Surat Al Kafirun Beserta Artinya, Ayat Tentang Toleransi Beragama

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 19 Januari 2021 13:35
Surat Al Kafirun Beserta Artinya, Ayat Tentang Toleransi Beragama
Surat Al Kafirun menjelaskan tentang ajakan toleransi dalam hal menghormati masing-masing ajaran agama dan kepercayaan yang berbeda.

Dream - Surat al Kafirun merupakan salah satu surat yang ada di dalam Kitab Suci Al Quran. Surat ini tercatat sebagai surat ke-109 dalam Al Quran yang terdiri atas enam ayat.

Surat al Kafirun beserta artinya tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Mekkah bertepatan dengan Nabi Muhammad Saw., saat berada di kota suci tersebut.

Surat al Kafirun berarti ‘Orang-Orang Kafir’. Surat ini mengisahkan kondisi toleransi keberagamaan ketika itu. Surat al Kafirun mengandung pernyataan Nabi Muhammad Saw tidak akan menyembah Tuhan selain Allah Swt, dan tidak mengikuti apa yang diserukan orang-orang kafir.

Meski dipengaruhi dengan iming-iming kemakmuran duniawi, namun Nabi Muhammad Saw tidak terpengaruh dengan hasutan orang-orang kafir saat itu. Akan tetapi di saat yang sama, Nabi Muhammad Saw juga tidak mencela cara keberagamaan mereka. Sehingga beliau menegaskan ‘Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku’.

Surat al Kafirun beserta artinya memiliki banyak keutamaan bagi umat islam di seluruh dunia. Berikut surat Al Kafirun arab, latin, arti, asbabun nuzul dan keutamaannya.

1 dari 3 halaman

Quran Surat Al Kafirun

Surat Al Kafirun beserta artinya disebut juga surat Al ‘ibadah sebab menjelaskan bahwa ibadah hanya kepada Allah dan takkan beribadah kepada selain Allah Swt. Selain itu, surat ini juga dinamakan surat Ad-Din sebagaimana kata pada ayat terakhir.

Nama lain surat A Kafirun juga disbeut surat Al Munabadzah dan Muqasyqasyah (penyembuh) karena kandungannya menyembuhkan dan menghilangkan penyakit kemusyrikan.

Berikut bacaan quran surat Al Kafirun beserta artinya :

Ilustrasi© dream.co.id

Qul ya ayyuhal-kafirun

“ Katakanlah (Muhammad) “ Wahai orang-orang kafir!”

Ilustrasi© dream.co.id

 La a’budu ma ta’budun

“ Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.”

Ilustrasi© dream.co.id

Wa la antum ‘abiduna ma a’bud

“ Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.”

Ilustrasi© dream.co.id

Wa la ana ‘abidum ma ‘abattum

“ dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.”

Ilustrasi© dream.co.id

Wa la antum ‘abiduna ma a’bud

“ dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.”

Ilustrasi© dream.co.id

Lakum dinukum waliya din

“ Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

2 dari 3 halaman

Asbabun Nuzul

Tafsri Ibnu Katsir menyebutkan asbabun nuzul surat Al Kafirun beserta artinya, yaitu orang kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah Saw untuk menyembah berhala mereka selama satu tahun, kemudian mereka akan menyembah Allah selama satu tahun pula. Maka Allah Swt merespon sikap orang kafir quraisy tersebut dengan menurunkan surat Al Kafirun.

Ilustrasi© Pixabay

Ibnu ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abas bahwa Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf menemui Rasulullah Saw.

Mereka mengatakan, “ Wahai Muhammad, marilah kami menyembah Tuhan yang kamu sembah dan kamu menyembah Tuhan yang kami sembah. Kita bersama-sama ikut serta dalam perkara ini. Jika ternyata agamamu lebih baik dari kami, kami telah ikut serta dan mengambil keuntungan kami dalam agamu. Jika ternyata agama kami lebih baik dari agamamu, kamu telah ikut serta dan mengambil keuntunganmu dalam agama kami.”

Penawaran orang kafir quraisy itu adalah penawaran yang konyol. Sehingga Allah pun menurunkan surat Al Kafirun beserta artinya untuk menjawab penawaran konyol mereka.

3 dari 3 halaman

Toleransi Beragama

Surat Al Kafirun beserta artinya memiliki isi kandungan yang bisa kita ambil pelajaran, antara lain :

  1. Pernyataan dan penegasan bahwa umat muslim tidak akan pernah menyembah seperti apa yang orang kafir sembah.
  2. Pernyataan dan penegasan bahwa sesembahan umat muslim sangat berbeda dengan sesembahan orang kafir.
  3. Penolakan atas permintaan orang kafir dalam mengajak umat muslim menyembah apa yang disembah orang kafir.
  4. Ajakan toleransi dalam hal menghormati masing-masing ajaran agama dan kepercayaan yang berbeda.
  5. Surat yang sengaja diulang-ulang ini merupakan penegasan dan pemutus harapan orang-orang kafir dalam mengajak orang-orang muslim menyembah apa yang ia sembah.
Beri Komentar