Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Ada yang unik dari kisah Nabi Yusuf ketika meminta diwafatkan Allah SWT. Kala itu, Nabi Yusuf mengharapkan kematian segera dirasakan olehnya karena ingin segera bertemu dengan Sang Pencipta.
Banyak ulama dan ahli tafsir yang meyakini, doa Nabi Yusuf tidak sekadar mengharapkan kematian. Nabi yang terkenal dengan ketampanannya ini juga ingin meninggal dalam keadaan beragama Islam.
Dengan kata lain Nabi Yusuf berkata, "Jika telah tiba ajalku maka wafatkanlah aku dalam keadaan Islam."
Meski begitu Nabi Muhammad SAW, dalam kisah dari Abu Hurairah pernah bersabda, “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah dia berdoa untuk mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan.” (HR. Muslim)
© Dream
Tetapi, Rasulullah mengatakan, jika ada seorang muslim dalam kondisi tertentu mengalami penderitaan akibat penyakit kronis, hendaknya berdoa dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Itu tertuang dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang diperoleh dari Anas bin Malik.
“Janganlah seseorang di antara kalian mengharapkan kematian karena tertimpa kesengsaraan. Kalaupun terpaksa ia mengharapkannya, maka hendaknya dia berdoa, “Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Mengharap kematian karena penderitaan yang menimpa, baik yang menyangkut kesehatan, ekonomi maupun lainnya jelas tidak diperbolehkan. Rasulullah Saw bersabda, "Mintalah segera mati karena enam hal, yaitu maraknya istri orang-orang yang bodoh, banyaknya syarat, maraknya penjualan hukum, diremehkannya darah, maraknya pemutusan hubungan kekeluargaan,, dan banyaknya anak-anak muda yang menjadikan Al Qur'an sebagai permainan, sampai - sampai mereka menyuruh orang untuk melagukan Al Qur'an kepada mereka meskipun mereka adalah orang yang sangat minim pengetahuannya." (HR. Ahmad)
Baca selengkapnya di tautan berikut ini
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
