Tanda Kiamat, Budak Wanita Lahirkan Tuannya

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 25 November 2015 19:15
Tanda Kiamat, Budak Wanita Lahirkan Tuannya
Sungguh saat ini telah banyak terjadi di dunia. Tidak sedikit anak yang memperlakukan ibunya seperti pembantu.

Dream - Salah satu tanda kiamat pernah disampaikan Rasulullah SAW kepada Malaikat Jibril, yang kala itu datang dalam wujud laki-laki tampan.

" Jika budak wanita telah melahirkan tuannya." (HR. Muslim)

Demikian sabda Rasulullah menjawab pertanyaan tentang tanda-tanda kiamat. Lalu yang menjadi pertanyaan, apa makna " budak wanita melahirkan tuannya" ?

Imam Nawawi menjelaskan, maksud budak wanita melahirkan tuannya adalah jika seorang laki-laki memiliki budak wanita, lalu berhubungan dengannya dan budak itu melahirkan anak.

Anak tersebut kemudian berstatus sebagai tuannya. Pendapat Imam Nawawi ini mewakili pendapat mayoritas ulama.

Makna kedua, orang kaya menjual budak yang telah melahirkan anak darinya. Selang bertahun-tahun setelahnya, sang anak yang telah tumbuh dewasa membeli budak itu. Hingga jadilah wanita yang sebenarnya adalah ibunya itu menjadi budaknya.

Makna ketiga, sebagian ulama menjelaskan, `budak wanita melahirkan tuannya" adalah kalimat kiasan.

Maknanya yakni ketika orang-orang sudah tak lagi berbakti kepada ibunya. Tidak menghormati ibunya. Tidak memuliakan ibunya.

Yang terjadi justru sebaliknya, anak-anak memerintah ibunya. Anak memperlakukan ibunya seperti pembantu, seperti budak. Disuruh-suruh melakukan pekerjaan kerumahtanggaan seperti mencuci, menyetrika, membersihkan rumah, memasak, dan sejumlah aktivitas yang tak layak diberikan pada seorang ibu.

Syaikh Musthafa Dieb Al Bugha dan SYaikh Muhyidin Mistu dalam Al Wafi menjelaskan makna ini, " banyak anak yang durhaka pada orangtuanya, mereka memperlakukan orangtuanya seperti perlakuan tuan terhadap budaknya."

Makna pertama dan kedua, dulu pernah terjadi meskipun intensitasnya tidak bisa dipastikan apakah hanya beberapa kasus atau sering terjadi.

Sementara makna ketiga, sungguh saat ini telah banyak terjadi di dunia. Tidak sedikit anak yang memperlakukan ibunya seperti pembantu. Bahkan hal ini semakin banyak dijumpai di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Sangat memprihatinkan.

Padahal dalam ajaran Islam, ibu adalah sosok yang wajib dimuliakan, dihormati dan ditaati. Kebaikan ibu tak bisa ditebus meski seluruh dunia dipersembahkan anak kepadanya. Bahkan ada hadits yang mengumpamakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu.

Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “ Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “ Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.”

(Ism, Berbagai sumber) 

1 dari 5 halaman

Surat Cinta Seorang Ibu untuk Anak yang Durhaka

Dream - Surat dari seorang ibu untuk anaknya yang berumur 13 tahun sontak membuat heboh dan menjadi viral di kalangan netizen

Seorang wanita dengan username Estella Havisham di Facebook, menulis surat yang ditujukan kepada Aaron, anaknya, karena ia sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan anak remajanya itu yang suka bertindak seenaknya sendiri, dan sering kali tidak memperdulikan keberadaan ibunya. Sehingga Estella menyatakan bahwa Aaron hanya menganggapnya sebagai keset kaki saja.

Dengan membuat surat lalu mengunggahnya ke facebook, Estella sengaja memberi pelajaran kepada Aaron agar lebih bisa menghormati dan menghargai dia sebagai ibunya.

Tanpa disangka para netizen mendukung dan menganggap hukuman itu pantas untuk Aaron, hingga mendapat 87.000 likes dan 162.000 share untuk surat yang ditujukan untuk anaknya yang berumur 13 tahun tersebut.

Surat Cinta Seorang Ibu untuk Anak yang Durhaka© Facebook.com

Berikut Arti kutipan surat tersebut :

" Aaron sayang sepertinya kamu lupa, kamu baru berumur 13 tahun dan saya adalah orang tua yang tidak bisa lagi mengontrol kamu. Saya kira kamu membutuhkan pelajaran tentang kemandirian, karena kamu sudah menunjukan tepat di depan wajahku bahwa kamu sekarang sudah bisa mencari uang, akan mudah bagimu membeli barang barang yang kubelikan buatmu di masa lalu.

Jika kamu masih ingin lampumu tetap menyala atau akses internet tetap berjalan, kamu harus membayar sendiri biayamu. Sewa $430, Listrik $113, Internet $21 dan makanan $150.

Kamu juga harus membuang sampah pada hari Senin, Rabu dan Jumat lalu menyapu dan vakum pada hari itu juga. Kamu juga harus menjaga kebersihan kamar mandimu tiap Minggu, menyiapkan makananmu sendiri dan bersih-bersih setelahnya. Kalau kamu gagal melaksanakanya aku akan mengenakan biaya tambahan untuk pembantu sebesar $30 setiap harinya karena aku harus melakukanya setiap hari. Jika anda memutuskan lebih suka menjadi anak saya lagi bukan hanya teman sekamar kita bisa bernegosiasi tentang syarat syaratnya, Sayang Ibu."

Setelah menerima surat tersebut Aaron bergegas meminta maaf dan memohon kepada ibunya untuk mengembalikan barang-barang miliknya kembali, termasuk beberapa barang elektronik dan beberapa lembar bajunya.

Banyak respon yang dilontarkan dari para netizen. Estela hanya menanggapinya dengan santai. Estella mengatakan seluruh suratnya hanya dimaksudkan untuk keluarga dan teman bukan untuk konsumsi publik.

Semoga Aaron sadar akan kesalahnya dan lebih menghargai pengorbanan sang ibu.

(Sumber : Huffington Post)

2 dari 5 halaman

Nenek Fatimah Digugat Rp 1 M oleh Anak, Mahasiswa Galang Koin

Dream - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tangerang. Mereka memberikan dukungan untuk nenek Fatimah yang digugat Rp 1 miliar oleh anak kandung dan menantunya terkait sengketa tanah.

Tak hanya berorasi, para mahasiswa yang beraksi di Jalan TMP Taruna itu, juga menggalang dana untuk membantu nenek Fatimah.

" Kita melakukan pengumpulan koin untuk nenek Fatimah, sebagai aksi kepedulian. Karena sangat tidak mungkin dia (Fatimah) membayar gugatan anaknya sebesar Rp 1 miliar," ujar Ketua HMI Cabang Tangerang, Faridal Akmal, dikutip Dream dari merdeka.com, Selasa 7 Oktober 2014.

Para mahasiswa ini juga meminta majelis hakim menegakkan keadilan dengan membebaskan Fatimah dari gugatan. Mereka menilai kasus ini sangat memprihatinkan.

" Apakah pantas anak menuntut orang tua yang sudah renta. Padahal dia telah dilahirkan dan diurus hingga dewasa, orang tua tidak pernah menuntut apa-apa. Anak durhaka itu," terang Faridal. [Baca juga: Pengakuan Getir Nenek Fatimah, Digugat Anak-Menantu Rp 1 M]

Kasus ini bermula dari jual beli tanah yang dilakukan oleh suami Fatimah, Abdurahman, dengan Nurhakim yang tak lain adalah suami Nurhana, --anak ke empat Abdurahman dan Fatimah. Jual beli tanah 397 meter persegi yang terletak di Jalan KH Hasyim Asari, RT 02/01 No. 11, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, itu terjadi 1987.

Menurut Fatimah, suaminya telah membayar tanah itu sesuai harga yang disepakati, yaitu Rp 10 juta. Abdurahman bahkan disebut juga memberikan uang Rp 1 juta kepada Nurhana sebagai warisan. Sertifikat itu juga sudah diserahkan Nurhakim ke Abdurahman. [Baca juga: Kronologi Nenek Fatimah Digugat Anak-Menantu Rp 1 Miliar]

Lama tak ada soal dengan tanah itu. Namun pada 2013 Nurhana dan Nurhakim menggugat tanah itu. Nurhakim mengaku belum pernah menerima uang dari Abdurahman. Keduanya meminta Fatimah yang sudah berusia 90 tahun itu membayar tanah itu. Mulanya mereka meminta Rp 10 juta, namun secara bertahap naik menjadi Rp 1 miliar. [Baca juga: Alasan Nurhana Gugat Ibu Kandung Rp 1 Miliar

3 dari 5 halaman

Ciri Orang Terkena Azab Kubur

Dream - Perkara yang menyebabkan azab kubur dan amalan dapat menyelamatkan manusia. 

Ini kisah nyata tentang siksa kubur yang berlaku di Jazirah Arab. Seorang pemuda yang dikeluarkan dari kuburnya sesudah beberapa jam dia dikuburkan.

Keluarga meminta kubur tersebut digali semula untuk keperluan tertentu. Peristiwa mengejutkan terjadi. 

Jasad pemuda itu telah rusak. Padahal baru beberapa jam saja dikuburkan. Pemuda itu adalah seorang remaja muslim yang meninggal muda di usia 18 tahun.

Apakah pemuda itu terkena azab kubur? Berikut beberapa penjelasan terkait azab kubur. 

“ Aisyah Ra menanya mengenai azab kubur, Rasulullah SAW memberi jawab: Iya, azab kubur pasti ada. ” (HR. Bukhari – Dalam Kitab Al-Janaiz).

“ Aisyah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam solatnya, “ Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari azab kubur…” (HR. Mutafaqun Alaih).

                                    Ciri Orang Terkena Azab Kubur© Dream

“ Ketika orang-orang yang durhaka kepada Allah tak mampu memberi jawab pertanyaan malaikat, lalu dia dipukul dengan besi… hingga dia menjerit dengan teriakan yang amat keras… didengar oleh seluruh makhluk Allah, kecuali Jin dan juga Manusia, ” (HR. Bukhari dan juga Muslim).

Baca selengkapnya di sini ... (Ism) 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

4 dari 5 halaman

7 Hal Bikin Wanita Durhaka Setelah Menikah

Dream - Pernikahan yang indah jadi idaman bagi setiap wanita. Terlebih lagi jika mereka mendapatkan suami sholeh yang mampu membimbing mereka ke jalan Allah SWT.

Sehingga pernikahan itu dapat bahagia dunia dan akhirat. Namun, ternyata pernikahan yang diidam-idamkan itu bisa menjadi awal masuknya seorang wanita ke jurang neraka, karena berbuat durhaka terhadap suaminya.

Mungkin banyak wanita yang tidak menyadari, ada beberapa tindakan mereka terhadap suami yang justru menjerumuskannya ke neraka.

Hal yang dianggap biasa untuk dilakukan tenyata ada yang dilarang dalam Islam. Berikut ini adalah 7 hal yang bisa buat wanita menjadi durhaka setelah menikah. Selengkapnya klik di sini. (Ism) 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

5 dari 5 halaman

Anak Gugat Ibunya Rp1 Miliar, "Cepat Tobat Mas Bro"

Dream - Balada nenek Fatimah. Wanita renta 90 tahun yang digugat anak kandung dan menantunya sebesar Rp 1 miliar. Bermula dari jual beli sepetak tanah seluas 397 meter persegi di kawasan Cipondoh, Tangerang pada tahun 1987.

Tanah itu dibeli almarhum suami nenek Fatimah, H Abdurrahman. Mendiang mengeluarkan uang Rp 10 juta, ditambah uang warisan Rp 1 juta. Tanah dibeli dari menantunya, Nurhakim. Pria yang menikah dengan putri nenek fatimah, Nurhana.

Berdasarkan keterangan anak bungsu Fatimah, Amas (37), saat itu Nurhakim tak ingin mengubah nama pada sertifikat tanah alias balik nama. " Masih keluarga, masa sama menantu tidak percaya," kata Amas seperti dilansir dari Merdeka.com.

Beberapa tahun kemudian, setelah Abdurahman meninggal, Nurhakim tiba-tiba menggugat tanah karena mengaku tidak pernah dibayar oleh bapak mertuanya. Awalnya dia meminta Fatimah dan anak-anaknya untuk membayar Rp 10 juta, lalu naik menjadi Rp 50 juta, Rp 100 juta, hingga Rp 1 miliar. Sampai akhirnya kasus ini berujung ke pengadilan.

Dari kasus itu, banyak pembaca Dream.co.id yang menaruh simpati kepada si nenek. Bahkan ada pula meminta nenek Fatimah jangan mengutuk anak dan menantunya. Karena kekuatan doa ibu.

Tapi tak sedikit pula yang mencaci dan mengutuk Nurhana dan Nurhakim, anak dan menantu si nenek. Pembaca juga mengingatkan si anak dan menantu tentang kisah anak durhaka dari tanah Sumatera Barat, Malin Kundang. Kasus ini dinilai lebih dari cerita legenda Malin Kundang.

Seperti apa komentar para pembaca setia Dream.co.id? Berikut diantaranya:

Ahmad Syaefullah 
astaghfirullah" seorg sahabat rosulullh yg bernama al-qomah yg taat sama allah begitu susahnya ketika sakaratul maut,lantaran kesalahan jarang menengok ibu kandung,,,bgm sampai menghujat&menuntut ibu kandung...naudzu billahi min dzalik!!!.

Vochatronic
tanda - tanda akhir zaman

Sasya Fam · Ikuti · Semarang, Indonesia 
ga inget apa ya, kamu tu utang bertrilliun-trilliun lebih sama ibumu

Rahmah Hartati · 
Coba dia srh byr asi, nyebokin, buang ee, nyuci ompol, jemur kasur yg kn ompol, nyuapin, ngajarin jalan, ngajarin ngomong, dan msh bnyk lg apa cukup 1 M buat byr itu semua

SoLvy Ate Lytharyz · Bekerja di PT CINTA ABADI
semoga tuhan sadarkan dia,,

Bugi Nugraha · Bekerja di PT.Baruna Raya Logistics
Cepet tobat mas broo belom tw dia doa ibunda itu akan didengar dan dikabulkan ALLAH SWT ajab ALLAH itu pedih mas broo

Dewi Lulu Maryana · Riyadh, Saudi Arabia
Bagi anaknya dan menantunya neraka tempat mu

Ling Ling ·
Semoga Tuhan melindungi sang nenek/ibu, karena syurga ada ditelapak kaki seorang ibu. Kisah ini sangat menyentuh hati, jangankan 1 milyard .... 100 milyard pun kalau aku mampu rasanya ingin aku persembahkan untuk ibu yg tlah melahirkan kita, kita tdk akan bisa seperti ini tanpa seorang ibu

Ishaq · Smk Hass Ashabulyamin
ingat " kita" keluar dari " RAHIM IBU" bukan dari " BATU" . " durhaka kpd Ortu, NERAKA tujuan-Mu" #masih_ada_akhirat

Dewi Pujaan · Jakarta
Ya Allah sadarkan lah anak dan menantu ibu Fatimah.....biar mereka dibukakan pintu hatinya ....untuk selalu berbuat baik pada ibunya !! Surga itu di telapak kaki ibu... Subahanallah sebagai anak yg berumur masih ajak tega menyakiti batin sang ibu nya ... Anak dan menatu gk memiliki hati ...nurhana nurhakim ..tobat lah sebelum engkau kena murka dari Allah swt

Sukarja Karj · Universitas Negeri Surabaya ( UNESA )
Pengorbanan orang tua kepada anaknya ...tidak ternilai harganya...apapun keadaanya orang tua tetap kita hormati...apalagi terhadap ibu.... karena beliulah kita kita ini ada....

Pri Priatna · ST ELEKTRO
Semoga Allah S.w.t memberikan kemudahan dan kesabaran pada nenek fatimah..dan memberikan ganjaran yg setimpal untuk orang yang menzoliminya...

U'ut Azzahrotull Mawaddah · Bekerja di InsomNISA · 
Astagfirullah ...sabar ya nenek fatimah,allah akan membalas semua perbuatan anak dan menantumu .....berdoa saja semoga dia di sadarkan bahwa berani sama ibu kandung sendri bakal sengsara hidupnya ......anak menantu gila harta ...

Arie Chriesna · Ikuti · Observer Japan - Indonesia di Japan Tuna Corp
Mohon ampunan n cpt tobat mas....sblum ajab mnimpamu...inget..do'a n stetes air mata ibu yg trjatuh krna sakit hati akan mmbawamu k neraka yg paling jahanam...naudzubillah....

Erni Ari · Bekerja di International trade
Lbh sadiss dri malinkundang. Smga azab dri allah cpt menghampiri mu. Anak ga tau diuntung.. Dri kecil di besarin bkn nya balas.. Mati ga diterima bumi lo!!!

Umi Sultan · Agency Marketing di Prudential Indonesia (Official Fan Page)
ibu jangan pernah mengutuk mereka . karna doa ibu akan di dengar Alloh swt ãpasti adzab dunia akherat yg akan mrk terima

Antonio Subandono · Staff Administrasi Keuangan di PT. Yodya Karya (Persero)
Ya Alloh, bikin nangis gw...tega amat sama Ibu kandung sendiri.

Argianz Died · Bekerja di SMK Negeri 1 Tempel
sungguh orang yang tidak bisa menghargai betapa besar pengorbanan orang tua. cepat sadar dan taubat mz

*****

Penjelasan pihak anak dan menantu

Kuasa Hukum Penggugat, M Singarimbun mengatakan bahwa, kliennya Nurhakim mengaku kalau dia memberikan sertifikat tanah kepada ayah mertuanya, Abdurahman, karena dijanjikan akan dibeli pada tahun 1987. Namun sampai mertuanya meninggal, dia tidak pernah mendapat bayaran atas penjualan tanah itu.

" Nurhakim sempat pindah ke Palangkaraya, Kalimantan, bersama Nurhana. Saat mengetahui mertuanya meninggal, dia pulang ke Tangerang untuk minta supaya tanah itu dibayar. Tapi pihak keluarga menolak karena merasa sudah membayar. Akhirnya dia meminta sertifikat tanahnya dikembalikan, tapi tidak diberikan juga. Karena itu dia layangkan gugatan ke pengadilan," jelasnya.

Menurut Singarimbun, kliennya tidak menggugat sebesar Rp 1 miliar. Hanya ganti rugi sebesar Rp 2 juta per meter luas lahan. Ganti rugi itu berdasarkan hitungan harga tanah saat ini. " Tidak sampai Rp 1 miliar, hanya sekitar Rp 800 jutaan," jelasnya.

Sebenarnya masalah tersebut telah dicoba agar diselesaikan secara kekeluargaan dengan beberapa kali mediasi. Namun pihak keluarga tergugat bersikeras tidak mau menyepakati permintaan Nurhakim.

" Harapan kami sih ingin diselesaikan baik-baik, tanahnya dibayar atau sertifikatnya dikembalikan saja. Tapi mereka tetap bersikukuh," tukasnya.
Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar