Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Jepang Banyak Yang Mempersiapkan Kematian (The Independent)
Dream - Sebagian masyarakat Jepang tengah keranjingan menjajal peti mati. Orang-orang Jepang, terutama kalangan tua, itu ingin memastikan bahwa tempat yang akan mereka pakai di liang lahat itu sesuai dengan keinginan.
Dikutip Dream dari laman The Independent, Kamis 27 November 2014, warga Jepang berbondong-bondong ke toko penjual peti mati. Mereka mencoba tidur di dalamnya. Tak hanya itu, mereka juga mendatangi kantor yang mengurus pemakaman untuk merencanakan penguburan mereka.
Sebenarnya, pekerjaan itu biasa dilakukan oleh keluarga yang ditinggal meninggal oleh salah satu angotanya. Namun ini terbalik, banyak orang Jepang telah mempersiapkan keperluan pemakaman, bahkan mencobanya.
Booming 'menjajal kematian' ini terjadi karena Jepang memiliki banyak penduduk dengan usia lanjut. Negeri Sakura itu memang tengah menghadapi krisis usia penduduk.
Berdasarkan sensus, Jepang diprediksi bakal mengalami penurunan jumlah penduduk usia produktif sebanyak 30 persen pada tahun 2040, dari 81 juta menjadi 57 juta jiwa. Pada 2040 itu, Jepang juga diprediksi akan memiliki penduduk berusia di atas 100 tahun melebihi angka kelahiran.
Dengan prediksi itu, tak mengherankan terjadi booming di pasar perencanaan pemakaman. Pada Agustus silam, Tokyo menggelar pameran bisnis pemakaman. Lebih dari 50 perusahaan yang bergerak di bidang bisnis keamanan turut serta dalam pameran itu dan melayani lima ribu pengunjung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya