Ketahui Apa Arti Tanggal Kedaluwarsa pada Parfum, Betulkah Berbahaya Jika Digunakan?
© Pexels.com
Reporter : Abidah
Tanggal kedaluwarsa pada parfum tidak bisa diabaikan sepenuhnya karena juga bisa menjadi indikasi kondisi di dalamnya.
Banyak orang menyimpan parfum kesayangan bertahun-tahun tanpa pernah memperhatikan kode kecil di dasar botolnya. Padahal kode itu bukan sekadar hiasan produksi, melainkan penanda usia parfum yang menentukan apakah aromanya masih layak dipakai atau justru sudah berubah jadi sesuatu yang tak terduga di kulit.
Dilansir dari French Essence, parfum umumnya memiliki dua jenis penanda pada kemasannya: batch code dan simbol PAO atau Period After Opening. Batch code berupa deretan angka dan huruf di bagian bawah atau samping botol yang menunjukkan tanggal produksi, sementara simbol PAO berbentuk ikon toples kecil dengan angka di dalamnya, misalnya "24M" yang berarti parfum sebaiknya digunakan dalam 24 bulan setelah tutup botolnya dibuka.
Dilansir dari FragranceX, angka pada simbol PAO ini merujuk pada rentang waktu setelah kemasan dibuka, bukan sejak tanggal pembelian. Rata-rata rekomendasi umum berada di kisaran 30 bulan setelah botol dibuka, artinya sekitar dua setengah tahun sejak segel pertama kali terbuka adalah waktu yang tepat untuk mulai menguji apakah parfum tersebut masih dalam kondisi baik.
Menariknya, kondisi botol yang belum dibuka justru punya cerita berbeda. Parfum yang masih tersegel tidak terpapar oksigen sama sekali sehingga cenderung bertahan jauh lebih lama dibanding yang sudah dibuka. Sejumlah ahli parfum bahkan menyarankan membiarkan botol baru tidak disentuh selama beberapa bulan sebelum dipakai, karena proses pematangan aroma masih berlangsung selama disimpan di tempat sejuk dan gelap.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat parfum berubah seiring waktu? Pada dasarnya, parfum tersusun dari campuran kompleks alkohol, minyak esensial, dan senyawa lain yang bisa terurai akibat oksidasi dari udara dan cahaya. Alkohol dalam parfum memang berfungsi sebagai pengawet alami, tapi zat ini juga bisa menguap seiring waktu sehingga mengubah karakter aroma. Ketika oksigen terlalu banyak masuk ke dalam botol, molekul aroma pun berubah struktur dan menghasilkan bau yang berbeda dari aslinya.
Soal berapa lama parfum bertahan, jawabannya bervariasi tergantung kualitas bahan dan cara penyimpanan. Parfum berkualitas tinggi yang disimpan dengan benar bisa bertahan hingga lima tahun atau lebih, sementara parfum dengan harga lebih terjangkau cenderung lebih cepat mengalami penurunan kualitas. Faktor terbesar yang mempercepat kerusakan parfum adalah panas, baik dari paparan sinar matahari langsung maupun ruang penyimpanan yang hangat, karena panas memecah struktur kimia parfum dan membuat aromanya cepat hilang.
Apakah Berbahaya Memakai Parfum Kedaluwarsa?
Pertanyaan yang paling sering muncul: apakah memakai parfum kedaluwarsa itu berbahaya? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Parfum sebenarnya tidak kedaluwarsa dengan cara yang sama seperti makanan, namun menggunakan parfum yang sudah lewat masa pakainya bisa menghasilkan aroma yang tidak sedap, iritasi kulit, atau dalam kasus tertentu memicu reaksi alergi.
Truly Beauty menambahkan bahwa parfum yang sudah teroksidasi cenderung berubah menjadi bau asam, tajam, atau seperti logam, alih-alih kehilangan intensitas aroma seperti yang banyak dikira orang. Perubahan warna juga jadi indikator penting: parfum yang tadinya berwarna kuning keemasan karena kandungan minyaknya bisa berubah menjadi cokelat gelap atau tampak keruh ketika sudah rusak. Reaksi tubuh terhadap parfum kedaluwarsa pun bisa berbeda-beda tergantung jenis kulit, mulai dari kemerahan hingga ruam ringan, meski kasus yang lebih serius sebaiknya tetap dikonsultasikan ke tenaga medis.
Buchart Colbert menegaskan bahwa memakai parfum yang sudah berubah aroma umumnya tidak disarankan, karena kandungan di dalamnya bisa menjadi tengik dan berubah menjadi zat pengiritasi aktif pada kulit. Sensasi hangat dan lembut yang dulu dihasilkan parfum bisa berubah jadi sensasi tajam dan menyengat begitu bahan-bahannya terurai.
Untuk memperpanjang usia parfum kesayangan, beberapa langkah sederhana bisa membantu. Simpan botol jauh dari sinar matahari langsung, panas, dan kelembapan tinggi. Hindari menyimpannya di kamar mandi, sebab perubahan suhu panas-dingin yang sering terjadi di sana justru mempercepat kerusakan molekul parfum. Pastikan tutup botol selalu rapat setelah digunakan untuk meminimalkan paparan udara, dan pilih tempat penyimpanan seperti laci kamar tidur atau lemari yang suhunya stabil.