Surat Al-Baqarah yang Menjadi Landasan Puasa Ramadan, Mulai dari Ayat 183 hingga 187

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Selasa, 19 April 2022 12:45
Surat Al-Baqarah yang Menjadi Landasan Puasa Ramadan, Mulai dari Ayat 183 hingga 187
Ayat tersebut menjelaskan tentang kewajiban puasa Ramadan sampai diperbolehkannya berhubungan badan di malam Ramadan.

Dream – Puasa Ramadan wajib dilaksanakan oleh umat Muslim. Perintah menjalankan puasa tercantum dalam Alquran. Selain itu ada pula hadis Nabi tentang kewajiban puasa Ramadan.

Salah satu landasan yang kerap digunakan adalah Al-Quran surat Al-Baqarah. Dalam surat Al-Baqarah ada beberapa ayat yang menjadi landasan tentang puasa Ramadan yang perlu diketahui oleh setiap umat Islam. Karena di sinilah perintah-perintah Allah SWT dijelaskan agar umat Islam memahami dan menaatinya.

Berikut adalah beberapa ayat dalam surat Al-Baqarah yang menjadi landasan puasa Ramadan sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Surat Al-Baqarah tentang Puasa Ramadan

Surat Al-Baqarah tentang Puasa Ramadan© Shutterstock.com

Seperti diketahui bersama bahwa menjalankan puasa Ramadan hukumnya adalah wajib bagi setiap Muslim laki-laki dan perempuan. Hal tersebut telah Allah SWT jelaskan dalam Al-Quran. Berikut adalah beberapa ayat dalam surat Al-Baqarah yang menjadi landasan puasa Ramadan:

Surat Al-Baqarah Ayat 183 

يٰٓاَيُّهَاالَّذِيْنَاٰمَنُوْاكُتِبَعَلَيْكُمُالصِّيَامُكَمَاكُتِبَعَلَىالَّذِيْنَمِنْقَبْلِكُمْلَعَلَّكُمْتَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat di atas berisi kewajiban untuk menjalankan puasa Ramadan bagi setiap Muslim. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak beragama Islam, maka tidak wajib untuk mengerjakannya. Dengan berpuasa, yakni menahan makan, minum, dan berjima’, hal ini bisa membuat umat Islam meningkatkan ketakwaannya.

Surat Al-Baqarah Ayat 184

اَيَّامًامَّعْدُوْدٰتٍۗفَمَنْكَانَمِنْكُمْمَّرِيْضًااَوْعَلٰىسَفَرٍفَعِدَّةٌمِّنْاَيَّامٍاُخَرَۗوَعَلَىالَّذِيْنَيُطِيْقُوْنَهٗفِدْيَةٌطَعَامُمِسْكِيْنٍۗفَمَنْتَطَوَّعَخَيْرًافَهُوَخَيْرٌلَّهٗۗوَاَنْتَصُوْمُوْاخَيْرٌلَّكُمْاِنْكُنْتُمْتَعْلَمُوْنَ

Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184).

Dalam surat Al-Baqarah ayat 184 di atas menjelaskan tentang seorang Muslim yang berhalangan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dalam hal ini Allah SWT telah memberikan kemudahan kepada umat-Nya. Yakni dengan mengganti puasa sebanyak hari yang ditinggalkan tersebut dan dilakukan di luar bulan Ramadan.

Tetapi jika tidak mampu untuk berpuasa, maka bisa dengan membayar fidyah, yakni memberikan makan pada orang miskin. Dalam melakukan puasa, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh umat Islam.

2 dari 3 halaman

Surat Al-Baqarah tentang Puasa Ramadan

Surat Al-Baqarah Ayat 185

شَهْرُرَمَضَانَالَّذِيْٓاُنْزِلَفِيْهِالْقُرْاٰنُهُدًىلِّلنَّاسِوَبَيِّنٰتٍمِّنَالْهُدٰىوَالْفُرْقَانِۚفَمَنْشَهِدَمِنْكُمُالشَّهْرَفَلْيَصُمْهُۗوَمَنْكَانَمَرِيْضًااَوْعَلٰىسَفَرٍفَعِدَّةٌمِّنْاَيَّامٍاُخَرَۗيُرِيْدُاللّٰهُبِكُمُالْيُسْرَوَلَايُرِيْدُبِكُمُالْعُسْرَۖوَلِتُكْمِلُواالْعِدَّةَوَلِتُكَبِّرُوااللّٰهَعَلٰىمَاهَدٰىكُمْوَلَعَلَّكُمْتَشْكُرُوْنَ

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Dalam surat Al-Baqarah ayat 185 ini menjelaskan tentang keistimewaan di bulan Ramadan. Di mana bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran yang dijadikan sebagai petunjuk bagi manusia di dunia. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan kepada umat-Nya agar menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Jika ada yang mengalami sakit atau sedang dalam perjalanan, maka wajib untuk menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan.

Surat Al-Baqarah Ayat 186

وَاِذَاسَاَلَكَعِبَادِيْعَنِّيْفَاِنِّيْقَرِيْبٌۗاُجِيْبُدَعْوَةَالدَّاعِاِذَادَعَانِۙفَلْيَسْتَجِيْبُوْالِيْوَلْيُؤْمِنُوْابِيْلَعَلَّهُمْيَرْشُدُوْنَ

Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Surat Al-Baqarah ayat 186 menjelaskan bahwa Allah SWT sangatlah dekat dengan hamba-Nya. Jika hamba-Nya memohon kepada Allah SWT melalui doa, maka Allah SWT akan mengabulkannya. Dalam surat ini juga terdapat perintah untuk bertakwa pada Allah SWT agar selalu dalam jalan yang benar.

3 dari 3 halaman

Surat Al-Baqarah tentang Puasa Ramadan

Surat Al-Baqarah Ayat 187

اُحِلَّلَكُمْلَيْلَةَالصِّيَامِالرَّفَثُاِلٰىنِسَاۤىِٕكُمْۗهُنَّلِبَاسٌلَّكُمْوَاَنْتُمْلِبَاسٌلَّهُنَّۗعَلِمَاللّٰهُاَنَّكُمْكُنْتُمْتَخْتَانُوْنَاَنْفُسَكُمْفَتَابَعَلَيْكُمْوَعَفَاعَنْكُمْۚفَالْـٰٔنَبَاشِرُوْهُنَّوَابْتَغُوْامَاكَتَبَاللّٰهُلَكُمْۗوَكُلُوْاوَاشْرَبُوْاحَتّٰىيَتَبَيَّنَلَكُمُالْخَيْطُالْاَبْيَضُمِنَالْخَيْطِالْاَسْوَدِمِنَالْفَجْرِۖثُمَّاَتِمُّواالصِّيَامَاِلَىالَّيْلِۚوَلَاتُبَاشِرُوْهُنَّوَاَنْتُمْعَاكِفُوْنَۙفِىالْمَسٰجِدِۗتِلْكَحُدُوْدُاللّٰهِفَلَاتَقْرَبُوْهَاۗكَذٰلِكَيُبَيِّنُاللّٰهُاٰيٰتِهٖلِلنَّاسِلَعَلَّهُمْيَتَّقُوْنَ

Artinya: Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Surat Al-Baqarah ayat 187 di atas menjelaskan tentang diperbolehkannya melakukan hubungan badan pada malam Ramadan. Hal ini pun dikisahkan ketika Umar bin Khattab menyetubuhi istrinya setelah sholat Isya. Lalu Umar mendatangi Rasulullah saw dan berkata:

Wahai Rasulullah! Aku meminta maaf kepada Allah dan kepadamu atas kesalahan yang telah kulakukan. Tadi malam, aku pulang ke rumah setelah salat isya, kemudian aku mencium bau wangi dan aku tergoda dengan nafsuku, lalu aku menyetubuhi istriku.”

Lalu Nabi saw bersabda:

Engkau tidak patut melakukan itu wahai Umar!

Kemudian ada beberapa laki-laki yang bediri dan mengaku sudah melakukan perbuatan yang sama dengan Umar. Lalu turunlah surat Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan tentang menyetubuhi istri di malam Ramadan.

Beri Komentar