Kunjungan Jajaran Corcomm BCA Ke Salah Satu Keluarga Jurnalis Peliput Erupa Gunung Anak Krakatau (FOTO: IST)
DREAM.CO.ID - Hubungan jurnalis dan narasumber tak melulu terkait dengan pekerjaan. Dengan tetap menghormati profesi masing-masing, seorang pekerja media dan narasumber terkadang memiliki hubungan yang sangat erat dengan tetap mengedepankan profesionalitas.
Hubungan itulah yang terlihat ketika jajaran Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendatangi kediaman 5 orang jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 7 September 2026 lalu.
Berbeda kota dan tempat tinggal, jajaran Corporate Communication BCA menyambangi satu per satu keluarga jurnalis di kediaman masing-masing. Ada pula yang mengunjungi kantor tempat para jurnalis itu mengabdikan diri selama menjalani profesi.
Salah satunya adalah kunjungan ke rumah kediaman Arie Basuki, jurnalis Merdeka.com yang turut hilang dalam peliputan erupsi Gunung Anang Krakatau. Di ruang keluarga dari rumah yang berada di Perumahan Palem Ganda Sari, Depok, keakraban terasa saat VP Corporate Communication BCA Wendiyanto Saputro disambut istri dan keluarga.
Ditemani Chief Content Officer (CCO) Kapanlagi Youniverse (KLY) Wenseslaus Manggut dan Pemimpin Redaksi merdeka.com Wisnoe Moerti, Wendiyanto menyampaikan kedatangannya merupakan kepedulian dan hubungan baik BCA dengan para jurnalis, termasuk Arie Basuki. Menurutnya, Arie turut memberikan kontribusi dalam pemberitaan mengenai BCA.
" Ada beberapa kesempatan Mas Arie Basuki meliput kegiatan BCA atau bhakti BCA," ujar Wendiyanto saat berkunjung pada Selasa (22/9/2026) dikutip dari Merdeka.com.
Dalam pertemuan penuh kehangatan itu, Wendiyanto tak lupa menyelipkan doa dan harapan yang terbaik untuk Arie Basuki dan keluarga.

" Keluarga dapat tabah, sabar, menerima ujian cobaan ini dan kami dari BCA sangat bersimpati, serta doa yang terbaik dari kami untuk Mas Arie Basuki dan keluarga," ucapnya.
Masih di kawasan Depok, tim dari BCA juga berkunjung ke kediaman keluarga Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews yang turut dalam peliputan saat Anak Gunung Krakatau erupsi menggunakan kapal Arupadhatu I.
Diah Nasution, istri Yudhistiro, menyambut kedatangan tim BCA diikuti pelukan hangat sebagai tanda adanya hubungan mendalam antara BCA dengan sang suami selama menjalani profesi.
Di lokasi berbeda, komitmen untuk mendukung dan berkolaborasi dengan insan jurnalistik juga ditunjukkan BCA saat berkunjung ke kantor Antara Biro Banten di Serang, tempat M Bagus Khoirunnas berkarya.

Pada momen tersebut, tim BCA turut menyaksikan peresmian ruang khusus yang didedikasikan untuk mengenang sekaligus mengabadikan kontribusi M Bagus Khoirunnas selama berkarya sebagai jurnalis di provinsi Banten.

Perjalanan Tim BCA tak berhenti di situ. VP Corporate Communication BCA bersama tim juga sempat menyambangi kediaman Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency di wilayah Tangerang, Banten. Serta rumah Donald, freelance yang ikut dalam liputan Anak Gunung Krakatau di Tangerang Selatan.
Di kediaman Firman Daus, sebuah kenangan lama kembali mengingatkan hubungan BCA dan sang jurnalis. Pada masa menjalani profesinya, Firman Daus ternyata pernah menjadi bagian dari tim dokumentasi kegiatan Bakti BCA.

Kunjungan tim BCA ke keluarga jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau punya makna mendalam. Tak sekadar menyampaikan dukungan, kunjungan BCA ini membawa makna hubungan dekat antara perusahaan dan jurnalis dengan dilandasi profesionalme atas profesi masing-masing.
Di tengah kunjungan jajaran Corporate Communication, harapan ditemukannya para jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau kembali hadir. Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki pada Rabu 23 September 2026 mengumumkan tim telah menemuskan jasad Surakman, awak kapal yang merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang hilang kontak ketika menuju perairan Gunung Anak Krakatau.
Temuan tersebut membawa kepastian bagi keluarga Sukarman yang selama hampir dua pekan menunggu. Namun bagi keluarga tujuh orang lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya, temuan itu menjadi petunjuk.
“ Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti otentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas lainnya,” ujar Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo.
PFI meminta lokasi ditemukannya jasad Surakman menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kembali wilayah pencarian.
PFI mendorong penyisiran dilakukan secara intensif di sekitar perairan tempat jasad ditemukan serta jalur perairan yang menghubungkan kawasan Selat Sunda dengan Pulau Enggano.
Operasi pencarian sebelumnya dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari, pada 17 September 2026. Saat itu, keberadaan speedboat Arupadhatu I dan delapan orang di atasnya belum ditemukan. Tim SAR telah melakukan pencarian melalui jalur laut, udara, dan darat di sejumlah sektor Selat Sunda.
“ Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan lima rekan jurnalis kami dan dua kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka,” kata Dwi.
Advertisement

Mengapa Ada Banyak Jenis Colokan Listrik di Dunia? Ini Alasan di Baliknya

Dari Air Hingga Udara, Ini Hal Kecil Yang Bikin Rumah Terasa Lebih Nyaman

Naura Ayu Kaget, Lagu tentang Masa SMA Masuk Nominasi AMI Awards 2026

7 Tanda Anda Punya Bos Toxic yang Bisa Mengganggu Karier dan Kesehatan Mental


Mengenal Reverse Vending Machine, Inovasi Daur Ulang Botol Plastik

Sering Makan Manis Setiap Hari? Ini yang Terjadi pada Hati Tanpa Disadari