Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 12:00

Reporter : Abidah

Secara sederhana, sarden kalengan tetap merupakan makanan olahan. Namun, pengolahan tidak selalu berarti makanan menjadi buruk bagi kesehatan.

DREAM.CO.ID - Sarden kalengan sering masuk dalam daftar makanan praktis yang perlu dibatasi ketika seseorang berusaha menerapkan pola makan sehat. Padahal, anggapan bahwa semua makanan dalam kemasan otomatis tidak sehat tidak sepenuhnya tepat. Sarden memang telah melalui proses pengolahan dan pengalengan, tetapi proses tersebut berbeda dari makanan ultra-proses yang biasanya mengandung banyak bahan tambahan dan mengalami formulasi industri yang jauh lebih kompleks.

Secara sederhana, sarden kalengan tetap merupakan makanan olahan. Ikan segar diolah melalui beberapa tahap sebelum masuk ke dalam kaleng, seperti pembersihan, pemotongan, pemasakan, penambahan bahan tertentu, pengisian ke dalam kaleng, kemudian sterilisasi dengan panas. Proses tersebut diperlukan agar ikan dapat bertahan jauh lebih lama dibandingkan ikan segar.

Namun, pengolahan tidak selalu berarti makanan menjadi buruk bagi kesehatan. Dalam sistem klasifikasi makanan seperti NOVA, makanan olahan dan makanan ultra-proses merupakan kategori yang berbeda. Makanan yang mengalami proses pengolahan sederhana untuk memperpanjang masa simpan atau membuatnya lebih praktis tidak otomatis masuk kategori ultra-proses.

Sarden bahkan memiliki karakteristik yang membuatnya berbeda dari banyak produk makanan kemasan lainnya. Bahan utamanya tetap ikan. Produk tertentu hanya menggunakan ikan, air atau minyak, serta garam. Sementara sarden yang menggunakan saus tomat biasanya memiliki tambahan bahan seperti tomat, minyak, garam, gula, rempah dan bahan pengatur keasaman, tergantung formulasi masing-masing produk.

2 dari 3 halaman

Dari sisi kandungan gizi, ikan sarden justru dikenal sebagai sumber protein dan sejumlah zat gizi penting. Ikan kecil seperti sarden juga dapat dimakan bersama tulangnya setelah melalui proses pengalengan. Hal ini membuat produk tersebut menjadi salah satu sumber kalsium yang praktis. Sarden juga mengandung lemak omega-3, meskipun jumlahnya dapat berbeda tergantung jenis ikan, produk dan proses pengolahannya.

Persoalan yang lebih perlu diperhatikan ketika membeli sarden kalengan adalah komposisi dan kandungan garamnya. Dua produk yang sama-sama menggunakan nama sarden dapat memiliki formulasi berbeda. Ada yang menggunakan saus sederhana, sementara produk lain dapat mengandung lebih banyak gula, minyak atau natrium.

Karena itu, membaca label menjadi lebih berguna daripada sekadar menghindari semua makanan kalengan. Konsumen dapat melihat daftar bahan dan informasi nilai gizi pada kemasan. Jika ingin mendapatkan produk dengan komposisi lebih sederhana, pilih sarden yang daftar bahannya terutama terdiri dari ikan, air atau minyak, dan garam.

3 dari 3 halaman

Pengalengan sendiri bukan sekadar cara membuat makanan terlihat lebih praktis. Proses tersebut merupakan metode pengawetan yang memungkinkan ikan disimpan dalam waktu lama tanpa harus selalu menggunakan lemari pembeku. Sterilisasi dengan panas membantu mengurangi mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan makanan, sementara wadah yang tertutup rapat mencegah kontaminasi kembali.

Hal yang sering terlupakan adalah bahwa “diolah” dan “tidak sehat” bukanlah dua istilah yang sama. Susu dipasteurisasi, sayuran beku, kacang panggang, yoghurt tanpa banyak tambahan, hingga ikan kalengan sama-sama mengalami pengolahan dalam tingkat berbeda. Yang perlu dibedakan adalah jenis proses, bahan yang ditambahkan, serta bagaimana makanan tersebut dikonsumsi dalam keseluruhan pola makan.

Jadi, mengatakan sarden kalengan bukan makanan olahan sebenarnya kurang tepat. Sarden kalengan adalah makanan olahan, tetapi tidak berarti otomatis termasuk makanan ultra-proses. Ketika memilih produk, perhatian lebih baik diarahkan pada komposisinya, terutama jumlah garam, gula, minyak dan bahan tambahan, serta kandungan protein dan zat gizi lainnya.

Dengan kata lain, kaleng bukanlah ukuran tunggal untuk menentukan apakah sebuah makanan layak dikonsumsi. Dalam kasus sarden, ikan yang sederhana dapat tetap menjadi bagian dari pola makan sehat meskipun sudah melalui proses pengolahan dan pengawetan.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id