaumunattakhadzu min dunihi alihah, lau la ya`tuna ‘alaihim bisulthanim bayyin, fa man adzlamu mim maniftaro ‘alallahi kadziba.

Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

2 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al-Kahfi ayat 16 Sampai 20

Ilustrasi© freepik.com

16. wa idzi’tazaltumuhum wa ma ya’buduna illallaha fa`wu ilal-kahfi yansyur lakum rabbukum mir rahmatihi wa yuhayyi` lakum min amrikum mirfaqa.

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

17. wa tarasy-syamsa idza thala’at tazawaru ‘an kahfihim dzatal-yamini wa idza garabat taqridhuhum dzatasy-syimali wa hum fi fajwatim minhu, dzalika min ayatillah, may yahdillahu fa huwal-muhtadi wa may yudlil fa lan tajida lahu waliyyam mursyida.

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

18. wa tahsabuhum aiqodzow wa hum ruquduw wa nuqallibuhum dzatal-yamini wa dzatasy-syimali wa kalbuhum basitun dzira’aihi bil-washidi, lawithala’ta ‘alaihim lawallaita min-hum firaraw wa lamuli`ta min-hum ru’ba.

Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.

19. wa kadzalika ba’asnahum liyatasa`alu bainahum, qola qo`ilum min-hum kam labistum, qola labisna yauman au ba’dha yaum, qolu rabbukum a’lamu bima labistum, fab’asu ahadakum biwariqikum hadzihi ilal-madinati falyandzur ayyuha azka tha’aman falya`tikum birizqim min-hu walyatalathaf wa la yusy’iranna bikum ahada.

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)”. Mereka menjawab: “ Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “ Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.

20. innahum iy yazharu ‘alaikum yarjumukum au yu’idukum fi millatihim wa lan tuflihu idzan abada.

Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya”.

3 dari 4 halaman

Kisah di Balik Surat Al-Kahfi

Ilustrasi© freepik.com

Surat Al-Kahfi setidaknya mengandung 4 kisah yang bisa dijadikan pelajaran bagi umat muslim dalam berperilaku sehari-hari.

1. Kisah Ashabul Kahfi

Sesuai dengan namanya, Surat Al-Kahfi merupakan menceritakan tentang kisah Ashabul Kahfi. Diceritakan sekelompok pemuda beriman yang tinggal di negeri yang kafir. Para pemuda itu mendapat penolakan dan intimidasi atas agama yang sedang diperjuangkannya. Mereka menghadapi berbagai fitnah dari masyarakat setempat. Namun Allah Swt selalu melindungi ketujuh pemuda itu.

Ashabul Kahfi dikisahkan tertidur di dalam sebuah goa selama 300 tahun. Saat terbangun dari tidurnya yang panjang itu, negeri kafir yang ditinggali dulu ternyata telah berubah menjadi negeri dengan penduduk yang sudah beriman kepada Allah.

Ketujuh pemuda yang diceritakan dalam Surat Al-Kahfi itu adalah Tamlikha, Maksalmina, Martunus, Bainunus, Sarbunus, Dzunuanus, Kasyfitatanunus. Mereka juga ditemani seorang anjing bernama Qitmir. Keimanan mereka dinyatakan dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 153 yang artinya:

“ Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami berikan petunjuk kepada mereka.”

4 dari 4 halaman

2. Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidzir

Di balik surat Al-Kahfi juga mengisahkan cerita tentang Nabi Musa dan Nabi Khidzir yang dijelaskan dalam ayat 60 sampai 82. Dalam ayat-ayat tersebut, dijelaskan Allah Swt bertanya kepada Nabi Musa tentang penduduk bumi yang paling alim. Lalu Nabi Musa menjawab dia-lah yang paling cerdas.

Ternyata Allah Swt mengabarkan bahwa ada seorang manusia yang lebih pandai dari manusia lainnya bernama Nabi Khidzir. Saat pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidzir, terjadilah peristiwa-peristiwa yang membuat Nabi musa sadar bahwa Nabi Khidzir sangatlah cerdas dan bijaksana.

Alhasil Nabi Musa paham bahwa penyakit orang-orang yang berilmu adalah membanggakan ilmunya yang paling unggul. Artinya “ di atas langit masih ada langit.”

3. Kisah Pemilik Dua Kebun

Surat Al-Kahfi ayat 32 sampai 34 menceritakan bahwa ada seorang yang dikaruniakan kebun oleh Allah Swt yang akhirnya membuatnya sombong. Orang tersebut tidak lagi beriman kepada Allah dan tidak pandai bersyukur kepada-Nya. Ia terus membanggakan dirinya untuk mengejar dunia dengan memperbanyak harta dan keturunan.

Kisah ini memberikan pelajaran kepada umat muslim supaya kita pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt. Sebab nikmat yang kita miliki sekarang adalah pemberian Allah yang bisa kapan saja Dia ambil sewaktu-waktu.

4. Kisah Dzulqornain

Surat Al-Kahfi ayat 83 sampai 110 mengisahkan Raja Dzulqornain. Ia adalah raja mulia yang menguasai kekuatan dan ilmu. Ia mampu mengelilingi dunia dan menebarkan kebaikan.

Bahkan ia dikisahkan mampu mengatasi kejahatan Ya’juj dan Ma’juj dengan cara membangun benteng. Kisah ini mengajarkan kepada umat muslim di dunia bahwa manusia tidak boleh sewenang-wenang saat menduduki kursi kekuasaan.

Dzulqornain merupakan sosok pemimpin yang layak dicontoh karena tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Semua kisah di balik surat Al-Kahfi tersebut sudah selayaknya menjadi pelajaran yang berharga bagi manusia.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

 

Beri Komentar