Naik Tipis di Sesi Pembukaan, IHSG Sempat Longsor di Bawah Level 6.000 Paska Reshuflfe Kabinet

Dinar | Jumat, 2 Oktober 2026 09:43

Reporter : Syahid Latif

IHSG dibuka menguat dan sempat bergerak di zona hijau. Namun penguatan tersebut berjalan singkat karena investor mulai melakukan tekanan jual di awal sesi perdagangan.

DREAM.CO.ID - Sempat membawa harapan saat bergerak menanjak di awal sesi, bursa saham Indonesia kembali melajutkan tren pergerakan di dua zona pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 2 Oktober 2026.

Investor memilih posisi hati-hati mencermati sentimen dalam dalam dan luar negeri yang belum memberikan kepastian. Kabar perombakan kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto belum cukup kuat untuk mendorong investor kembali melantai di BEI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan bergerak menguat sebesar 17,83 poin atau naik 0,30% ke level 6.027,33 hingga pukul 09.01 WIB. Namun laju penguatan IHSG hanya bertahan singkat.

Pada perdagangan pukul 09.04 WIB, IHSG mendapat tekanan jual hingga terjungkap ke zona merah dan keluar dari level 6.000. Level terendah IHSG pagi ini berada di 5.984,09 pada pukul 09.12 WIB.

Perdagangan pagi ini telah mendorong 273 saham bergerak menguat namun 150 lainnya mengalami koreksi. Sisanya 323 saham melaju stagnan.

Hingga perdagangan pukul 09,26 WIB, hanya dua sektor yang bergerak menguat di perdagangan jelang akhir pekan ini. Keduanya adalah sektor energi yang menguat 0,41% dan kesehatan yang naik 0,10%.

Koreksi tajam terjadi pada sektor teknologi yang turun tajam hingga 1,9%, diikuti infrastruktur 0,62%, keuangan 0,52%, transportrasi 0,49%, serta industri dan consumer cylicals yang masing-masing turun 0,48%.

Tak hanya di bursa saham, tekanan pagi ini juga melanda nilai tukar rupiah di pasar uang. Mengutip data Bloomberg, mat uang Garuda pagi ini berada di level Rp17.945 atau turun 21 poin (0,12%).

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah kurs mata uang asing lainnya yang bergerak variatif. Dollar AS tercatat menguat terhadap euro, dollar Singapura, dan dollar Australia. Namun mata uang Negeri Paman Sam ini bertekuk di tangan yen Jepang dan yuan China.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id